
..."Cowok tadi pacar kamu?" tanya Damian agak seperti mengintrogasi....
..."Yang mana?"...
..."Yang barusan berpamitan sama kamu itu.'...
..."Owh, Dia. Bukan."...
..."Kirain pacar kamu."...
..."Bukan, hanya teman yang kebetulan camp di sini. Teman lama."...
..."Tapi sepertinya dia melihatmu sebagai seorang yang istimewa."...
..."Masa sih. Kamu tau dari mana?"...
..."Cara dia memperlakukan mu dan pandangan matanya."...
..."Hei. Kamu mengamati kita."...
..."Gak sengaja. Terlihat dari camp kami." Jawab Damian sambil tersenyum kecil....
...Kami baru saja kenal. Tapi Damian sungguh membuat ku merasa sudah mengenalnya sejak lama. Obrolan kami tiba-tiba nyambung gitu aja....
..."Sil. Eh, boleh ya aku panggil nama kamu. Biar akrab aja sih."...
..."Boleh lah. Boleh."...
..."Kamu kenapa kok Camping sendirian? Gak sama teman-teman mu gitu."...
..."Owh. Ada kalanya aku ingin sendirian menikmati alam dan menjauh dari hingar bingar kota."...
..."Kamu gak takut gitu!"...
..."Kenapa harus takut? Toh banyak juga kan yang camp di sini!" Jawabku sambil tersenyum kecil ke arah Damian....
..."Iya juga. Sil, bertukar nomor ponsel dong." Damian menyodorkan ponselnya ke arah Sesil....
...Aku memberikan nomor ponsel ku tanpa ragu pada Damian. Entah sihir apa yang dimiliki Damian hingga aku yang sangat hati-hati jadi dengan mudah berbagi....
..."Kamu balik kapan?"...
__ADS_1
..."Besok pagi."...
..."Mau keliling sama aku sambil ngobrol?"...
..."Kita? Keliling?" tanyaku memastikan...
..."Iya... kita. Kalau tidak bersedia sih gak apa juga."...
..."Oke lah."...
...Kami berkeliling menikmati jalan setapak di sekitar camp. Kami bercakap banyak hal. Damian orangnya asik. Kita sepertinya cocok dalam beberapa hal. Bisa dibilang satu server lah....
..."Kenapa kamu masih jomblo?"...
..."Aku belum mau membuka hati pada siapa pun. Terlalu sakit untuk yang dulu."...
..."Kenapa begitu?"...
...Kami berdua sampai pada sungai yang aliran airnya cukup jernih. Kami duduk dibatu besar yang ada disungai itu....
..."Kisah cintaku membuat ku hampir tidak bisa bernapas."...
..."Ah... Damian. Bukan mati."...
..."Lha gak bisa napas?"...
..."Maksudnya menyesakkan."...
..."Owh." Damian tertawa kecil...
..."Mereka membuatku cukup sakit."...
..."Ya sudah gak usah diingat." Damian melihatku dengan tatapan yang manis ditambah senyum tipisnya yang menyihir hatiku....
..."Kamu sendiri?"...
..."Aku? Ya seperti yang kamu lihat. Aku juga sendiri."...
..."Kamu apanya pasutri itu?"...
..."Mereka teman satu kampus ku. Kebetulan aku ada di dekat sini. Terus merek bilang camp di sini, ya aku kunjungin aja. Eh, kok ternyata aku nemu hal yang menarik."...
__ADS_1
..."Owh begitu." Aku mengangguk-angguk seolah paham padahal ya enggak juga....
..."Hal yang menarik itu membuat ku penasaran." Damian menoleh ke arah ku dan memandangku dengan tatapan yang tajam. Aku yang tidak sengaja menatapnya juga jadi salah tingkah dibuatnya....
..."Balik ke camp yuk, Dam?"...
..."Oke."...
...Kita berjalan kembali menuju camp. Aku yang memang suka ceroboh tiba-tiba terpeleset di antara bebatuan sungai yang memang agak licin. Kaki ku terkilir, cukup sakit....
..."Kamu bisa jalan, Sil?"...
..."Sepertinya bisa." Aku mencoba melangkahkan kaki ku, tapi aku rasa itu terlalu sakit....
..."Sepertinya terlalu sakit. Biar aku papah kamu kembali ke camp."...
...Damian memapahku kembali ke camp. Damian menaruh ku di camp dan dia bergegas ke camp pasutri yang ada di sebelahku. Damian kembali dengan membawa sekotak obat-obatan....
..."Permisi ya. Aku lihat kaki mu boleh."...
..."Iya."...
...Damian mencoba mengobati kaki ku. Dia mengurut pelan bagian kaki ku yang terpeleset tadi, sepertinya terkilir. Damian tiba-tiba membengkokkan persendian kaki ku....
...Kraakk...
..."Sakit...." Teriakku sambil mencengkeram bahu Damian....
..."Sepertinya lebih sakit cengkraman mu, Sil." Damian menggodaku sambil tertawa....
..."Maaf."...
..."Coba gerakin,"...
...Aku mencoba menggerak-gerakkan persendian kaki ku dan sakitnya agak berkurang. Ternyata dia mahir juga....
..."Makasih telah membantu ku."...
..."Sama-sama. Tapi nanti pas sampai kota, kamu harus membawanya ke rumah sakit buat pastikan itu tidak ada yang retak."...
...Aku hanya mengangguk-angguk kan kepalaku. Damian... Ya Damian hanya memandangku sambil tersenyum manis. Suer suasananya menjadi panas, padahal ini di gunung. Apa lapisan ozon sudah rusak parah ya. Entahlah, aku terpesona dengannya....
__ADS_1