
...Aku tidak berharap siapa pun akan menenangkan hati ku. Aku sudah cukup lelah dengan semua rasa yang membuatku cukup gila. Aku hanya ingin menenangkan diri dengan menyibukkan diri....
...Langit 17 Agustus kali ini. Mungkin tidak sama dengan langit 17 Agustus tahun sebelumnya. Sesekali aku melihat layar televisi. Melihat bendera itu dikibarkan. Berharap momen itu kembali lagi. Huft. Aku sudah memutuskan, tidak akan mengenang apapun lagi tentang dia. Langit kita sudah berbeda....
...Semenjak kejadian waktu itu. Aku memutuskan untuk tidak menemui siapa pun dan berkomunikasi dengan siapa pun dari mereka. Andika ataupun Kak Arya. Beberapa kali mungkin aku memikirkan mereka karena ada tempat dan momen yang mengingatkan ku pada mereka. Kenangan bersama mereka memang tidak bisa dipungkiri, terlalu manis dan menyakitkan....
..."Udara yang sejuk."...
...Aku merebahkan tubuhku dan memandang langit cerah di bawah dedaunan hutan pinus. Rasanya sangat menyenangkan. Lelah badan dan pikiran berasa terbang bersama suasana sejuk yang mengitari ku. Tenda yang aku dirikan cukup nyaman dan menenangkan. Sudah lama semenjak SMA dulu aku berkemah di tempat ini dan tempat ini dulu ada kenangan bersama kak Arya. Hm, kenapa harus mengingatnya. Lupakan....
..."Sial, Aku terlalu menikmati sampai lupa. Air gue habis."...
...Aku bergegas bangun dari rebahan ku dan menenteng Botol dirigen untuk mengambil air di sungai bawah camp. Pemandangan di sekitar masih sama dengan waktu lalu. Masih hijau dan rapi. Namun, bedanya lokasi ini makin bagus dengan fasilitas yang makin bagus juga....
..."Sesil."...
...Ada seseorang yang memanggil ku. Aku mencari sumber suara yang ku dengar. Ku lihat di sekeliling namum belum ku temukan orang yang memanggil ku itu....
..."Sil." tiba-tiba ada seseorang di sebelah ki....
..."Aahh..." teriak ku karena kaget dan aku terjatuh ke Air....
..."Sil, kamu gak papa?" membantuku bangun dari air....
..."Kak Arya."...
..."Hai." Sapanya sambil tersenyum....
...Kak Arya memapah ku dan membantu ku duduk di atas batu besar yang ada di sekitar sungai. Dia tersenyum dan menatap ku....
..."Kamu masih aja sama kayak waktu itu." Senyumnya semakin mengembang....
..."Kak. Kok di sini?"...
..."Harusnya aku yang tanya, ngapain kamu di sini?"...
__ADS_1
..."Aku? camping."...
..."Camping, sama siapa?"...
..."Sendirian. Kakak?"...
..."Aku juga camping, tapi sama teman kampus."...
..."Owh." Aku mengibas-kibas bajuku yang basah....
..."Beneran kamu sendirian?"...
..."Iya. Beneran."...
..."Pakai ini." memberikan jaketnya dan memakaikannya di badan ku....
..."Kakak apa kabar?"...
..."Baik. Kamu sendiri?"...
..."Masih sama seperti dulu. Ceria dan penuh semangat." ...
..."Harus dong kak."...
..."Sudah lama sekali kita gak ketemu ya. Ini kebetulan apa takdir ya."...
...Aku hanya tersenyum. Kami berdua duduk di atas batu dengan suasana gemericik air yang mengalir menambah suasana jadi semakin menenangkan. Tangan Kak Arya tiba-tiba menyenggol jemariku. Kak Arya menoleh ke arah ku yang sedang memandangi alam sekitar....
..."Kenapa kak?"...
..."Kangen lihat senyuman mu."...
...Aku mengalihkan pandangan ku dari kak Arya. Jantungku tiba-tiba detaknya tidak terkontrol. ...
..."Kakak sampai kapan ada di sini?"...
__ADS_1
..."Besok sore aku sudah kembali. Kamu?"...
..."Mungkin lusa."...
..."Kamu gak apa di sini sendirian?"...
..."Gak apa, kan banyak teman yang camp juga di area ini. Jadi kan aku gak sendirian."...
..."Kamu..."...
..."Kak, Aku balik ya. Aku tadi meninggalkan camp tanpa aku tutup."...
..."Dasar kamu ya. Masih aja ceroboh."...
..."Aku pikir cuma sebentar, tapi malah ketemu kakak. Ini jaketnya."...
..."Pakai aja dulu. Besok sebelum aku kembali, aku ambil ke camp kamu."...
..."Gak usah. Aku bawa jaket kok di tenda."...
..."Udah, pakai aja. Ayok tak bawain airnya."...
...Kak Arya membantuku kembali ke camp. Sepanjang perjalanan kami hanya terdiam dan menyusuri jalan setapak yang pernah kami susuri dulu. Tapi suasana kali ini berbeda. Ada rasa yang berbeda yang tidak bisa kami jelaskan....
..."Camp ku di sini."...
..."Cukup dekat dengan camp ku. Aku di ground C." Sambil menunjuk ke atas....
..."Terima kasih sudah mengantar ku."...
..."Kalau butuh apa-apa. Kamu naik aja ya." Senyum tipisnya masih sama, membuat bibirnya semakin terlihat sexy....
..."He'em Kak."...
...Tiba-tiba Kak Arya memeluk ku. Hangat sekali. Harum tubuhnya tidak pernah berubah. Masih sama, parfum soft namun maskulin. ...
__ADS_1
..."Aku senang bisa bertemu dengan mu di sini."...