
lampu gemerlap diskotik dan suara dentuman musik yang memepakkan telinga. Dama duduk di satu kursi pengunjung dan memesan sebotol minuman. tentunya bukan jus jeruk yang ia pesan. ia masih tetap membayangkan kenangannya bersama Resa wanita yang ia cintai. hampir satu botol ia habiskan dan membuat Dama mabuk.
"Resa apakah itu kamu?" racau nya setiap melihat wanita yang menghampirinya.
"Kau sungguh cantik Resa dengan gaun itu" sambil tertawa dan menunjuk wanita bergaun merah yang menghampirinya.
semua wanita yang ia lihat seperti Resa saat dalam keadaan mabuk. ia keluar dari bar dan pulang bersama supir omanya.
Kota bandung saat itu sedang hujan, Anes yang masih di rumah bersama oma Dama berbincang-bincang santai di ruang tamu. Dama yang tiba-tiba datang dengan sempoyongan membuat omanya kaget.
"Dama kamu apa-apa an!" bentak oma.
"Resa , kenapa kamu tega sekali padaku" racau Dama yang langsung dapat plototan dari oma nya.
"" Kamu bawa dia ke kamar Nes oma nggak sudi liat cucu oma seprti ini. masih saja mengingat wanita murahan itu" racau Oma nya.
omanya jelas tau Dama dan Resa seperti apa. ia tak menyukai resa sejak awal makanya saat tau Dama di jodohkan oma nya orang paling pertama yang setuju. agar Dama tak lagi mengingst Resa wanita yang sudah mencampakannya begitu saja dengan pergi bersama pria lain.
Anes memapah Dama ke dalam kamar. lalu membuka jas Dama beserta sepatu nya. ia membaringkan Dama di kasur. mulut Dama masih tetap meracau menyebut nama Resa.
"Jangan pergi" Dama memegangi tangan Anes.
__ADS_1
"Kumohon jangan pergi Sa"
Dama tiba-tiba memeluk tubuh Anes, Anes berontak untuk lepas dari pelukan Dama. Dama dengang tiba-tiba mencium bibir Anes membaringkan tubuh Anes di kasur.
dengan memukul dada Dama agar berhenti.
Dama meraih tangan Anes dan menindih tubuh Anes yang tubuhnya lebih kecil dari Dama. ia tak bisa berkutik apa-apa. Dama menciumi ceruk leher Anes. dan malam panas itu pun terjadi keperawan Anes di renggut Dama bahkan bukan nama Anes yang Dama sebut saat melepas birahinya hanya nama Resa yang disebut.
paginya Dama terbangun mendengar suara isakan tangis perempuan.
Dama mengucek matanya dan melihat Anes menangis dan menutupi tubuhnya dengan selimut ia kaget dan jelas merasa sangat bersalah.
"Apa yang mau lo per tanggung jawab kan Dam?" ucap Anes sinis. "Mending lo keluar deh gue butuh waktu sendiri."
Dama merutuki perbuatannya sendiri, kenapa bisa ia mabuk bahkan sampai memperkosa Anes.
"Bodoh" ucap Dama sambil memukul kepalanya.
setelah kejadian itu Anes bener-bener tak mau dekat dekat dengan Dama. mereka berdua semakin menjauh dan itu membuat Dama semakin tak enak hati pada Anes.
"Gue harus gimana Nes agar lo mau maafin gue?" ucap dama dalam hati.
__ADS_1
****Skip ya****
sudah dua minggu mereka tak saling sapa bahkan yang semula irit bicara semakin tak ada pembicaraan antara mereka berdua.
Anes menyadari setelah kejadian tersebut seharus nya ia sudah datang bulan namu sudah seminggu lebih tamu bulanannya tak kunjung datang.
"Apa gue hamil ya?" seru Anes dalam hsti. pikirannya semakin dihantui dengan kehamilan.
saat di tempat kerjapun ia pun sering mengsntuk tidak jelas. kepalanya pusing dan semakin sensitif pada bau-bau an.
"Lin lo bisa agak jaga jarak dari gue nggak, bau parfum lo bikin gue pusing" sambil memijati pelipis kepalanya.
lina yang mendapat pernyataan tak biasa dari Anes bertanya "Lo hamil ya?, biasanya nggak ada masalah sama bau parfum gue sekarang parfum gue lo salahin"
"ngaco lu, gue cuma pusing"
Anes lalu berdiri nistnya mau ke pantry buat ambil obat sakit kepala namun keadaan sekelilingnya tiba-tiba berputar tak lama pandangannya hanya gelap.
satu ruangan di buat panik oleh Anes yang pingsan. Hendrik ysng melihat Anes tiba-tiba pingsan ia dengan sigap membopong Anes dan membawanya ke rumah sakit.
#tunggu kelanjutannya ya guys maaf up nya agak lama happy reading #
__ADS_1