Dear Captain

Dear Captain
12. Dunia Baru


__ADS_3

..."Kamu gak papa?" Lelaki yang gak aku kenal itu membantuku untuk bangun. Aku sebenarnya cukup malu....


..."Makasih." Aku membersihkan badanku....


...Laki-laki itu tersenyum padaku. Aku juga membalas senyumnya untuk menutupi rasa maluku. Entah ini beneran orang apa malaikat ya. Aku perhatikan dia bahkan sangat tampan dan yang jelas badannya bagus banget....


..."Mbak!!" Panggilnya yang membuyarkan pandanganku padanya....


..."Ah, iya."...


..."Hai, Damian."...


...Pasutri yang camp disebelah camp ku tiba-tiba datang dan menyapa lelaki itu. Ternyata mereka saling mengenal. Aku makin malu kan jadinya....


..."Hai."...


..."Kamu udah dari tadi kah?"...


..."Aku barusan aja sampai sini dan melihat mbak ini butuh bantuan. Aku sedikit membantunya." Penjelasannya sambil melihat kearahku dan senyum. Rasanya aku ingin sekali menutupi wajahku saat ini....


..."Owh. Ini Mbak Sesil."...


..."Hai. Aku Sesil."...


..."Owh, Sesil. Aku Damian. Senang kenal dengan mu."...


..."Aku juga. Tapi kenapa kenalnya pas jatuh sih." Jawabku setengah berbisik....


..."Kenapa, Mbak?"...


..."Gak apa-apa."...

__ADS_1


..."Ya udah kami ke camp dulu ya."...


..."Iya silakan."...


..."Hati-hati ya kalau duduk." Pesan lelaki itu sebelum pergi mengikuti pasutri pergi ke camp mereka....


...Asli. Dia benar-benar ganteng banget. Bodynya, body goal lho. Tengah malam gini aku lihat manusia yang seperti itu. Merinding....


...Udara malam membawaku pergi ke dunia mimpi, hingga tak terasa matahari pagi memberikan cahaya hangatnya....


..."Pagi yang cerah." Aku menengadakan wajahku ke atas seolah-olah merasakan hangatnya sinar mentari. Tapi tiba-tiba ada bunga pinus yang terjatuh dan mengenai dahi ku....


..."Au.... sakit." Sambil ku elus-elus dahiku. Tanpa ku sadari ada yang memperhatikan ku sambil tersenyum. Aku pun menutupi wajahku dan berlari kecil masuk ke dalam tenda....


..."Memalukan. Kenapa dia selalu melihatku ketika sedang tidak beruntung sih. Em, tapi laki-laki itu... jadi penasaran aku."...


...Aku lihat di ground C sedang berberes. Mungkin mereka akan kembali. Terbesit dalam pikiranku. Kak Arya juga akan kembali. Tiba-tiba aku teringat kejadian malam itu....


..."Aku mau balik." Pamitnya seolah dia masih ingin tinggal di sini....


..."Iya kak, hati-hati."...


..."Iya. Sebelum aku balik. Bolehkan aku tau nomor ponsel kamu yang sekarang?"...


...Sebenarnya aku sudah tidak ingin kembali membuat cerita dengan orang-orang yang ada dimasa lalu ku. Tapi aku tidak kuasa untuk menolak. Tidak apalah, silaturahmi kam juga termasuk ibadah....


..."Terima kasih. Aku akan menghubungi mu nanti."...


...Aku menganggukkan kepala ku, tanda mengiyakan. Aku melihat gestur Kak Arya, ada sesuatu hal yang sebenarnya ingin dia lakukan. Tapi dia mencoba menahannya. Kak Arya mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Aku meraih tangannya itu. Dia menggenggam jemariku seolah dia tak ingin melepaskannya. Tapi suara teriakan teman-temannya dari grund C membuatnya harus melepaskan jemariku yang dia genggam....


..."Jaga diri ya. Aku pergi."...

__ADS_1


..."Iya."...


...Kak Arya berlalu dari pandangan ku. Ada rasa kecewa yang aku rasakan. Kenapa aku tidak menahannya saja tadi. Tapi... tidak. Aku tidak boleh berpikiran seperti itu. Ingat, masa lalu itu harus aku buang. Jangan terbuai oleh kebaperan yang mengelilingi. Cukup, jangan biarkan rasa itu memenuhi otak ku....


..."Pergi-pergi." Aku memejamkan mata dan menggeleng-gelengkan kepala ku....


..."Hati-hati. Nanti jatuh lagi lho." Suara maskulin ini, laki-laki itu. Aku membuka mata dan iya benar ini Damian. Damian melihatku dan tersenyum....


..."Boleh duduk ya!"...


...Aku memandanginya sambil tertegun. Laki-laki ini benar-benar tampan. Apa dia malaikat ya!!...


..."Permisi." Damian menggerak-gerakkan tangannya di depan wajahku....


..."Ah, iya. Iya boleh. tentu." Salting kan Aku jadinya. Damian malah tersenyum kecil melihat tingkah ku. Aku semakin malu....


..."Kamu... "...


..."Aku sabahat pasangan suami istri itu." Damian menunjuk ke camp pasutri itu....


..."Owh. Iya iya."...


..."Kenalan resmi yuk. Aku Damian. Dia mengulurkan tangannya ke arah ku....


..."Aku, Sesil." ...


..."Senang kenalan dengan mu, Sesil."...


...Senyum damian mengalihkan dunia ku. Apa ini malaikat dikirim oleh Tuhan untuk mengubah dunia ku. Eh... no no gak boleh baper....


..."Me too." Jawabku sambil tersenyum manis pada Damian....

__ADS_1


__ADS_2