
..."Andika... Kapan kamu mengenalnya Dam?"...
..."Mereka sahabat ku. Kami bertemu di tempat karantina paskibraka."...
...Aku menghela napas. Seolah aku tidak ingin percaya dengan takdir ini. Kenapa masa lalu ku hadir kembali seperti ini. Beberapa waktu lalu, Kak Arya, sekarang... Andika....
..."Kami sangat dekat. Dia selalu bercerita tentang kamu." Damian menatap ku....
..."Aku?"...
..."Iya, Andika. Dia selalu merindukan mu. Bahkan setiap hari dia selalu menceritakan mu."...
..."Gak mungkin."...
..."Dia memberikan julukan pada mu. Langit 17 Agustus."...
..."Hah" Nada ku setengah tidak percaya....
...Aku mengikat rambutku yang tadinya terurai. Udara dalam mobil terasa panas padahal AC menyala....
..."Sebenarnya aku sudah tidak peduli lagi sama penghianatan mereka. Karena ada kamu!" Damian kembali memandangku tajam dan menggenggam tangan ku lembut kemudian menciumnya. Aku hanya terdiam dan tertegun dengan perlakuan Damian kepada ku. Aku tidak mau menyalah artikan semua ini dengan cinta. Aku masih belum bisa percaya pada cinta yang tiba-tiba....
..."Kenapa harus aku, Kapten?" Jawab ku sedikit pelan. Damian tiba-tiba tersenyum ketika aku memanggilnya kapten....
..."Kenapa kamu panggil aku, Kapten?!"...
__ADS_1
..."Harusnya kamu yang jelasin, kenapa malah tanyak aku."...
...Damian membuka dompetnya. Mengambil satu kartu yang isinya adalah identitas dia. Lebih tepatnya, KTA. Kartu Tanda Anggota. Ternyata Damian adalah seorang Kapten. Dia seorang tentara. Ya Tuhan....
..."Kamu?!"...
..."Iya, aku seorang Kapten."...
..."Kamu bilang kamu anak kuliahan. Fakultas Hukum."...
..."Iya aku memang mahasiswa, mahasiswa hukum."...
..."Ah... entahlah. Aku..." Aku mengacak-acak rambutku karena kesal. Damian menarik ku dan memeluk ku....
..."Kamu memang sangat menarik. Makanya Andika dulu sangat menyukai mu." Damian melepaskan pelukannya. "Sekarang biarkan aku yang menyukaimu." Tiba-tiba Damian mencium ku dan aku hanya terdiam....
..."Muka mu merah banget." Damian menarik lembut hidung ku. Aku menepuk-nepuk pipiku dan menjauhkan diri ku dari Damian....
..."Aku antar balik ke kos kamu."...
...Damian melajukan mobilnya. Dalam perjalanan, kami tidak membicarakan apa pun. "Kamu mau mampir dulu, Dam?"...
..."Sudah malam, gak enak sama yang lain."...
..."Terus ini bajunya? Sepatunya?"...
__ADS_1
..."Itu buat kamu. Sayang."...
..."SAYANG"...
..."Mulai malam ini, kamu calon istriku."...
..."Damian...."...
..."Kamu gak bisa nolak aku. Karena dalam pesta tadi, aku sudah mengenalkan mu sebagai nyonya Damian."...
..."Hei... Kamu gak bisa seenaknya gitu sama aku."...
...Damian turun dari mobil. Dia membukakan pintu untuk ku. Dia juga mengambil tas kertas yang isinya barang-barang yang kami beli tadi dan semua itu ternyata buat aku....
..."Tunggu aku datang lagi ya." Damian memelukku tanpa segan. Aku tidak visa menolak atau pun bergerak, karena tangan ku penuh dengan barang....
..."Aku pasti merindukan mu setiap hari. Jangan pernah mengabaikan massage atau telfon ku." Bisik Damian kemudian melepaskan pelukannya. Tapi entah aku terbius atau tersihir, aku mengangguk seperti mengiyakan....
..."Gadis baik. Sudah sana masuk. Aku akan pergi kalau kamu sudah masuk."...
..."Hati-hati pas balik nanti ya. Nyetirnya jangan ngebut kayak tadi."...
...Damian mengacak lembut rambutku. "Udah sana masuk."...
...Aku perlahan masuk. Damian memandangi ku dengan melambaikan tangannya. Ya Tuhan, mimpi apa aku. Jangan-jangan setelah aku bangun tidur besok pagi, semua akan menghilang. Aku masih berada di dunia fantasi sepertinya. Aku sampai di kamar ku. Aku menuju balkon kamar. Damian ternyata sudah pergi. Eh... ternyata Damian belum pergi. Dia membuka kaca mobilnya dan memberikan tanda love dengan jarinya....
__ADS_1
..."Ah... hidup ku kayak dongen." teriak ku yang aku rasa akan membangunkan teman-teman ku....