DAMA

DAMA
Duapuluhtiga


__ADS_3

Sugeng menghampiri Sinta ia masuk melalui jendela kamar Sinta yang masih terbuka. Sinta yang tengah terlelap di kehingan malam tak menyadari kalau ada orang masuk ke villanya.


Sugeng buru-buru membungkam mulut Sinta fengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius. Sefikit berontak karena Sinta terbangun saat Sugeng membiusnya namun tak lama Sinta kembali tak sadarkan diri.


Sugeng yang bekerja seorang diri tanpa bantuan itu langsung membawa Sinta ketempat terpencil di tengah pedesaan kota bandung. ada gudang milik keluarga Dama yang saat ini sudah tak di gunakan. dan disana Sugeng membawa Sinta. Sugeng buru-buru menelpon Dama.


drt...drt... hp Dama bergetar ia terbangun dari tifurnya dan melihat nomer yang menelponnya tertera Sugeng ia buru-buru mengangkat dan beranjak dari tempat tidurnya agar tak terdengar Anes.


"Halo, bos saya sudah menemukannya saya sekarang menuju gudang tua bos." ucap Sugeng dengan santai.


"baiklah besok saya akan kesana kau jaga dulu jangan sampai lepas" jawab Dama sambil menyeringai. lalu menutup telponnya.


Anes yang menyadari Dama tak berada di samoingnya saat ia terbangun akhirnya menunggu Dama kembali.


"Habis dari mana Dam?" tanya Anes.


"dari ambil minum sayang" jawab Dama asal.


"kamu kok bangun? tidur lagi ya besok kan harus kerja juga" Dama mengecup kepala Anes.

__ADS_1


iya besok Anes sudah kembali bekerja setelah seminggu istirahat dirumah. Anes tak ingin berhenti bekerja meskipun sudah disuruh Dama. ia menyukai pekerjaannya ia tak ingin kehilangan orang-orang yang selama ini menemaninya sebelum ia menikah.


pukul enam pagi Dama buru-buru bangun dan berangkat ke bandung untuk memberi pelajaran Sinta.


"kamu kok tumben sudah rapi Dam?" tanya mama Dama. dimeja makan.


"Ada urusan ma, Dama harus sampai Bandung pukul 11 siang." jawab Dama.


"Anes belum bangu?" tanya papa Dama dengan menyeruput kopi di teras rumah.


"Belum, nanti bilangin ya pa ke Anes Dama buru-buru" sambil mencium tangan papanya langsung masuk kemobil menuju bandara.


####


"Lepasin gue ********, salah gue apa sama lo" teriak Sinta memohon agar dilepas.


"ntar juga lo tau salah lo apa udah sekarang lo makan atau gue sumpel mulut lo dengan semen" Ancam sugeng yang seketika membuat Sinta bungkam.


Dama sampai di gudang pukul dua belas siang ia langsung masuk dan menemukan Sinta yang masih mengenakan piyama tidurnya dan Sugeng sedang asik dengan rokoknya.

__ADS_1


"Pak Dama!" seru Sinta saat melihat sosook Dama yang sedang berdiri melihatnya dengan sinis.


"Pak Dama saya mohin lepaskan saya!" bujuk Snita


"Saya minta maaf pak terlalu berbuat hal bodoh pada istri bapak" iya Sinta sudah mengetahui kenap ia saat ini disekap. karena ulahnya sendiri Sinta yang menanggung.


"Maaf? enak saja setidaknya kau harus masuk rumah sakit selama seminggu lalu masuk penjara! kau sudah membuatku kehilangan anakku enak saja kau meminta maaf" ucap Dama dingin dan menatap Sinta dengan tatapan ingin membunuhnya.


"Saya hanya di suruh pak... saya..." bongkar Sinta.


"Kenapa berhenti lanjutkan" Dama menjambak rambut Sinta.


"Saya di suruh oleh Eza pak mantan pacar dari istri bapak"


Dama mengepalkan tangannya. "Kenapa?" teriak Dama.


"Karena istrinya masih menginginkan bapak" tamparan keras pun mendarat di pipi Sinta membuat ujung bibir Sinta berdarah.


Dama yang sudah tersulut emosi pun "Habisi dia lalu cari laki-laki yang bernama Eza aku ingin kau bawa kesini juga" lalu Dama pun pergi.

__ADS_1


#Si Dama ternyata kejam ya !#


happy reading ya jangan lupa vote like and share biar semangat up tiap hari maaf ini upnya jarang-jarang soalnya lagi sibuk ada hajat di usahakan up ya kalau ada waktu senggang.


__ADS_2