
...Pikiranku dipenuhi oleh Damian Damian dan Damian. Rasanya Aku seolah sedang bermimpi. Bermimpi bertemu dengan pangeran dalam hutan. Eh iya, emang dalam hutan kok ketemunya. Dia tiba-tiba saja datang di hadapanku dengan senyumannya yang membuatku malu saat itu....
..."Sil... Sesil... Ada tamu." Suara ibu kost ku sambil mengetuk pintu kamarku....
..."Iya, buk. Terima Kasih."...
...Aku bergegas keluar dari kamarku menuju ruang tamu yang berada di lantai bawah. Mungkin Damian yang datang, tapi ini masih jam kerja, kenapa Dia datang....
..."Sil."...
..."An... Dika..." Aku memperlambat langkah kakiku. "Kenapa Kamu ke sini?"...
..."Ingin menemui mu." Jawabnya enteng....
..."Kamu tau kost ku dari siapa?"...
..."Andika tidak perlu waktu lama untuk mencari seseorang. Tapi menemukanmu membuatku sangat kesulitan."...
..."Bisakah kamu tidak menemui ku lagi?"...
..."Bisakah kamu tidak mengatakan itu saat ini?!" Andika berjalan mendekatiku, bahkan sangat dekat denganku saat ini hingga membuatku mundur selangkah dari tempatku berpijak....
..."Kamu masih sangat gugup saat sedekat ini denganku." Andika melewati ku dan duduk....
..."Kamu ada apa ke sini?"...
..."Sebenci itukah kamu terhadapku?" Mata Andika memandangku tajam seolah ingin menerkam dan memakan ku dengan mencabik-cabik ku....
..."Bu...Bukan begitu."...
..."Bisakah kamu tidak sama Damian?"...
..."Maksud mu apa?" ...
..."Aku bisa melihatmu dengan siapa saja, asalkan bukan Damian."...
..."Kenapa? Kenapa. Apa hakmu mengatur kehidupanku."...
__ADS_1
..."Karena kalian..." Andika menghentikan bicaranya, seolah ada yang ingin Dia sembunyikan....
..."Hmm... Kamu siapa bisa mengatur kami?! Kamu sudah menyakiti Kami, kamu masih berani bilang begini?!!"...
..."Kalian jangan bersama." Nada bicara Andika sedikit ditekan dan agak keras....
..."Kalau Aku gak mau, kamu mau apa?"...
..."Aku bakalan ngerebut kamu dari Damian." Andika menatapku lagi dengan tajam. Aku hanya berdiri mematung melihat Dia yang seenaknya bicara....
..."Aku tau. Kamu masih memiliki rasa yang sama denganku." Andika berdiri dari tempat duduknya dan mendekatiku....
..."Rasa apa maksud mu?"...
..."Aku tau, kamu gak mudah melupakan ku. Seperti Aku yang sangat tidak mudah untuk tidak mengingat mu." Bisik Andika sambil mendekatkan wajahnya di telingaku....
...Mata Andika bertatapan sangat dekat dengan mata ku. Bahkan wajahnya yang benar-benar tampan itu sangat dekat dan terlihat bersih. Wangi parfum ditubuhnya masih sama dengan saat Aku dekat dengan Andika. Maskulin dan manis, seperti sikapnya dulu sebelum Dia sangat menyakitiku dengan perbuatannya itu. ...
..."Kamu sekarang makin cantik." Andika mendekatkan wajahnya semakin dekat dengan wajahku....
..."Aku..."...
..."Andika..." Aku mendorong Andika agar menjauh dari ku. Hampir saja Aku terlena dengan sikap manisnya itu....
..."Ternyata Kamu masih menyukaiku." Andika tersenyum kecil seolah meledekku....
..."Aku sibuk. Kamu bisa pergi kan?"...
..."Aku cukup senang bisa menemukan mu. Tuhan memang baik. Cukup begini saja Aku sudah tenang."...
...Andika kemudian pergi. Hati ku seperti ruangan yang porak poranda saat ini. Andika... kenapa Dia harus kembali hadir dalam hidupku saat Aku sudah bisa menghilangkan bayangan Dia dihidupku....
...Drrrtt... Drrrttt... Drrrttt.... Suara ponselku yang hanya Aku kasih Vibrat tanpa suara. Aku meraih ponselku yang ada di meja dekat tempat tidur. Damian. Aku bergegas menjawab telfon darinya....
..."Sore, Damian."...
..."Kenapa? Kok lemes gitu suaranya sayang!" Tanya Damian dengan nada sedikit panik....
__ADS_1
..."Em... gak kenapa-napa. Cuma baru bangun tidur saja."...
..."Beneran?" Damian memastikan lagi....
..."Iya... Beneran."...
..."Sayang."...
..."Hem."...
..."Apapun yang terjadi. Kamu gak boleh goyah sama perasaan kita ya?!"...
..."Kenapa tiba-tiba bilang gitu?!"...
..."I Love You."...
..."I Love You More. Damian, kenapa kok?"...
..."Aku ambil cuti 2 minggu. Aku mau ke rumah mu untuk menemui orang tua mu."...
..."Hah." Kagetku....
..."Minggu depan, atur jadwal buat kita ke rumah kamu ya."...
..."Tapi..."...
..."Kenapa? Kamu gak mau!!"...
..."Bu.. Bukan begitu. Kok dadakan banget!!"...
..."Aku gak mau menyesal."...
..."Menyesal?!" Aku makin bingung....
..."Sudah. Nanti malam, Aku ke tempat kamu ya. Aku merindukan mu. Bye see you nanti malam." Damian mengakhiri panggilannya....
...Hari ini hari yang penuh kejutan dan membuat kepalaku penuh dengan tanda tanya. Rasanya pengen teriak sekeras-kerasnya. Aku menutup muka ku dengan bantal dan mencoba teriak di bawah bantal. ...
__ADS_1
..."Aaaahhhh.... apalagi ini Tuhan."...