
..."Kamu di mana?" Suara Damian yang tegas itu membuatku agak takut. Berkali-kali Damian meneriakkan kalimat itu dalam telfonnya....
..."Siapa?" Tanya Andika yang ada dihadapan ku....
..."Kamu sama siapa?"...
..."Sama Andika." Jawabku pada akhirnya....
..."Share lokasi sekarang juga." Perintah Damian yang tidak bisa aku tolak dan langsung mengiriminya....
..."Siapa?" tanya Andika lagi....
..."Kamu tidak perlu tahu. Sebenarnya kamu ngajak aku ke sini ada perlu apa?"...
..."Aku hanya merindukan mu dan ingin mengajak mu makan seperti dulu."...
..."Hanya itu?"...
..."Iya."...
...Aku menghentikan makan ku. Aku melihat Andika yang memang semakin tampan saja sih. Andika dengan sangat tenang dan santainya sedang berada dihadapan ku dan hanya aku yang merasa tidak nyaman....
..."Kamu pernah merindukan ku?" tanyaku sok polos....
..."Hampir tiap hari." Jawab Andika santai yang membuat hati ku terasa sakit kembali. Andika menghentikan makannya. Dia mengarahkan tatapan matanya yg tadinya fokus kearah makanan sekarang fokus memandang ke arah ku....
..."Kamu pikir, aku ngajak kamu ke sini dengan mudah. Aku hampir gila semalaman. Otak ku terisi penuh dengan mu. Kenapa harus ada kamu lagi."...
..."Aku gak paham maksud mu."...
__ADS_1
..."Kamu benar-benar sudah melupakan perasaan mu kepada ku?"...
...Aku terdiam. Jujur aku tidak pernah bisa melupakannya, bahkan sampai saat ini Andika tetap ada dalam hati ku. Aku mencoba dengan sangat, bahkan aku tidak pernah berhasil untuk membuangnya dari pikiran ku....
..."Kenapa kamu tanya itu pada ku? Jelas-jelas kamu hanya masa lalu ku."...
..."Hanya masa lalu ya!!"...
..."Iya."...
..."Benar-benar ya. Sekian lama ternyata hanya aku yang masih memikirkan mu."...
..."Kamu sudah bertunangan."...
..."Itu semua karena kamu?"...
...Tiba-tiba Damian berdiri di meja kami. Napasnya sedikit terengah-enggah. Sepertinya Damian habis berlari. ...
..."Kamu ngapain ngajakin Sesil ketemu?" pandangan matanya tajam, seperti ada api yang siap membakar seisi cafe....
..."Aku hanya..."...
...Damian menarik tangan ku seolah memintaku berdiri dan mengajak ku pergi dari tempat ini....
..."Kamu gak seharusnya mengiyakan ajakan Andika. Ayo pergi."...
...Aku mengikuti langkah Damian yang menggandeng tangan ku. Aku melihat kearah Andika yang hanya terdiam dan meneruskan makannya tanpa bicara. Damian yang menggandengku dengan masih berseragam lengkap, mencoba mendamaikan emosinya. ...
..."Maaf"...
__ADS_1
...Damian menaruh kepalanya distir mobilnya. Aku merasakan emosinya yang masih setengah memanas. Aku hanya bisa memainkan tangan ku yang sedikit cemas akan kejadian ini....
..."Kenapa kamu menemui dia lagi?" Damian mengangkat kepalanya dan memandang ku....
..."Maaf... Aku hanya ingin menyelesaikan kesalah pahaman yang pernah terjadi."...
...Damian meraih jemari ku. Menggenggamnya. Kemudian menciumnya....
..."Jangan lakukan itu lagi."...
..."Maaf."...
..."Kamu tau... betapa aku sangat takut hari ini. Aku takut orang yang aku sukai akan meninggalkan ku lagi."...
...Aku hanya terdiam, menatap Damian yang menatapku dengan mata yang berbinar. Aku memegang wajahnya pelan. Wajah tampan yang maskulin itu. Aku elus pipinya yang lembut itu. ...
..."Maafkan Aku, Damian."...
..."Cukup berjanjilah. Kamu gak akan menemuinya lagi."...
...Aku mengangguk. Entah kenapa aku mengiyakan permintaan Damian. Apa aku sudah benar-benar mencintainya saat ini? ...
..."Terima Kasih." Damian memelukku. Badannya yang kekar itu membuatku merasa nyaman dan damai....
..."Kamu tidak apa-apa meninggalkan tugas mu?"...
..."Ya Tuhan. Paling aku nanti bakalan kena teguran." Jawabnya sambil tersenyum manis ke arah ku."Ikut aku balik ya. Nanti lepas dinas aku antar balik. Kalau aku antar kamu sekarang, jelas makin berat hukuman ku nanti."...
...Entah apa yang dikatakan Damian itu benar atau tidak, Aku mengangguk dan mengiyakan....
__ADS_1