Dear Captain

Dear Captain
14. Kekhawatiran


__ADS_3

...Masa libur sudah usai. Aku kembali menjalani dunia nyata yang penuh dengan hingar-bingar. Meskipun begitu, aku merasa memiliki dunia baru yang makin berwarna. Tau kenapa aku bilang lebih berwarna? Karena komunikasi ku dengan Damian makin intens. Aku tidak berharap lebih pada hubungan kita. Cukup dengan kami berteman saja. Aku tau berharap pada manusia itu banyak kecewanya. Ya aku sudah pernah kecewa. Bahkan sangat kecewa....


...Drrrttt Drrttt...


...Suara getaran ponselku yang aku taruh di atas meja. Aku melihat ada nama yang aku tunggu dari tadi sebenarnya untuk ditelfon. Damian....


..."Hai, Sil. Malam." Suara Damian diseberang sana yang selalu meneduhkan....


..."Hai, Dam."...


..."Sil. Besok sibuk gak kuliah kamu?"...


..."Aku hanya ada kuliah pagi aja sih, paling jam 9 kelar. Ada apa?"...


..."Yes... aku mau minta tolong."...


..."Minta tolong apa?"...


..."Temenin aku datang ke acara tunangannya mantan pacar aku."...


..."Hah??!!" kaget ku setengah mati....


..."Acaranya di hotel dekat kampus kamu. Tolongin aku ya..."...


..."Kenapa harus aku coba, Dam!!"...

__ADS_1


..."Karena, kamu satu-satunya teman cewek yang aku punya selain pasutri geje itu."...


...Aku sontak tertawa mendengar ocehannya. Damian memang orangnya suka terus terang kalau bicara. Dia selalu bisa mengutarakan bahkan mengekspresikan apa yang sedang dia alami. Beda sama aku yang pandai menyembunyikan emosi....


..."Sil, kamu masih di sana kan?!"...


..."Eh, iya. Masih Dam."...


..."Please... bantuin aku ya. Besok aku sampai kampus mu jam 9 ya. Acara undangannya jam 12 kok, jadi aman."...


..."Baik lah, iya iya. Gak usah ngebut lho besok."...


..."Siap sayang. Eh."...


..."Ya udah, sampai ketemu besok."...


...Damian mematikan ponselnya. Suer gue bingung harus pakai pakaian apa buat besok. Secara gitu,aku bukan wanita feminim yang punya gaun dan sepatu hels yang cantik. Isi lemari ku baju casual semua isinya. Ah, bodoh amat. Kok aku yang bingung, kan Damian yang mau menghadiri acara mantan pacarnya. Ah, aku gak mau mikir, tidur ah dah malam....


..."Sil." Sapa seseorang yang aku kenal suaranya. Aku menoleh ke sumber suara dan benar. Damian. Gila pagi benar dia sudah nyanggong di depan fakultas ku....


..."Damian... kamu benar-benar niat banget ya." godaku sambil mendekatinya....


...Damian berdiri sambil tersenyum. Seperti biasa, senyumannya membuat ku meleleh....


..."Sudah ku duga. Kamu bakalan apa adanya. Tapi kali ini kamu harus dimake over."...

__ADS_1


..."Maksudnya?!"...


...Damian menggeret ku tanpa menghiraukan sekitar. Aku benar-benar merasa jadi seorang yang sangat beruntung digeret sama pangeran tampan karena hampir semua mata di lorong kampus ini melihat ku. Eh, bukan melihatku tapi melihat Damian yang tampan jelasnya....


...Damian membawaku menaiki mobil sedan yang bisa dibilang mewah. Gila... mewah, iya beneran mobil mewah lah kalau sekelas aku. Sebenarnya Damian ini orang yang seperti apa sih. Makin penasan aku dibuatnya....


...Kita sampai disebuah salon kecantikan. Damian menggeret ku ke dalam. Aku tak bisa menolak sedikit pun. Seperti aku tersihir oleh penyihir tampan....


..."Mbak, tolong bikin gadis ini makin cantik ya." Pinta Damian kepada salah satu pegawai salon. Pegawai salon langsung membawaku menjalani beberapa proses. Mulai dari rambut yang entah diapakan dan memberiku make up. Suer aku baru pertama kali ini masuk ke salon kecantikan yang begitu... WOW. Aku jadi cantik banget. Menurut ku sih. Kemudian pegawai salon membawaku menemui Damian yang sedang duduk di loby salon untuk menungguku....


..."Damian." panggilku yang membuat Damian menaruh majalahnya dan mengalihkan pandangannya ke arah ku....


..."Ka... mu." Damian sepertinya tertegun melihatku. Aku bingung apakah ada yang salah dengan penampilanku. Tapi aku merasa aku sudah melebihi ekspektasi dari spek bidadari....


..."Saya harus bayar tagihannya di kasir kan Mbak?" Damian beranjak dari kursinya dan menuju kasir. Dia tidak berkomentar apa pun dengan penampilan ku....


..."Sil, kamu... cantik banget." Tiba-tiba Damian mengatakan hal itu ketika di mobil....


..."Hampir saja aku mati ketakutan. Aku kira aku aneh, sampai kamu diam saja."...


..."Aku hanya terpesona hingga tidak bisa berkata-kata."...


...Damian memegang tangan ku, mendekatkan wajahnya ke arah ku. Kemudian dia membisikkan. "Ayo aku belikan gaun untuk mu."...


...Pikiranku udah gak karuan. Hampir saja aku berpikir dia akan... mencium ku. Dasar otak ku aja yang bucin. Hahaha. Damian mengalihkan pandangannya dengan masih memegang tangan ku, dia melajukan mobilnya....

__ADS_1


__ADS_2