Dear Captain

Dear Captain
4. Mencoba Menghindar Tapi Salah


__ADS_3

...Setelah hari itu. Aku benar-benar melepaskan Andika. Aku mengganti nomor ponsel lama ku. Aku mencoba untuk tidak sama sekali menghubungi dia, bahkan semua akses komunikasi aku batasi. Memang awalnya berat. Ingin rasanya aku kembalikan lagi nomor lama ku ke ponsel ku. Tapi aku mengalihkan dengan menyibukkan diri di kampus. ...


..."Pagi-pagi sekali siapa yang telfon sih!" Aku meraih ponselku yang ada di meja. "Hallo, iya siapa?"...


..."Kamu masih tidur." Suara yang tidak asing terdengar di seberang sana....


..."Ini siapa ya?" Aku mencoba membuka mataku dan melihat layar ponselku....


..."Aku. Ternyata benar kamu ganti nomor."...


...Aku langsung mengangkat badanku yang tadinya masih asik sama bantal. Ternyata pemilik suara ini beneran, Andika. Dia dapat nomor baru ku dari siapa? ...


..."Siapa ya?" Aku masih pura-pura tidak tau....


..."Dika." Jawabnya pelan....


..."Dika... Kok kamu punya nomor ku yang ini?"...


..."Gak boleh ta?"...


..."Bukan gitu sih."...


..."Kamu masih ngantuk kan! Bukannya harus kuliah?"...


..."Iya. Masih nanti jam 8."...


..."Kamu apa kabar? Sehat kan! Ya udah tidur lagi aja, aku tutup telfonnya."...

__ADS_1


..."Selamat ulang tahun, Dik." Ucapku tiba-tiba....


..."Makasih. Ternyata kamu masih ingat ulang tahun ku."...


..."Mana mungkin aku lupa semua tentang mu." Batinku....


..."Aku berangkat sekolah dulu ya. Makasih sudah ingat ultahku. Miss you."...


...Kata-kata terakhirnya membuat hatiku tiba-tiba sakit. Membuat dadaku sesak. Aku bingung aku harus jawab apa....


..."Iya."...


..."Kamu benar-benar tidak merindukan ku?" ...


..."Kamu nanti terlambat. Aku matikan telfonnya ya."...


..."Kak, makan dulu yok. Lapar nih." Pintaku manja ke Kak Arya....


..."Boleh. Kita makan di sana yuk."...


...Kak Arya menunjuk rumah makan yang ada di sekitar kita. Tapi rumah makan itu adalah rumah makan yang sering aku kunjungi sama Andika kalau kita jalan. Selain makanannya enak, harganya juga pas di kantong pelajar....


..."Di sini, Kak!"...


..."Iya, kamu gak suka?"...


..."Bukan. Iya aku suka kok."...

__ADS_1


..."Kalau gitu, yok makan yang banyak ya."...


...Kak Arya memang lelaki yang sangat kalem. Dia tidak hanya ganteng tapi juga perhatian. Dia selalu membuatku nyaman dengan menuruti semua keinginanku. Tapi yang tidak aku suka, dia terlalu pendiam dan slow. Jadi ketika kita jalan, ya kita hanya jalan, makan, dan bicara mengenai kuliah. Kadang membosankan juga, beda dengan Andika yang selalu ada aja yang dia lakukan. Kadang dia juga bersikap konyol dengan kejahilannya itu. Eh... kenapa kok Andika lagi Andika lagi. Bukannya aku sudah memutuskan untuk menjauhi dia. Kenapa dia gak bisa lepas dari pikiranku. ...


..."Sil. Kamu lagi ngelamunin apa?" suara lembut kak Arya membangunkan ku dari lamunanku....


..."Eh, enggak kak. Wah... ini pesanan ku kan. Kayaknya enak. Makan yuk kak." Aku mencoba mengalihkan suasana. ...


...Kak Arya orangnya tidak terlalu banyak bertanya. Dia selalu memberiku ruang. Tapi ketika aku bersama kak Arya, aku selalu mengimbanginya dengan tidak menjadi diriku sendiri yang banyak tingkah. Maklum gadis tomboi sepertiku harus jadi gadis manis yang imut di depan cowoknya....


..."Habis ini kita ke mana lagi, Kak?"...


..."Kita pulang aja ya. Kan sudah sore. Besok pagi juga kamu balik ke kampus. Aku juga kan. Minggu depan main lagi."...


..."Hmm... Masih kangen. Masak jalannya udahan."...


..."Eemm... Manisnya sih pacarku. Janji minggu depan jalan lagi."...


..."Ya udah. Yok pulang."...


...Kak Arya memang selalu menyempatkan menemui ku ketika weekend. Karena memang kita sama-sama kuliah dan beda kota. Kadang juga kita tidak bisa bertemu kalau sedang sama-sama sibuk dengan tugas kita....


..."Sil."...


...Ada yang menyapaku dari kejauhan. Ternyata Andika. Iya itu Andika. Dia berjalan mendekat ke arah ku dan Kak Arya. Gawat. Kenapa Ada Andika sih. ...


..."Siapa Dia?"...

__ADS_1


__ADS_2