Dear, My'Hawa

Dear, My'Hawa
GOOD BYE AND SEE YOU


__ADS_3

Aisya adakah alasan kenapa Ernest sangat berusaha. Gadis itu berkata, Allah menyukai hamba yang tak patah semangat, optimis dan gigih!


Aisya bergetar di atas alat terapi, jujur saja, ia sakit setiap kali melakukan terapi organ motoriknya, namun dukungan dari orang sekitar membuatnya tetap kuat hingga detik ini.


Baik Aisya ataupun Ernest kini sama-sama berjuang, dimana setiap helaan nafas adalah bentuk rasa syukur atas nikmat karunia Tuhan Yang Maha Kuasa.


Badai sudah berlalu, berganti pelangi dan hari cerah. Hubungan Ernest dan kedua orangtuanya membaik, begitupun mama Iren yang dapat menerima kehadiran Aisya. Meskipun kondisi Aisya masih sama.



Setiap harinya Aisya lewati dengan hati ikhlas, biarlah sakitnya menjadi penggugur dosa.



Ernest memang manusia berkualitas, otaknya tak perlu diragukan, pemuda itu melenggang ke tahap OSN tingkat provinsi dan kembali menyisihkan sekian banyaknya siswa di kota-kota besar.



"Assalamu'alaikum!" wajah cantik nan manis menghiasi layar ponsel Ernest.



"Wa'alaikumsalam," Ernest tersenyum masih dengan wajah bersinar dan rambut depan yang basah.



"Baru beres isya?" tanya Aisya. Ernest mengangguk seraya membereskan pakaiannya, yap! Besok Ernest akan pergi ke Jakarta untuk mengikuti Olimpiade Sains tingkat nasional.



"Cieeee, selamat ya! I'm proud of you! You deserve,"



Ernest tertawa kecil, "kalo aku ngga lolos ngga apa-apa kan?" tanya Ernest.



Aisya mencebik, "ya Allah Ernest! Ngga apa-apa kali, kamu tetep jadi kebanggaanku," pipinya merona, Aisya sudah tak malu-malu lagi mengungkapkan kepunyaannya.



"Cie, mana punya kamu?" goda Ernest membuat Aisya menggembungkan pipinya marah, "Ernest ih! Ya udah aku matiin vicall-nya!"



"Yee jangan atuh neng! Iya deh iya, maaf. Minimalnya beberapa keuntungan termasuk beasiswa prestasi ke universitas yang jadi impian..." balas Ernest. Aisya tersenyum, "congrats!"



"Oh iya, kamu mau kampus mana?" tanya Aisya.



"Aku pengen ke Mesir!" jawab Ernest.



"Wah cocok, cocok! Cocok jadi anak buah Fir'aun!" tawa Aisya membuat Ernest berdecak, "enak aja, jadi penghuni sarkofagus! Aku mau masuk Al Azhar, kampus impian yang memisahkan antara kampus putra dan putri, Al Azhar----kiblatnya ilmu keislaman, disana juga ada prodi umum aku mau ambil sains dan matematika, semoga disana aku bisa lebih mengkhusyu'kan lagi kecintaanku terhadap ilmu agama...agar siap menjadi imam untukmu di depan abi, umi, a Ikhwan dan teh Raudhah..."



Aisya tak mampu berkata-kata lagi selain dari meng'aminkan do'a Ernest, "aamiin.." gumamnya.



Sedetik kemudian keduanya terdiam cukup lama, hanya saling menatap tanpa bersuara hingga Ernest akhirnya buka suara, "kalo seandainya kita ldr...kamu sanggup? Kalo seandainya aku dapat meraih bangku di Al Azhar?"



Aisya menelan saliva sulit, "memangnya selama ini kita ada hubungan?" tawanya sumbang. Ernest menautkan alisnya kemudian mengangguk-angguk, "oh iya ya! Kamu kan ngga pernah jawab mau apa engga jadi pacarku!" ia tertawa, "kita hts'an ya?!" Ernest baru menyadari.



"Aku percaya kalau Allah akan menjaga kamu, menjaga ragamu, hatimu, mata dan telingamu..." lirih Aisya.



"Dan aku percaya, kalau matamu, telingamu, ragamu, dan hatimu akan dijaga....sama a Ikhwan! Eaaaa!" jawab Ernest. Aisya tergelak di kamarnya.

__ADS_1



"Aku masih punya janji sama kamu, Sya..." ucap Ernest.



"Apa?" tanya Aisya.



"Membawamu ke Jabal Rahmah," lirih Ernest.



Aisya menghela nafasnya, "kalau gitu kutunggu..." balasnya tersenyum.



...***THE END GUYS 😘😘***...



Jadi ceritanya tuh si Ernest wushhhh! ✈️✈️✈️ terbang ke Mesir, lalu sepenggal potongan bocoran bab season 2 ada di bab 1 karya ini ya guys😌 yang si Ernestnya di pesawat itu loh, sambil pegang-pegang tiket!



Tadinya, aku mau panjangin nih cerita sampai mereka berjumpa kembali lalu seterusnya---seterusnya dan seterusnya. Tapi kurasa, itu sudah bukan ranah teen lagi. Dan sudah melenceng dari deskripsi karya ini, so...karya ***Dear My'Hawa season 1*** memang sudah berakhir disini, cerita kisah kasih manis mereka berakhir saat Aisya dan Ernest akhirnya menggapai cita-cita sampai diterima di kampus impian keduanya.



But, jangan sedih! Aku bakalan bikin season 2 bagi pembaca yang memang penasaran dengan muara cinta keduanya, akan se-seru apa? dan yang jelas konfliknya mungkin berbeda dengan ciri khas si Ernest yang kebanyakan gombal 😒



See you di season 2 ya guys👋👋



PROLOG SEASON 2


Hari demi hari dijalani mengalir seperti air, kemana takdir Allah membawa maka disitu nasib manusia bermuara. Aisya masih tetap berada di kursi rodanya meski ada perkembangan kesehatan, tapi itu tak cukup signifikan.


Kisah-kasih masa remaja yang penuh dengan canda tawa adalah sepenggal cerita manis Aisya dan Ernest. Semua berjalan seperti harapan, Ernest menjadi kebangaan semua orang, ia akhirnya berkuliah di Al Azhar university, sementara Aisya mengambil prodi astronomi di institut teknologi kota kembang.


Jikalau memang jodoh, maka tak akan kemana.


"Apa kabar kamu my'Hawa?"


"Apa kabar kamu my'Adam?"



Langkah kaki Ernest membawanya ke sebuah rumah yang sangat ia rindukan, ke rumah yang dulu sering menjadi tujuannya berkelana.



Namun ada yang berbeda, Ernest mengerutkan dahinya berlipat-lipat saat turun dari taxi, bahkan ia belum sempat pulang ke rumah dan memilih singgah terlebih dahulu ke rumah sang Hawa. Rindu yang kian hari kian menggunung tak bisa ia tahan.



Aisya mendorong kursi roda, sebenarnya sedikit demi sedikit ia sudah bisa menggerakan kaki, namun tak banyak pergerakan, hanya baru dapat menggeser posisinya beberapa centi saja, untuk selebihnya ia belum dapat berbuat lebih.



Aisya sudah siap dengan kebaya berwarna pink soft senada dengan jilbab dan rok satinnya.



"Anak umi cantik,"



"A Sandi sama keluarganya udah dimana, mi?" tanya Aisya.



"Katanya sih udah deket, kamu siap-siap, panggilin Raudhah di kamarnya..." umi kembali masuk ke dapur.


__ADS_1


Aisya mencari dimana Raudhah berada, hingga ia menemukan pintu rumah yang terbuka.



"Aisya?" gumam Ernest.



Sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan rumah Aisya dan dari dalam mobilnya keluar sesosok lelaki muda dengan batik parang coklat bersama keluarganya.



DEG ! Siapa lelaki itu, Aisya pake....mata Ernest meneliti namun hatinya sulit menerima logika jika kini rumah Aisya seperti sedang mengadakan ssbuah acara lamaran.



*Aku masih punya janji sama kamu*,



*Apa*?



*Membawamu ke Jabal Rahmah*,



*Kalo gitu aku tunggu*,



Ernest mengurungkan niatannya melangkah lebih dalam lagi.



"Assalamu'alaikum!" seru keluarga Sandi, pandangan Aisya langsung mengarah keluar, bersama keluarganya yang keluar dari dalam.



Namun netranya menangkap sesosok lain jauh di belakang Sandi dan keluarga, "Ya Allah!"



Netra keduanya jatuh ke tempat satu sama lain hingga saling tatap tak dapat terhindarkan lagi.



"Aisya..."



"Ernest..."


.


.


.


.


.


Eaaaaa! 😜😜😜😜 penasaran ngga?! Tunggu nanti launchingnya aja disini!



Akhir kata, atas nama pribadi Author Sinta Amalia mengucapkan terimakasih atas dukungannya, aku sadar terlalu banyak kesalahan disini, typo bertebaran, insyaAllah ambil sisi positif dan buang yang negatifnya. Bacaan ini hanya hiburan semata, so jangan dibaperin guys!



Terimakasih saya ucapkan untuk seseorang yang tidak mau disebutkan namanya sudah mau saya korek-korek masa lalunya, aweuu! Makasih tadz, semoga kisah ini menginspirasi yeee! Kesalahan sepenuhnya milik saya dan kesempurnaan hanya milik Allah semata, lope-lope selautan buat yang masih bertahan membaca 😍😍😍 see you next season guys 😘


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2