
Seorang laki-laki paruh baya menghampiri meja skretaris Dama. laki-laki itu mengenakan kacamata dan jaket kulit hitam seperti preman memang tampangnya tyas yang melihat sosok laki-laki itu agak sedikit ngeri.
"Selamat siang pak bisa saya bantu dan dengan siapa?" sapa Tyas.
"saya Sugeng, mau ketemu bos kalian Dama"
" Apa sudah buat janji pak?"
"ini saya tadi di meja receptionis juga ditanya seperti sekarang di tanya lagi" ucapnya sedikit kesal sambil menggebrak meja Tyas.
Tyas langsung menekan tombol telpon pararel yang menghubungkan langsung pada Dama.
"pak ini ada tamu katanya mau ketemu bapak namanya Sugeng"
"oh biarkan dia masuk Yas" ucap Dama dari balik telpon.
"bapak sudah ditunggu mari saya antar pak" ajak Tyas menunjukan jalan ke ruangan Dama.
Tyas mengetuk pintu ruangan bosnya tersebut
"tok...tok..."
"Masuk" seru Dama.
Sugeng langsung duduk di sofa coklat sebelum di persilahkan.
__ADS_1
" buatkan kopi untuk pak Sugeng" perintah Dama pada Tyas.
"baik pak" lalu Tyas pergi dari ruangan Dama ke pantry untuk membuatkan kopi.
diruangan Dama. Dama menjelaskan pada Sugeng untuk mencari seseorang. iyah Dama mencari Sinta melalui Sugeng. Sugeng adalah orang kepercayaan Dama ia di percaya Dama untuk menyelesaikan tugas yang berhubungan dengan kriminal, pencarian orang bahkan membunuh orang. dalam berbisnis hal seperti ini memang lumrah terjadi.
"Cari orang ini !" perintah Dama sambil menyerahkan sebuah foto pada Sugeng.
"cari tau juga motifnya kenapa ia mencelakai istri saya!" lanjut Dama.
Sugeng hanya manggut-manggut mengerti perintah dari Dama.
"untuk bayaran kamu seperti biasa setelah tugas kamu selesai!"
"Siap pak, kalau begitu saya pamit untuk bertugas" ucap Sugeng sambil hormat kepada Dama.
"loh pak tamunya kemana?" tanya Tyas dengan polos.
"ya sudah pergi Tyas, kamu kelamaan buatin kopinya. kamu minum sendiri saja kopi nya"
"yah pak saya nggak seberapa suka kopi" bantah Tyas dengan polos. namun Dama sudah terbiasa dengan sikap polos Tyas entah polos atau bodoh Dama hanya memaklumi.
"Tyas, kamu nanti kalau menerima tamu ibu Resa jangan ijinkan dia masuk lagi ya. apapun alasannya!" perintah Dama.
"baik pak, kalau begitu saya permisi" .
__ADS_1
####
Drt....drt... hape Dama bergetar ia melihat nama yang menelponnya adalah istrinya.
"halo sayang tumben telpon" goda Dama pada Anes.
"Hmmm, apa kamu masih lama pulang kantornya? aku pengen keluar beli jagung bakar" rengek Anes dari balik telpon.
"kamu kan baru pulang dari rumah sakit Nes, aku beliin aja yah kamu tunggu dirumah"
"Yasudah beliin jagung bakar manis nggak pake lama ya " ucap Anes manja.
"siap boskuh hehe" lalu Dama menutup telponnya. kemudian pergi membelikan jagung bakar pesanan istrinya didekat kampus nya dulu.
"Hai Dam" sapa perempuan hamil disampingnya.
(Resa nggak ada kapoknya ya nguber Dama)
"Kamu lagi, kamu ngawasin saya? tiap keluar kok selalu ketemu kamu?" ucap Dama agak ngegas.
"bu jagung bakar manisnya satu" ucap Dama pada penjual jagung bakar. ia tak menghiraukan Resa. yang entah kemana suaminya yang membiarkan Resa kelayaban sendiri.
"Dulu kamu aku suruh beli makanan tengah malem nggak pernah mau. kamu sudah berubah ya Dam?" ucap Resa yang masih mengenang masa-masa bersama Dama.
(si resaa kgak tau malu ye goda suami orang pas lagi bunting)
__ADS_1
Dama tak menanggapi perkataan Resa. setelah jagung yang ia pesan matang ia lalu kembali kerumah tanpa menhiraukan Resa.