
"Kemana aja?" dengan melingkarkan lengannya ke pinggang Anes.
perlakuan Dama yang sepwrti ini membuat pipi Anes memerah. untung ia memakai blush on jadi tak kentara merahnya karena malu karena pelakuan Dama.
"Ketaman tadi sama Lina"
"Gue tinggal dulu ya kesana daripada gue jadi obat nyamuk" ucap lina.
" Kamu uda minum obatnya?" tanya Dama.
"tuhkan cuma kandungan aja yang di kwatirin gue nggak" ucap Anes dalam hati sedikit kecewa.
Anes mengangguk saja. "Dam jangan gini ya! kamu ngga perlu perhatian sama aku. aku bakaln jaga anak ini kok. kamu nggak perlu kwatir aku bakalan gugurin Dam. jadi bersikaplah seperti biasanya ya jangan buat aku salah paham atas sikapmu yang berbeda"
Anes pergi meninggalkan Dama lalu masuk ke kamar. Dama ternyata membuntuti Anes dan masuk kekamar.
"Aku serius Nes, aku khawatir juga sama kamu makanya ikut ke acara seperti ini" jelas Dama.
Anes hanya diam sambil melihat ke arah jendela yang menghadap ke pantai langsung.
"Percaya sama aku. aku bener-bener ingin memperbaiki hubungan kita agar seperti pasangan-pasangan lain." sambil menolehkan wajah Anes agar menatap Dama.
__ADS_1
"Apa kamu sudah lupa Dam niat awalmu menikah denganku kan hanya ingin membuat mantanmu kembali padamu"
"aku ingin bertanggungjawab penug atas dirimu dan anak kita kumohon pwrcayalah" dama memeluk Anes. dan membelai rambut Anes.
" mulai sekarang kita coba sama-sama ya"
Anes mengangguk dan tersenyum bahagia. "kita ke pantai yuk Dam aku dari dulu pengen jalan di pantai malam-malam gini. terus kita cari makan aku laper"
"Aku nggak mau kamu kecapean, kandungan kamu lemah Nes. angin malam juga bahaya buat kamu. kita cari makan deket sini aja ya? nanti kalau kandungan kamu sudah stabil aku ajak kesini lagi janji"
" iya, kamu aslinya cerewt ya Dam" ucap Anes sambil tersenyum melihat Dama yang banyak bicara.
"yaudah ayo aku laper"
"Kita kesana yuk Dam" tunjuk Anes mengarah pada sebuah kafe yang bernuansa kayu lampu kafe tergantung membuat kafe tersebut sangat nyaman untuk berbincang. kafe tersebut memakai konsep outdoor dan indoor. mereka duduk didalam memesan secangkir kopi dan nasi goreng.
"Anes!" sambil menepuk bahu Anes laki-laki tersebut menyapa. disampingnya juga berdiri seorang wanita dengan perut membuncit.
iya mereka berdua adalah Resa dan Eza. para mantan pacar.
"kenapa dunia ini hanya selebar daun kelor. dimana-dimana harus ketemu mereka" batin Anes jengkel.
__ADS_1
"Boleh gabung?" tanya Resa ke Dama dan Anes.
dan mereka langsung duduk tanpa mendengsr jawabn Anes ataupun Dama.
"kenapa pakai bertanya kalau kalian langsung duduk" cerosos anes dalam hati lagi.
"Istri kamu Dam?" tanya Resa ke Dama.
"iya" jawab Dama Dingin.
"Kalian berdua kenal?" tanya Dama ke Anes. sambil menunjuk Eza.
"Iya dia mantan pacar aku" jawab Eza dengan gaya yang songong.
"iya mantan pacar yang lo manfaatin dan lo ninggalin gue karena gue uda bangkrut" ucap Anes dingin.
"honey ku sekarang sudah pinter jawab ya" ledek Eza sambil membelai rambut Anes.
Dama dengan tiba-tiba mencengkram tangan Eza"jauhin tangan lo dari istri gue. dan lo bawa perempuan uler ini pergi. atau kalian mau mau gue hajar disini!" ucapnya dingin.
"Udah ayo kita pergi" ajak Resa. Resa yang mengetahui bagaimana sifat Dama yang keras dan berkuasa. hanya sekali telpon Ezza bakal hancur.
__ADS_1
"Dam, kamu kenal sama Eza?" tanya Anes.
#aku up semampuku ya guys happy reading#