
...Damian mengajak ku ke butik yang cukup mewah. Gila ini gaun harganya gak ada yang murah. Pengen banget aku keluar dari butik ini. Ya Tuhan, aku gak tahan lihat harganya....
..."Damian, bisa cari butik lain saja kah?" Pintaku sedikit berbisik....
..."Gak. Kamu pasti akan lebih cantik lagi pakai gaun di sini. Udah percaya sama aku." Damian menggandengku dan memilihkan beberapa baju untuk aku coba. Aku merasa, aku mengalami sindrom drakor. Aku seperti sedang suting drakor (drama korea). Si cowok menyuruh si cewek untuk mencoba beberapa gaun untuknya. Klise banget kan ya....
..."Damian. Capek" Gerutu ku....
...Damian tersenyum manis ke arah ku. Dia memberikan instruksi kepada pegawai butik untuk mengambil tagihannya....
..."Aku suka kamu pakai gaun ini. Cantik." Damian memujiku dan mengaitkan rambut ku ke telingaku karena yang terurai sedikit terkena angin....
..."Makasih." aku makin gugup dibuatnya. Suer, Damian ini cowok seperti apa sih....
...Aku terkaget-kaget. Ternyata dia tidak hanya membeli satu, tapi ada beberapa tas yang harus kita tenteng ke mobil. Aku membelalakkan mata dan mengambil napas panjang....
..."Damian... acara seperti apa sih yang harus kita datangi?"...
..."Nanti kamu akan tau." Lagi-lagi Damian hanya tersenyum manis ke arah ku....
...Kita sampai di sebuah hotel bintang lima yang sangat cantik. Pantas saja, Damian mendandani ku sedemikian rupa. Astaga, aku macam Cinderela kesiangan. Kami turun di lobby, kemudian Damian membawaku menaiki lift. Di dalam lift, Damian memakai Jaz yang ditentengnya dari tadi. Ternyata dia sangat tampan, bahkan sangat sangat tampan dan gagah memakainya....
..."Sebentar. Ini agak miring." Aku mencoba membenarkan posisi krah bajunya yang sedikit miring. Gila, jantung ku. Jantung ku hampir copot ketika aku berdekatan dengan Damian. Apalagi melihat pandangan mata Damian yang begitu tajam tapi meneduhkan....
..."Sudah." Aku sedikit menjauh....
..."Makasih. Nanti jangan jauh-jauh ya dari aku." Pinta Damian padaku....
..."Siap. Lagian aku gak kenal sama sekali sama orang-orang yang ada di pesta itu."...
...Kami sampai pada lantai yang dituju. Damian meraih tanganku dan menggandengku. Kami masuk ke ruangan yang sudah dipenuhi oleh manusia yang semuanya berpenampilan berkelas. Iya sangat berkelas. Aku melihat ke sekeliling ku, mereka semua dari golongan atas. Wah, ini beneran negeri dongeng....
..."Damian. Baru kali ini aku datang ke acara yang beginian."...
__ADS_1
..."Nanti kamu akan sering aku ajak ke acara beginian." Ucapnya sedikit tidak jelas karena tercampur dengan suara musik dalam gedung....
..."Apa?"...
...Damian tidak sempat untuk menjawab rasa penasaran ku. Acara di mulai. Prosesi pun di mulai. Aku sih tidak begitu tertarik untuk menyaksikan mereka pangeran dan putri yang sedang bertunangan. Tapi ketika mereka menyebut nama 'Andika Dwiara' sontak aku langsung mengalihkan pandangan ku ke layar besar yang terpampang di depan kita....
..."Andika Dwiara?!"...
...Ya, ternyata itu adalah Andika yang aku kenal. Andika yang pernah ada dalam kisah ku. Andika yang itu. Tangan ku tiba-tiba menjadi dingin....
..."Sil, kamu gak apa-apa? Kok tangan mu tiba-tiba dingin." Damian menggenggam tangan ku dan menggosok-gosok lembut....
..."Aku... aku gak apa-apa."...
..."Padahal yang harusnya tangannya dingin aku. Kok malah kamu. Gadis yang bertunangan itu adalah mantan pacarku yang diambil alih oleh sahabatku." Pengakuan Damian yang membuatku terdiam....
..."Mantan pacar kamu?"...
..."Kalian?!"...
...Prosesi pertunangan mereka selesai. Aku mencoba bertahan meskipun ada rasa sesak di dada ku karena laki-laki yang bertunangan itu adalah Andika. Iya Andika....
...Damian menggandengku. Damian membawaku mendekati pasangan yang sedang berbahagia itu....
..."Damian. Kenapa kita harus menemui mereka?"...
..."Karena tujuan ku ke mari karena ingin memperlihatkan kepada mereka. Aku juga bahagia seperti mereka."...
...Aku tidak bisa berkata apa pun. Aku sudah di sini. Jadi aku mau gak mau harus mengikuti Damian....
..."Hai." Damian menyapa mereka....
..."Hai... Damian. Kamu beneran datang." Laki-laki yang barusan bertunangan itu, iya Andika. Dia memeluk Damian. Tapi aku melihat gadis itu tersenyum melihat mereka, tapi dalam senyumnya ada sesuatu yang sedang dia simpan....
__ADS_1
..."Selamat ya buat kalian berdua."...
..."Gadis cantik ini siapa, Dam?" Gadis itu tersenyum padaku....
..."Oh, iya. Ini calon istri ku." Suer, aku sangat terkejut dengan ucapan Damian. Dia harus banyak mendapatkan pukulan dari ku nanti....
..."Beneran Damian. Selamat ya."...
...Andika ternyata tidak mengingat ku. Apa karena penampilan ku ini, jadi dia tidak mengenali ku. Aku hanya tersenyum kepada mereka berdua. Padahal hati ku rasanya tidak karuan saat ini....
..."Sebentar, kita belum kenalan. Gak sopan dong kalau kamu gak kenalin calon istri mu pada kami." Celetuk Andika kepada Damian....
..."Namanya Sesil."...
..."Hai." Aku berpura-pura baik-baik saja. Tapi ketika Damian menyebutkan nama ku. Raut wajah Andika sedikit berubah....
..."Sesil?!"...
..."Iya, Sesil. Kenapa Dik?"...
..."Gak apa-apa. Nama yang familiar aja."...
..."Ya udah, kami ambil makanan dulu ya."...
..."Oh, iya silakan."...
...Mimpi apa aku Tuhan, harus menghadiri acara seperti ini dan aku harus bertemu dengan Andika lagi. Tapi dalam acara seperti ini....
..."Sesil." Ada yang memegang pundak ku. Aku membalikkan badan ku begitu saja, aku kira Damian, ternyata yang memanggilku adalah Andika....
..."Andika?!"...
..."Ternyata aku tidak salah. Kamu Sesil yang aku kenal."...
__ADS_1