Dear Captain

Dear Captain
10. Langit Penuh Bintang


__ADS_3

..."Aku balik dulu ke camp ya."...


...Kak Arya melangkahkan kakinya meninggalkan camp ku. Aku hanya tersenyum tipis memperhatikan dia pergi. Sesekali dia menoleh dan melambaikan tangannya....


..."Dingin. Aku harus ganti baju."...


...Langit mulai gelap. Kabut mulai turun perlahan menyusuri lembah. Suasana semakin dingin namun kali ini langit terlihat cerah. Cahaya bintang mulai memenuhi langit. Indah sekali. Aku menuangkan secangkir kopi dan menaruhnya di samping camilan khas pegunungan. Polo pendem, kata orang jawa. Aku duduk dikursi yang ku letakkan di depan tenda. Ku nikmati setiap momen yang begitu syahdu dan tenang ini. Ku seruput sesekali kopi yang ku buat karena aku takut akan cepat mendingin....


..."Nikmat mana lagi yang kau dustakan."...


...Camp disetiap ground ku dengar diramaikan dengan gelak tawa dan nyanyian. Mereka pasti sedang berpesta. Bahagianya mereka. Camp di sekitar ku hanya ada beberapa tenda. Mereka tidak datang beramai-ramai, mungkin mereka seperti ku. Mencari ketenangan. Bahkan ada yang sepasang suami istri. Kompak sekali, seperti satu server gitu lah. Membuat ku iri sebenarnya....


...Beberapa kali mereka menyapaku, karena camp kami hanya berjarak beberapa meter saja sih. Bahkan mereka memberiku banyak sekali camilan. Lumayan kan. Memang ground yang aku tempati ini sering dipakai untuk camp skala kecil karena tidak begitu luas....


..."Sil."...


...Suara lembut itu mengagetkan ku dari lamunan yang sedang aku nikmati. Kak Arya. Dia berdiri tepat di sampingku dengan tangan yang penuh dengan makanan. Aku heran, kenapa semua orang memberi ku makanan. Apa sebegitu menyedihkannya aku....


..."Eh, Kak."...


..."Boleh duduk ya."...


...Kak Arya duduk dikursi yang ada disebelah ku. Dia menaruh makanan yang dia bawa di meja....


..."Aku bawakan kamu banyak makanan. Aku takut kamu lupa makan."...


..."Astaga, Kakak. Ini mah banyak banget. Siapa coba yang bakalan habisin."...


..."Kamu lah."...


...Kami tertawa. Kak Arya tau banget kalau aku gak bisa lapar. Pasti aku bakalan nangis kalau lapar dan gak ada makanan....

__ADS_1


..."Aku ingat. Kamu gak bisa lapar barang sedetik pun."...


..."Itu dulu. Aku sudah pandai menahan lapar sekarang."...


..."Beneran?!"...


..."Iya. Beneran."...


...Gelak tawa kami memecah keheningan malam. ...


..."Lho... mbak. Katanya Jomblo. Kok sekarang sama ayank." Suara lembut pasutri yang camp di sebelahku....


..."Duh... mbak. Ini kakak kelas ku. Kebetulan dia lagi camp di ground C."...


..."Owh... kakak kelas." nadanya gak percaya....


..."Iya... beneran kok."...


..."Iya mbak. Hati-hati."...


...Pasutri itu menemani ku selama aku camp di sini. Aku mendapatkan teman baru yang baik banget....


..."Mereka?"...


..."Mereka pasutri. Hobby mereka menjelajah gunung. Asik kan, punya pasangan satu server."...


..."Iya."...


..."Kenapa aku bicara gitu. Duh." batinku....


..."Sil, kamu ingat gak pas kita camp di sini dulu."...

__ADS_1


..."Ingat. Bahkan masih teringat jelas."...


..."Malam itu. Ketika kita menyalakan api unggun. Saat itu lah aku melihatmu."...


..."Hah. Berarti sebelumnya aku gak kelihatan kak?" Candaku...


..."Mulai, mulai."...


..."Malam itu. Malam yang indah buat ku. Aku..."...


..."... Kamu melihatku dengan penuh kekaguman kan?!"...


..."Ih... PD."...


..."Beneran kan... gitu aja gak mau jujur. Keliatan tau dari sorot matamu waktu itu."...


..."Masak sih "...


..."Iya beneran. Karena aku selalu memperhatikan mu."...


...Jantungku mulai lagi. Dia mulai menabuh genderangnya. Ku mohon jantung, jangan bikin aku kebaperan. Kak Arya adalah masa lalu. Jangan memunculkan genderang mu lagi....


..."Gombal kan."...


..."Seperti saat ini juga. Aku masih memperhatikan mu."...


...Aku menoleh ke Kak Arya. Dia benar-benar sedang memandang ku. Mata kami saling beradu. Ada binar di mata kak Arya. Entah itu cahaya lampu atau memang matanya sedang berkaca-kaca. Tangan lembut kak Arya memegang pipi ku. Tangannya terasa hangat, padahal cuaca sedang dingin....


..."Aku senang bisa melihatmu lagi. Tuhan menjawab doa ku atas kerinduan ku pada mu."...


...Aku hanya terdiam dan memandangnya. Kata-katanya itu benar-benar membuatku tak bisa berkata-kata. Kak Arya menggenggam tangan ku dan menciumnya....

__ADS_1


..."Kamu membuatku gila. Kamu benar-benar bisa menghilang selama itu."...


__ADS_2