Dear Captain

Dear Captain
20. Sesingkat Ini


__ADS_3

...Bisa dibilang, Aku memang gadis yang gampang sekali menyukai seseorang dengan hanya mendapatkan perhatian lebih. Tapi Aku akui. Aku bukan seseorang yang mudah menaruh hati pada seseorang....


...Aku melihat sekeliling. Iya, saat ini Aku sedang berada di rumah dinas seorang, Damian. Aku melihat-lihat isi rumah dinas milik Damian. Rumah yang kecil, tapi sangat nyaman. Penataan ruang yang bagus dan estetic. Cukup rapih untuk ukuran cowok bujang yang tinggal sendirian....


...Pandanganku tertuju pada satu bingkai foto dipojokan bifet. Aku mendekat ke arah bingkai itu, Aku melihat ada foto Damian, Andika, dan calon istri Andika....


..."Ternyata mereka benar-benar sahabat."...


..."Kenapa, kamu melihat ini."...


...Damian tiba-tiba sudah ada dibelakangku dan mengambil bingkai foto itu dan menutupkan bingkai itu. Aku hanya terdiam sambil sedikit menoleh ke arah Damian yang wajahnya sangat dekat dengan wajahku....


..."Kamu adalah wanita ku sekarang. Jangan pernah melihat lelaki lain selain Aku." Ucap Damian yang membuatku tertegun....


...Damian memelukku dari belakang. Memelukku erat. Hangat sekali pelukannya....


..."Aku gak tau, sebenarnya Aku percaya apa tidak dengan situasi ini. Seorang Damian. Kapten. Ada di sini bersamaku dan memelukku."...


..."Tidak yakin karena apa?"...


..."Cinta. Apa secepat itu cinta hadir. Apa hanya sebuah rasa balas dendam karena cinta ada yang hilang."...


...Damian melepaskan pelukannya kepadaku. Dia menghadapkan ku kearahnya. Melihatku dengan tatapan yang tajam namun lembut....


..."Bukan karena Aku kehilangan sesuatu. Tapi Aku telah menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga dari pada sesuatu yang telah hilang."...


...Damian mencium keningku lembut. Kemudian Dia memelukku. Aku belum tau, apa yang dikatakan Damian itu memiliki arti yang bagaimana. Tapi yang Aku tau, saat ini Aku merasa telah mendapatkan cinta yang begitu singkat namun sangat berarti....


..."Mungkin Aku sekarang sedang bermimpi. Semoga saja saat Aku bangun. Kamu bukan hanya ada dalam mimpiku. Tapi benar-benar Aku berdiri di samping mu."...


...Aku tidak tahu apakah situasi saat ini benar-benar akan menjadi nyata. Aku sudah cukup sakit dengan cinta yang ku miliki dulu....


..."Damian."...

__ADS_1


..."Kenapa?"...


..."Kamu tadi nggak dihukum kan?"...


...Damian melepaskan pelukannya, kemudian memandangku sambil tersenyum....


..."Kamu gak ada yang luka kan?" Aku memeriksa keadaan tubuhnya....


..."Mana ada luka. Aku nggak perang sayang." Damian tertawa sambil memelukku kembali....


..."Aku takut banget, kamu bakalan kembali sama Andika."...


..."Aku... kembali sama Andika?"...


..."Iya... Aku tau banget kisah mu dan Andika. Dia selalu menceritakan mu waktu itu. Tiada hari tanpa menceritakan mu."...


..."Cerita apa?"...


..."Kamu... tau semuanya?"...


..."Tau... bahkan Dia pernah bilang menyesal karena Dia menghianatiku dengan pacaran sama cewek ku dan kamu memergokinya."...


..."Hhmmm... sakit banget waktu itu." ...


..."Kenapa malah bahas Dia."...


..."Kamu yang bahas kok. Bukan Aku."...


..."Pantesan, Dia sayang banget sama kamu. Aku tau sekarang."...


..."Siapa?"...


..."I Love You." Damian mengecup bibir kecil Sesil dan berdiri menuju lemari pakaiannya....

__ADS_1


..."Damian." ...


..."Dikit aja, masak gak boleh. Aku antar balik yok."...


...Aku yakin dan benar-benar yakin. Damian adalah lelaki yang spesial kali ini. Lelaki yang benar-benar tidak terduga. Lelaki yang kutemukan dalam pelarianku. ...


..."Damian..." Aku terperangah melihat lekuk tubuh Damian yang begitu indah....


..."Kenapa"...


..."Badan mu bagus." ucapku tiba-tiba tanpa sadar....


..."Hahahha..." Tawa Damian yang membuatku menutup mulutku....


..."Ngomong apa aku ini."...


..."Mau balik, apa masih mau tinggal di sini?" Goda Damian yang membuat wajahku memerah....


..."Balik lah." Aku berdiri dari sofa yang Aku duduki dengan segera....


..."Suka banget kalau kamu salting. Makin manis." ...


..."Damian... Udahan ah godainnya. Ayokk anterin balik."...


...Damian meraihku dan memelukku lagi. Seolah Dia tidak mau melepaskanku untuk pergi....


..."Sepertinya Aku gak bisa melepaskan mu. Aku sudah candu sama kamu."...


..."Damian... Damian..."...


..."Sebentar saja. 5 menit, tetaplah dalam pelukanku."...


...Sepertinya Aku sedang dalam dunia dongeng....

__ADS_1


__ADS_2