Dear Captain

Dear Captain
11. Bintang - Bintang


__ADS_3

...Aku benci berada pada situasi yang seperti ini. Kenapa aku harus dipertemukan dengan orang dimasa lalu yang ingin aku lupakan dan aku hilangkan. Tapi dengan begini, rasa yang sedikit-demi sedikit telah menghilang hadir lagi dengan warna yang baru....


..."Aku benar-benar merindukan mu." Kalimat ini berkali-kali diucapkan Kak Arya. Aku pun tidak tau harus memaknai kalimatnya itu untuk apa. Aku hanya tau, memang seseorang yang pernah memiliki rasa kepada seseorang, tidak akan bisa baik-baik saja ketika bertemu....


..."Kakak mau kopi?" Aku mencoba mengalihkan pembicaraan dan melepaskan tanganku yang ada dalam genggamannya....


..."Boleh."...


..."Aku buatin, bentar." Aku mengambil cangkir kopi yang aku punya. Menyeduhkan kopi instan yang aku bawa. Aromanya sangat enak....


..."Sepertinya enak." Kak Arya menyeruputnya pelan....


..."Hati-hati masih panas."...


..."Kegiatanmu selama ini lancar, Sil?"...


..."Lancar Kak."...


...Kami berdua terdiam sejenak. Menikmati hangatnya kopi yang aromanya semakin enak. Bintang-bintang mulai bertaburan di langit gelap namun cerah....


..."Kak Arya gak dicariin sama temannya kakak?"...


..."Nggak. Aku udah bilang kalau mau nemuin seseorang yang sudah lama sekali tidak bertemu. Mereka sudah menghandle acaranya."...

__ADS_1


..."Owh begitu." Aku mengangguk-angguk....


..."Kamu ingat gak, Sil. Waktu kita masih SMA. Camping di sini dan itu kali pertama aku menyukaimu lho."...


..."Kok bisa?"...


..."Kamu ceria banget. Seperti orang yang tidak memiliki beban. Kamu selalu ingin tau, tanyak mulu sama senior."...


..."Hahaha... cerewet intinya ya kak."...


..."Iya, tapi itu yang menjadikan mu menarik. Kagetnya, kamu ternyata pandai memainkan gitar. Menyanyi."...


..."Meskipun suara ku suka fals."...


...Kami berdua tertawa mengenang masa-masa itu. Memang aku selalu berbuat sesuka ku waktu SMA....


..."Dan waktu itu, aku deg degan lho Kak dijejerin kamu."...


..."Hahaha... masak?!"...


..."Iya... habisnya kamu ganteng banget."...


..."Sekarang masih ganteng gak?"...

__ADS_1


..."Masih. Eh." Aku menutup mulutku yang tidak terkontrol. Kak Arya tersenyum melihat tingkah ku yang selalu saja tidak bisa bohong dan kontrol ucapan....


..."Menyenangkan ya waktu itu."...


..."Iya. Masa lalu yang indah."...


...Langit sedang berpihak pada kita. Langitnya sangat indah. Membuat kita berdua terpesona dengannya hingga kami berselancar ke masa lalu. Tak terasa kopi kami menjadi dingin. Malam pun semakin larut. Sesekali aku menguap karena udara dingin dan tenang membuatku sedikit terbuat dan ingin memejamkan mata....


..."Sil. Kamu tertidur." Aku seperti mendengar suara lembut yang mencoba membangunkan ku. Mata ku terasa berat untuk ku buka. Kursi dan suasana nyaman ini membuatku terbius. Aku setengah sadar, seperti ada yang memberiku selimut dan membuat badanku terasa lebih hangat....


..."Kamu pasti lelah. Tidur aja. Aku balik ke camp ku."...


...Aku mendengar suara pamit kak Arya kepadaku. Aku hanya mengangguk dan membenamkan tubuhku dalam selimut. Tiba-tiba, bibirku terasa hangat. Ada sesuatu yang lembut menempel di bibir ku. Aku tau, Kak Arya mencium ku. Iya dia mencium ku. Tapi aku memilih untuk tetap memejamkan mata. Aku tidak mau, ketika aku membuka mata. Aku tidak bisa mengendalikan jantungku....


..."Baik-baik ya."...


...Kak Arya mengelus lembut kepalaku yang tertutup topi rajut. Kemudian dia pergi. Aku masih terdiam dan pura-pura tertidur pulas hingga aku merasa Kak Arya sudah menjauh dari camp ku....


..."Gila... dia kenapa..."...


...Aku mengguncang-guncangkan badan ku. Hingga kursi yang aku duduki terjungkir balik....


..."Auh... Sakit." Aku mencoba bangun dari tanah dan mengibas-kibaskan badanku yang terkena tanah....

__ADS_1


..."Kamu gak apa-apa?"...


...Aku melihat ke arah suara. Ada seorang laki-laki yang mengulurkan tangannya ke arah ku. Siapa laki-laki ini?!...


__ADS_2