
...Dinginnya angin malam membuat suasana kami jadi semakin dingin. Aku berasa membeku dan tak membuka sedikitpun mulut ku. Apalagi kak Arya, dia tertunduk dan hanya memainkan jari-jarinya. Aku juga gak tau harus memulai percakapan ini dengan kata apa....
..."Dek. Cowok tadi itu yang ketemu di rumah makan kan?" Kak Arya mulai membuka pembicaraan....
..."Iya, Kak." Suara ku pelan....
..."Sejak kapan?"...
..."Dia hanya teman."...
..."Teman gak gitu, Dek."...
..."Aku gak ada apa-apa sama dia."...
..."Tapi dia?"...
...Aku terdiam. Menunduk. Aku pasrah. Entah apa yang terjadi, aku pasrah....
..."Mungkin salahku juga sih. Aku sering nyuekin kamu, Dek."...
..."Bukan, bukan begitu."...
..."Sepertinya memang LDR itu berat." memandangku lembut....
..."Bukan, bukan begitu." Menetes air mata ku....
..."Kamu berhak mendapatkan perhatian yang lebih. Bukan orang seperti aku yang suka nyuekin kamu." Menghapus air mata ku....
__ADS_1
..."Maaf." Aku memegang tangan lembut kak Arya yang masih menempel di pipi ku....
..."Udah jangan nangis. Kamu suka sama dia?"...
..."Aku..." Makin nangis....
...Kak Arya memeluk ku lembut. Aku semakin menangis dalam pelukan kak Arya. Bagaimana tidak, aku seperti orang serakah saat ini. Disisi lain aku sangat menyukai Andika. Tapi disisi lainnya lagi aku takut kehilangan Kak Arya....
..."Aku tidak mau menyakitimu. Lebih baik aku sama kamu, seperti adik dan kakak saja."...
..."Maksudnya?" melepas pelukan kak Arya....
..."Kita akhiri saja hubungan kita."...
..."Kak!!"...
...Malam ini. Malam yang terlalu dingin dan kejam. Aku harus membuat sebuah pilihan. Pilihan yang benar-benar tidak membuatku bahagia sedikit pun. Pilihan yang sangat berat. Aku tau hal seperti ini bakalan terjadi....
..."Kak. Maaf."...
..."Aku sangat menyayangimu. Bahkan lebih dari yang kamu tau dan kamu lihat."...
..."Jangan membuatku merasa semakin bersalah."...
..."Mungkin jodoh kita sampai di sini. Aku harap kamu akan baik-baik saja. Bahagia. Bisa menjadi diri sendiri. Aku tau selama ini kamu bersamaku tidak menjadi kamu. Tapi mencoba menyetarakan dengan keinginanku."...
..."Kak." ...
__ADS_1
..."Boleh aku memeluk mu sekali ini aja. Sebentar saja."...
...Kak Arya memeluk ku. Kali ini pelukannya begitu hangat. Bahkan aku tak ingin melepaskannya. Aku gak ingin melepaskannya. Aku memeluknya lebih erat dari dia memelukku. Dia mengelus rambutku lembut. Kemudian mencium keningku....
..."Terima kasih sudah bersamaku selama setahun ini. Selalu mendukungku dengan tulus. Selamat tinggal."...
..."Kak." Aku menggenggam tangannya....
..."Aku baik-baik saja. Kamu gak usah khawatir." ...
...Kak Arya melepaskan genggaman tanganku perlahan. Aku tau dia juga sangat berat melepaskan genggamanku. Kak Arya berjalan keluar....
..."I Love you, Kak." Aku memeluknya dari belakang....
..."I love you too."...
...Aku melepaskan pelukan ku. Mencoba mengikhlaskan semua yang terjadi. Meskipun pasti rasa ini, kejadian ini akan terus membekas dalam hidupku. Karena pacar pertama ku, bukan cinta pertama ku. Kak Arya benar-benar pergi. Aku tak kuasa menahan tangisku. Hanya tangis yang bisa sedikit melegakan ku. Kaki ku terasa lemas. Hingga aku enggan untuk berdiri dan beranjak. Aku baru saja melepaskan orang yang baik. Tapi mungkin ini yang terbaik, dari pada aku menyakitinya lebih dalam....
..."Kamu baik-baik saja." Mengulurkan tangan ke arahku....
..."Kamu?!" Memandang dan meraih tangannya....
..."Aku tidak bisa pergi begitu saja. Aku melihat semuanya." Andika memeluk ku....
..."Aku sama dia. Berakhir." ...
..."Masih ada aku yang juga sangat mencintaimu."...
__ADS_1
...Aku menangis sejadi-jadinya dipelukan Andika. Gila. Apa ini yang disebut gila soal cinta. Jelas-jelas ada cowok baik yang selalu membuat ku nyaman, tapi aku melepaskannya dan memilih cowok yang sering membuatku gila akan sikapnya. Andika. Iya Andika, cowok yang sedang memeluk ku saat ini. ...