
"ini apa-apaan!" seru Dama sedikit emosi.
ia langsung mengambil kunci mobil dan bergegas ke kantor cabangnya menemui Hendrik.
sesampainya Dama langsung naik ketuangan Hendrik ia cemburu dan marah melihat kiriman foto tersebut.
tanpa mengetuk pintu ia langsung nyelonong masuk. dan menghantam Hendrik.
"lo apa-apan" Hendrik yang marah dan bingung karena Dama tiba-tiba menghajarnya.
Anes yang melihat hal tersebut segera menjauhkan Dama dari Hendrik.
"kamu kenapa sih Dam?" tanya Anes ia menatap mata Dama dengan sayu.
dama yang ditanyai hanya Diam ia masih mengontrol emosi.
Lina yang tak mengetahui apa-apa tiba-tiba masuk menghampiri Anes ia pikir ruangan Anes tidak ada orang. "Nes kamu ada hubungan apa sama pak Hendrik kenapa bisa mesra-mesraan di kantor"
Lina yang menyadari ia tak bersama Anes saja langsung diam. meligat Dama dan Hendrik yang saling tatap karena emosi.
__ADS_1
"Kamu dateng kesini gara-gara apa? " tanya Anes mengulang lagi karena rak ada jawaban dari Dama.
"Nes mungkin karena ini" tunjuk Lina sambil menyodorkan hp nya.
Anes langsung menepuk jidatnya, ini kan tadi pagi. "Dama ini video sudah di edit memang Pak Hendrik mengelus rambutku tapi dia tidak seperti ini."
"astaga lo cemburu sama gue? " saut Hendrik.
"Udah ah dia lagi kumat mode dingin aktif nggak bisa di ajak bicara. pak Hendrik ada jadwal ketemu calon istri sebentar lagi." ingat Anes pada Hendrik
"Lina ayo makan siang bareng gue, guelaper" lalu Anes berdiri berniat meninggalkan Dama.
mereka bertiga pun pergi untuk makan siang. Sinta yang masih tetap mengawasi dari kejauhan heran kenapa tidak terjadi apa-apa.
sinta semakin geram melihat tingkah Anes. ia benar-benar ingin merebut semua milik Anes.
"Liat aja sebentar lagi lo bakal mati" ucapnya sambil meremas kertas ditangannya.
Dama sudah kembali ke kantor pusat Anes dan Lina kembali ke ruang kerja masing-masing Anes mengerjakan tugas untuk laporan mingguan.
__ADS_1
"Akhirnya selesai juga" sambil meregangkan tangan dan menguap.
Anes pergi kekamar mandi karena ia kebelet disana ternyata ada Sinta yang sedang membenarkan makeup.
"Eh ada nyonya besar disini!" celwtuk Sinta tiba-tiba dengan sinis.
Anes yang biasanya tak pernah menanggapi ocehan Sinta kini ia sedikit terpancing karena setiap berpapasan ia selalu saja di cela oleh Sinta.
"Lo punya masalah apa sih sebenernya sama gue?"
"banyak sekali nyonya besar, pertana lo selalu dapet perhatian dari pak Hendrik. dan karena itu kan lo selalu berprestasi dalam pekerjaan. dan sekarang lo menikah sama pak Dama" tutur Sinta dengan gamblang.
"Lo iri sama prestasi gue? kalau lo iri ya lo usaha lebih dari gue, pengen punya suami kaya ya cari jangan ngincer suaimi orang " sentak Anes.
"dasar ****** lo Nes!" Sinta mendorong Anes ke belakang perut Anes terbentur westafel kamar mandi dan kepala Anes terbentur ubin. darah mengalir dari sela kaki Anes dan pelipisnya. pandangannya seketika gelap dan ia tak sadarkan diri.
#cuma bisa up satu episode saja hari ini guys, lagi sibuk ada hajat ,#
happy reading jangan lupa dukungannya vote serta like kalau bisa juga dikomen.
__ADS_1
kita lihat next episode nanti ya kandungan Anes apa bisa selamat atau tidak? dan bagaimana kelanjutan nasib Sinta apa ia akan sadar?