
Dama mengangguk saja menjawab pertanyaan Anes.
"Jadi mantan terindah kamu dia? yang buat kamu sampai nggak bisa melupakannya?"
dama diam tak ada jawaban dan seketika itu suasana menjadi hening diantara mereka berdua.
"Kita balik ke hotel aja ya? aku capek"
Anes beranjak dari kursinya lalu pergi meninggalkan kafe tersebut.
"tungguin, aku nanti akan menceritakan semua ke kamu saat tiba di kamar"
Anes tersenyum. mendengar Dama berubah.
setibanya di kamar Dama mengganti pakaiannya. ke baju tidur lalu membaringkan tubuhnya di kasur. Anes yang duduk ditepi ranjang menunggu Dama agar bercerita.
"Sini, aku akan menceriitakan semua agar kau mengerti." ucap dama sambil menepuktempat tidur di sebelahnya.
"Dam kamu nggak perlu langsung bercerita. aku tau dia mantanmu dan laki-laki itu juga mantanku. itu masalalu kita yang terpenting sekarang kita sama-sama memperbaiki hubungan kita ya"
Dama mengecup pucuk kepala Anes. "Kamu sebenarnya baik nes. " ucap Dama.
__ADS_1
"Aku akan tetap menceritakannya nanti. padamu" sambil mengelus bibir Anes lembut.
Hati Anes berdegup dengan perlakuan Dama. mereka saling memandang satu sama lain tiba-tiba Dama mengecup bibir Anes. lama kelamaan kecupan tersebut berganti drngan ******* dan mereka berdua melakukannya lagi namun dengan keadaan sadar tanpa pengaruh alkohol.
#maaf ya guys belum pernah bikin cerita berbau ranjang hehe jadi agak kaku#
Anes terbangun karena suara ketukan pintu kamarnya ia melirik jam yang menunjukan pukul tujuh pagi. ia beranjak untuk membukakan pintu dan memakai handuk kimononya.
"Hah dasar ****** sekarang tebukti kan lo simpanan bos!" celetukan pedas dari Sinta.
Anes hanya diam tak menanggapi ucapan Sinta. " Lo kesini mau apa? ada perlu apa? "
"Gue kesini mau bangunin pak Dama lah. kan hari ini kita mau jalan-jalan jadwalnya juga di majuin kemarin. Eh tapi malah yang bangun pelacurnya"
"Pak Dama nanti gue yang bangunin sekarang lo pergi dari sini deh, sudah tidak ada kepentingan lagi kan?"
"Lo simpanan aja uda kaya nyonya besar pak Dama" ucap sinta masih mengajak Anes ber argumen.
"minggir gue sendiri yang bangunin pak Dama" tanpa perizinan Anes sinta langsung masuk ke kamar Dama.
"mending lo balik ke kamar lo deh gue jinik liat wanita murahan kayak lo disini."
__ADS_1
hinaan yang terus di ucap Lina membangunkan Dama. Dama langsung menghampiri Anes dan lina yang sedang berdiri di tepi pintu.
"Jaga omongan kamu Lina" ucap Dama yang sontak mendiamkan cerocosan Lina.
"Maaf pak Dama saya membangunkan bapak, ini wanita murahan ini masih nggak tau malu habis ngedeketin pak Hendrik sekarang bapak. Satu kantor sudah membicarakan dia tapi dia masih saja tidak sadar."
Anes yang mendengar perkataan Lina tak membalas ia masih bersikap santai.
"Kamu seharusnya yang sadar Lina. pagi-pagi sudah membuat keributan di tempat saya, dan mengatai istri saya wanita murahan!" ucap Dama dingin.
perkataan Dama yang membuat Lina seketika Diam namun ia masih terus berusaha menjatuhkan Anes.
"Tapi pak Anes ini juga dekst dengan pak Hendrik bahkan satu kantor ini juga tau kalau Anes ini ada affair dengan pak Hendrik"
"Lina sebaiknya kamu pergi atau kamu memilih saya memecat kamu dari perusahaan saya!. Hendri atasan kamu juga bgaimana bisa kamu membicarakannya dengan gosip yang belum tentu kebenarannya."
"Tapi..."
ucapan Lina langsung di hentikan oleh Dama " Kamu keluar dari kamar ini atau kamu saya pecat!"
"Maaf saya permisi kalau begitu" ucap lina lalu pegi meninggalkan atasannya.
__ADS_1
"liat aja lo Nes gue uda lo permaluin depan pak Dama dan gue bener-bener akan ngancurin lo. atau bisa lebih dari itu" ucap lina Dalam hati. ia sangat iri terhadap Anes. yang sekarang terbukti bahwa pak Dama adalah suami Anes. sejak dulu Anes selalu lebih unggul darinya.
#sorry kalau masih acak-acakan ya:) #