Dear Captain

Dear Captain
7. Memilih untuk Disakiti


__ADS_3

...Kita saat ini berada di langit yang sama dengan warna yang sama. Entah suatu saat nanti, apakah langit kita masih sama. Andika dan Aku memiliki cinta yang kadar besarnya hampir sama. Meskipun terkadang kami berbeda pemikiran....


...Andika sudah mulai kuliah di kampus yang berbeda dengan ku. Bahkan lebih dan jauh lebih bagus dari kampus ku. Kampus Andika malah letaknya dekat dengan kampus Kak Arya. Bahkan Andika sering bilang, kadang berpapasan dengan Kak Arya di jalan....


...Awal dia menjadi mahasiswa sikap dia masih sama, masih perhatian dan sedikit posesif. Namun, beberapa waktu ini aku merasa banyak perubahan yang mewarnai hidupnya....


...Kami sering lost kontak. Bahkan kadang juga gak berkabar selama sepekan penuh. Mungkin dia sudah menemukan dunia dan langitnya. Sehingga dia sudah berubah warna. Entahlah, hidup terus berjalan....


...Ada program studi banding yang dilakukan kampusku. Kebetulan, kampus yang ditujuh adalah kampus Andika. Aku sengaja tidak memberitahunya. Karena aku ingin memberikan kejutan kepadanya. Tapi ternyata, aku yang dibuatnya sangat terkejut. Aku datang ke Fakultasnya dan aku datangi jurusannya. Senyum yang lebar membawaku melangkah dengan pasti. Aku sudah merindukannya. Langkahku terhenti ketika aku melihatnya menggandeng seorang wanita yang bisa dibilang sangat cantik dan menawan. Mereka terlihat sangat bahagia. Bahkan pandangan mereka sama-sama memancarkan cahaya cinta yang luar biasa. Aku mencoba mendekat dan hanya ingin memastikan....


..."Dika." Sapaku...


...Andika yang tadinya tersenyum bahagia. Tiba-tiba mimik wajahnya berubah. Dia seperti melihat hantu disiang bolong. Dan hantunya itu aku. Andika bergegas melepas gandengan tangannya bersama wanita itu dan balik menyapaku....


..."Sesil?"...


...Aku hanya mencoba tersenyum dihadapan mereka. Mencoba berpikir yang baik. Menahan emosiku yang setiap saat akan meledak. Tapi aku bisa membendungnya....


..."Ternyata beneran Andika." ...


..."Hai. Kamu kok di sini?"...


..."Aku kebetulan ada studi banding di sini."...


..."Siapa, Yank."...


...Wanita itu memanggilnya 'Yank'. Ternyata benar dugaan ku, wanita itu adalah orang yang spesial buat dia. ...


..."Aku, temannya Andika waktu SMA." Ku ulurkan tangan ku...


..."Owh. Aku pacarnya Andika. Salam kenal." Membalas uluran tangan ku....


..."Kamu..."...


..."...Aku permisi dulu ya. Sepertinya teman-teman ku sudah mau selesai dan kembali. Salam kenal juga. Permisi." ...


...Aku pergi meninggalkan mereka. Andika menelfon ku puluhan kali. Tapi aku tidak menjawabnya. Bahkan dia juga mengirimiku spam pesan yang sangat panjang. Tapi saat ini aku tidak mau membaca atau mendengar penjelasannya. Rombongan ku berhenti di sebuah rumah makan dekat kampus kak Arya. Ponselku berdering terus. Aku sesekali melihatnya. Masih juga dari Andika. Masa bodoh dengan dia. Saat aku ingin mematikan ponselku, ada telfon masuk dengan nama yang aku simpan dengan rapi....

__ADS_1


..."Kak Arya!" Aku bergegas menjawab telfonnya "Halo"...


..."Hai, Sil." Suara lembut ku dengar di seberang sana....


..."Kak, Arya."...


..."Aku lihat ada mobil dengan tulisan nama kampus mu sedang terparkir di dekat kampusku."...


..."Oh, iya ada studi banding kak."...


..."Makanya aku langsung ingat kamu."...


..."Masih mengingatku ya."...


..."Masih." Jawabnya agak pelan...


..."Aku memang ada di dekat kampus mu kak. Sedang makan. Mobil yang kamu lihat, akau salah satu mahasiswi yang ikut studi banding."...


..."Benarkah?"...


..."Iya."...


..."Kalau kakak tidak keberatan. Boleh."...


...Kak Arya mematikan telfonnya. Tidak beberapa lama, Kak Arya sudah ada di hadapan ku. Melambaikan tangan kepadaku. Membuat semua teman kampusku menyoraki ku. Karena Kak Arya memang sangat tampan....


..."Hai."...


..."Hai, Kak. Apa kabar?"...


...Kami memisahkan diri dari tim studi banding ku. ...


..."Lama aku tidak melihatmu, Sil. Kamu masih aja sama kayak dulu, ceria dan manis."...


..."Jangan membuatku baper."...


..."Beneran kok, aku gak bohong."...

__ADS_1


..."Bohong juga gak apa."...


..."Kamu berapa lama di sini?"...


..."Hanya sampai besok pagi."...


..."Kamu nginep di mana?"...


..."Penginapan kampusnya kak Arya."...


..."Yang bener?"...


..."Iya. Ngapain sih aku bohong."...


..."Kenapa kamu gak menghubungiku."...


..."Aku?!!"...


..."Iya... Eh, aku lupa. Kamu kan punya pacar, kenapa harus ingat sama aku."...


..."Maaf, bukannya aku gak mau menghubungi kakak. Tapi aku terlalu malu."...


..."Kenapa gitu? karena malam itu! Sudah lupakan saja."...


..."Mana bisa begitu."...


..."Kamu... baik-baik saja sama dia?"...


...Mataku berkaca-kaca. Sebenarnya dari tadi aku mencoba untuk tidak memikirkan hal itu. Tapi... kali ini saat ini entah kenapa ketika Kak Arya menanyakan hal itu, air mata ini gak bisa ku tahan....


..."Kok nangis. Ada apa? kenapa!"...


..."Enggak. Aku kelilipan barusan angin barusan membawa debu."...


...Kak Arya merangkul ku. Mendekap ku. Dekapannya masih terasa lembut dan nyaman. Wangi tubuhnya juga masih sama. Wangi yang menenangkan. ...


..."Kamu sedang tidak baik-baik saja ya!"...

__ADS_1


...Aku hanya mengangguk. Kemudian menangis di dekapannya....


__ADS_2