
...Aku masih merasakan vibes yang berbeda berada di rumah Damian. Pantas saja, Damian bisa melakukan apa saja sesuai keinginannya. Aku masih ingat, Dia membelikan ku baju di butik besar dan menghabiskan uang berjuta-juta, mungkin bahkan sampai puluhan juta. Ternyata Damian berasal dari keluarga yang terhormat dan memiliki kedudukan....
..."Sayang. Sayang." Bisik Damian di dekat telinga ku pelan....
..."Em, iya kenapa?" Kaget ku, karena tadi memang Aku sempat berada di dunia lamunan ku....
...""Sesil bisa bertemu Damian di mana, Sayang?" Tanya Mamanya Damian tiba-tiba....
..."Di hutan tante." Jawab ku polos dan jujur....
..."Kok di hutan?" Suara lembut Mamanya Damian seolah terkejut dan memberikan ekspresi wajah kaget....
..."Hahaha... Iya Ma, kita bertemu di hutan. Saat dia terjatuh dari kursi." Jawab Damian sambil tertawa....
..."Hehehe..." Mama Damian ikut tertawa kecil. "Kenapa bisa terjatuh dari kursi?"...
..."Dia suka melamun Ma, dia pasang tenda sendirian tapi malah melamun. Untung Damian pas lewat, jadi bisa bantuin." Goda Damian....
..."Aduh... kenapa jawaban ku harus di hutan sih tadi." Gumam ku sambil menundukkan kepala....
..."Itu waktu Kamu cerita mau menemui Kakak mu yang sedang camping itu kah Damian?"...
__ADS_1
..."Yes, benar Mama." Jawab Damian bangga....
..."Maafkan Kami, tante. Harus bertemu di situasi yang begitu aneh. Saya sangat malu." Sela ku....
..."Tidak apa-apa, jodoh itu bertemu di mana saja." Jawab Mama Damian dengan ramahnya....
...Rasanya tidak sesuai apa yang aku bayangkan. Aku kira, Aku bakalan tidak di terima di keluarga Damian, tapi Mamanya sangat baik. Persis dengan Damian yang juga sangat baik. Hanya saja Aku sedikit minder. Keluarga Damian seperti langit dan bumi dengan keluarga ku. Apa mungkin situasi ini hanya ada dalam alam mimpi ku?...
..."Papa mu lama banget. Apa dia tertidur? Biar Mama cek Papa dulu ya. Sebentar ya Sil, tante tinggal dulu sebentar." ...
...Mama Damian beranjak dari tempat duduknya dan pergi menaiki tangga rumahnya....
..."Iya, mereka kakak ku. Hehehe." Jawab Damian sambil menyandarkan badannya ke kursi yang empuk ini....
..."Astaga... cerita ini sungguh membuat ku tidak bisa berkata apa-apa?" Aku menutup muka ku dengan tangan kecilku....
..."Itu namanya kita memang berjodoh." Damian meraih tanganku dan memandangku sambil tersenyum ramah....
..."Hai Jagoan." Ada suara yang sangat maskulin tengah menyapa. ...
...Aku menolehkan wajah ku. Ya Tuhan, tampan sekali. Apa beliau adalah Papanya Damian?!! Hidungnya mancung. Badannya tinggi besar, bisa dibilang body goal bagi lelaki yang sudah berumur. Sepertinya sel badan yang dimiliki Damian adalah sel milik Papanya....
__ADS_1
..."Papa..." Damian berdiri kemudian memeluk Papanya....
...Aku melihat dari cara Damian bersikap. Mereka memiliki hubungan yang baik dan sangat dekat. Aku yakin Damian dibesarkan dengan penuh cinta oleh orang tuanya....
..."Apa gadis cantik ini adalah calon menantu Papa?"...
..."Apa??!! Aku!!! Calon menantu??" Batinku yang membuat badanku hampir tidak bertenaga. ...
..."Iya Pa. Cantik kan. Kenalin Pa, ini Sesil. Calon Ny. Damian" ...
..."Senang bertemu dengan mu, Nak." Papa Damian mengulurkan tangannya ke arahku dengan senyum yang sangat ramah....
..."Iya, Om." Aku meraih tangan Papanya Damian dengan sedikit gugup....
..."Ayok duduk dulu. " Pinta Mama Damian....
...Namun sebelum sempat kami duduk. Si Mbok memberitahu kami kalau makanan yang disiapkan si Mbok sudah tertata di meja makan....
..."Kita langsung makan saja yuk. Kita ngobrol sambil makan." Sahut Papa Damian yang mempersilakan kita ke ruang makan....
...Rasanya aku bakalan diintrogasi oleh orang tua Damian. Seperti yang terlihat dicerita-cerita dongeng, biasanya tokoh perempuan bakalan diintrogasi habis-habisan. Apakah aku juag?!!...
__ADS_1