
...Langit 17 Agustus memecahkan keheningan dan kekhidmatan pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih. Aku terdiam menatapnya, melihatnya menapakkan kakinya sebagai penjuru barisan. Tak terasa butiran-butiran air mata sudah membasahi pipiku. Aku hanya sahabatnya yang selalu mendukungnya. Aku hanya sahabatnya yang ikut bangga melihatnya di sana. Melihatnya berada dibarisan para paskibraka yang terpilih mengibarkan Bendera Pusaka di Istana Kepresidenan....
..."Sil, Aku terpilih mewakili daerah kita untuk berangkat ke Jakarta." Isi pesan singkatnya waktu itu....
..."Selamat... Selamat... Selamat."...
...Aku hanya bisa menuliskan kata-kata itu untuk mengungkapkan rasa bahagiaku. Karena Aku tidak tahu harus berkata apalagi selain kata 'Selamat'....
..."Aku akan berangkat minggu depan. Aku akan dikarantina selama 3 bulan tanpa boleh menggunakan alat komunikasi apapun."...
..."Bagus dong. Kesempatan tidak akan datang dua kali. Terus kamu mikir apa lagi coba?!"...
..."Dia gak ingin aku berangkat ke Jakarta."...
..."Siapa? Pacarmu! Duh... Gilak aja, ngapain juga kamu goyah karena dia. Berangkat aja sudah. Aduh, sayang banget gilak."...
..."Berangkat! Jadi aku berangkat ya, Sil. Aku harus berangkat ya."...
..."Iya lah, kamu harus berangkat Andika Perkasa. Udah berangkat aja. Jangan hiraukan dia. Kamu di sana bakalan ketemu gadis-gadis cantik yang memesona lho, bahkan lebih dari dia." Candaku padanya....
..."Nah, itu yang ditakutkan pacarku."...
..."Hahaha" Tawaku meledak gemas....
..."Kamu itu ya... Serius nih."...
..."Iya... Iya. Udahlah. Masa depan itu ada ditanganmu. Jodoh itu ada ditangan Tuhan, Dika. Yakin deh, Tuhan kasih kamu itu yang terbaik."...
..."Siap. Aku sudah sejauh ini, jadi aku gak bisa berhenti begitu saja. Makasih ya. Aku pasti akan merindukan mu." Dia memelukku erat serasa enggan untuk melepaskan pelukannya padaku. Hari itu, hari terakhir aku dan Andika bertemu....
...Ponselku berdering tapi nomor ini tidak Aku kenal. Aku masih terbawa suasana haru yang menyelimuti pikiranku....
..."Halo... Siapa ini?" Jawabku enggan untuk melanjutkan karena nomor ponsel ini asing bagiku....
..."Sil, ini Aku." Suara ini tak asing bagiku,tapi aku tidak yakin kalau suara ini adalah Andika. Dia masih di Istana Negara....
..."Siapa?"...
..."Hhmm... Gitu ya. Cuma tiga bulan kita gak ketemu, kamu lupa dengan suaraku." Gerutunya terdengar dari kejauhan....
..."Andika." Seruku seolah tak percaya."Andika kah ini?" Tegasku lagi....
__ADS_1
..."Iya. Ini aku, Andika. Nomor lama gak aktif, aku lupa waktu mau berangkat orang rumah tidak aku suruh isi pulsa. Jadi hangus. Eh... Ngapain bahas beginian. Kamu apa kabar sil?"...
..."Aku Baik, kabar aku baik."...
...Tak terasa air mata ku mengalir begitu saja, tapi aku mencoba untuk menahannya....
..."Kamu nangis? Ngapain nangis, Sil!"...
..."Dasar menyebalkan, kamu keren. Aku nangis karena kamu keren." Tangisanku makin pecah sampai hampir terisak....
..."Hahaha. Kamu yang menyebalkan, masak lihat aku keren malah nangis."...
..."Ah.. bodoh amat ah. Pokoknya aku bangga banget sama kamu. Kamu benar-benar keren. Meskipun kamu keliatan gelap." Godaku....
..."Jelas lah, aku item. Tiap hari aku kena sinar matahari tau."...
..."Eh, Dika. Kok kamu telfon aku. Kenapa gak telfon orang tua mu?"...
..."Mereka ada di sini lha, Sil. Ngapain aku telfon orang tua ku. Hahaha."...
..."Oh. Iya ya. Hehehe. Terus udah telfon pacarmu. Dia pasti nungguin kamu tuh "...
..."Ah, ngapain sih bicara soal dia. Malas banget. Aku kangennya sama kamu, ngapain tanyain dia coba. Kok malah bicarain dia. Lupakan, nyebelin banget deh kamu. Oiya, Sil. Gimana tes masuk PTN-nya? Lolos kah!"...
..."Selamat ya... Udah jadi anak kuliahan kamu. Kapan masuk kuliah?"...
..."Makasih ucapan selamatnya, jangan lupa bawain kado ya yang besar." Candaku pada Andika....
..."Siap. Tak bawain kado yang sebesar aku nanti. Kapan mulai kuliah?"...
..."Aku masuk baru bulan depan sih."...
..."Ya... Aku bakalan gak ketemu kamu."...
..."Kan kalau weekend aku pulang. Kalau gak gitu ya sebulan sekali."...
..."Eemmm. Pasti kamu bakalan sibuk kuliah. Eh, sudah dulu ya. Nanti sambung lagi. Aku mau ada kunjungan nih, Sil. Bye."...
...Tut... Tut... Tut... Suara ponsel terputus dari kejauhan. Aku hanya bisa tersenyum dan masih merasa haru. Dia, Andika. Sahabatku akhirnya meraih impian yang tidak pernah disangkanya....
..."Kegiatanku padat banget setelah upacara selesai. Aku jadi Duta Pariwisata. Aku jadi model iklan. Hhmm aku jadi orang sibuk sekarang." Isi pesan singkat yang dikirimkannya ke aku dan aku hanya bisa tersenyum bahagia membacanya....
__ADS_1
..."Kamu sudah mulai sibuk kuliah ya? Pasti kamu sedang mulai OSPEK. SEMANGAT YA."...
...Dia selalu menyempatkan berkirim pesan singkat denganku. Entah mengapa pesan singkat darinya membuatku bersemangat. Padahal hanya kata-kata receh seperti itu....
..."Besok aku sudah take away pulang ke rumah. Kamu kapan pulang? Ketemu yuk. Aku sudah kangen main basket sama kamu."...
...Kita memang sering main basket bersama. Kita bisa nyambung kayak gini karena hobby kita sama, yaitu main basket. Berawal dari situ kita sering komunikasi dan juga bekerja sama dalam kegiatan OSIS di sekolah. Dia itu anak yang manja, kekanak-kanakan. Mungkin karena aku lebih tua dari dia, jadi dia sering bertukar cerita dan pendapat denganku....
..."Aku ke rumah mu sekarang!"...
...Aku terperanjat dari kasur. Aku masih belum mau beranjak dari kasur empukku, malah dia sudah berangkat saja. Aku bergegas menuju kamar mandi. Aku gak mau kena omelannya. Pas,waktu yang tepat. Dia datang dan aku sudah selesai mandi. Aman dari omelan....
..."Permisi." Teriakannya depan pintu....
..."Iya.. gak usah teriak. Aku denger woy." Sambil ku bukakan pintu....
..."Sil..." Dia memelukku erat....
..."Dika... Dika... Lepas he.. lepas."...
..."Maaf khilaf. Habisnya kangen banget sama kamu. Masuk ya..." Dia langsung nyelonong masuk tanpa sungkan. "Mana Om dan Tante?"...
..."Gak ada, belum pulang. Tadi mereka ke rumah Nenek."...
..."Nih... Buat kamu." Menyodorkan paperbag kepadaku....
..."Apaan?" Karena saking penasarannya, langsung aku buka. "Wah... Jaket ini." Mataku berkaca-kaca....
..."Itu kan jaket yang kamu pengeni. Kado buat kamu juga karena sudah berhasil masuk PTN yang kamu inginkan."...
..."Makasih. Asli ya ini, Dik?" Sambil aku tempelkan jaket itu di badan ku yang mungil....
..."Hello... Aku punya banyak uang sekarang. Ngapain tak belikan KW."...
..."Sombong.... Sombong. Percaya deh iya yamg banyak uang" Gumamku. "Tapi... Makasih ya...kadonya."...
..."Hah... Makasih doang. Cium dong." Menyodorkan pipinya....
..."Tak pukul nih, mau macam-macam sama aku." Aku mengangkat paper bag yang ada di hadapan ku....
..."Ampun, Sil. Kamu gak berubah ya... Tetep nyebelin." Sambil mengacak rambutku gemas....
__ADS_1
..."Bodoh amat, yang jelas makasih ole-olenya." Aku tersenyum kecil dan menatapnya. Andika berbalik tersenyum manis dan menatap ku juga. Andika masih sama seperti Andika yang aku kenal sebelumnya, tidak ada yang berubah....
...(Bersambung)...