
Lina memandangi Anes sorot matanya penuh tanya. namun Anes keburu mengikuti langkah pak bos utama.
"mungin nanti saja saat sampai di Bali aku akan mengintrogasinya " ucap Lina dalam hati.
di Bali mereka semua sampai di hotel yang sudah di pesan perusahaan mereka. pegawai hotel membagikan kunci kamar satu persatu tiap orang. dari sepuluh orang hanya ada sembilan kunci.
pegawai hotel sudah membagikan kunci kamar masing-masing dan semua orang sudah memasuki kamarnya.
hanya tersisa Anes dan Dama yang masih di depan meja recepsionis.
Dama sedang menelpon dan Anes bertanya pada pegawai hotel apa masih ada kamar yang tersisa.
"maaf mbak tidak ada. sudah di booking semua" ucap pegawai laki-laki itu.
" Kamu ngapain pesan kamar lagi? kamu tidur sama saya."
"tapi Dam kita kesini kan untuk kerja bukan untuk liburan, ntar juga nggak enak disangkanya aku simpenan kamu lawong satu kantor nggak tau kalau kita udah nikah"
"udah ayo kamu istri ku jangan ngebantah" lalu Dama menggandeng tangan Anes dan masuk ke kamar.
"Dasar murahan kemarin pak Hendrik yang di deketin sekarang oak Dama" iya jelas ucap salah satu pegawai yang tidak menyukai Anes. namanya Sinta.
sejak pertama kali Anes kerja Sinta sudah merasa tersaingi akan kinerja Anes yg lebih mempuni ketimbang dirinya. namun sinta tak menyadarinya di mata Sinta Anes hanya wanita murahan yang sudah memberikan tubuhnya ke pak Hendrik agar selalu dipilih dan selalu mendapat reward di kantor.
__ADS_1
Sinta merwkam saat Anes dan Dama masuk satu kamar. dan ia tertawa sinis.
" gue akan nge hancurin karir lo Nes" ucapnya dalam hati.
dan benar Sinta membrodcast ke semua teman satu kantor dan seketika itu menjadi bahan ghibahan.
hp Anes mati kehabisan batrai ia tidur sebentar sebelum makan malam bersama satu kantor. bawaan bayi membuat Anes selalu lelah dan ngantuk.
pukul tujuh malam semua pegawai kantor berkumpul di aula yang sudah di sewa. disana mereka makan malam dan membahas qcara untuk besok.
Dama yang berpidato memperkenalkan dirinya. dan membicarakan jadwal esok mulai pagi hingga malam hari. yang di isi mengunjungi tempat wisata di bali.
Lina yang duduk di samping Anes langsung bertanya. "Nes gue kan sahabat lo yang lo xintai kan? sekarang lo jelasin deh hubungan elu sama pak Dama gimana? dia uda punya istri Nes "
"ini apa? " lina menunjukan video saat ia dan Dama masuk Kamar bareng.
"lo tau pak Dama udah nikah kenapa lo mau tidur sama pak Dama?" ucap Lina sefikit emosi karena melihat chat grup yang ramai tentang Anes.
"gue jelasin dan gue harap lu jangan bilang ke siapa-siapa!" Anes harus menjelaskan pada sahabatnya itu.
"Gue istrinya Dama" ucap Anes sambil membisikannya.
"Hah..." teriak Lina yang reflek di bungkam Anes.
__ADS_1
"pelan sedikit lo ikut gue" lalu beranjak menuju taman yang berada di hotel tersebut.
" gue udah nikah sama Dama di jodohin, karena bisnis bokap gue yang bangkrut dan keluarga Dama yang bisa nolong. " papar Anes sedikit berkaca-kaca menahan tangis karena kedua orang tuanya.
"lu nggak buka hp lu ? " tanya Lina.
Anes menggeleng " btre gua habis!"
"lu tuh jadi bahan gibah satu kantor Nes karena video ini!" emosi lina.
" Gue bakal jelasin di grub ini biar mereka nggak ngomongil lo lagi"
"Lin nggak usah, gue nggak mau karena gue nikah cuma karena di jodohkan. buar Dama sendiri yang ngejelasin"
"Anes kenapa lu nggak cerita ke gue sih " sambil memeluk Anes lembut.
"jaga rahasia ya lin" ucap Anes sambil tersenyum.
"kita balik lagi ke dalem pak bos nyariin" ajak Anes.
"Lo tapi masih hutang cerita ke gua ya"
" iya bawel amat sih lu "
__ADS_1