
Setelah itu Mike mengatakan semua atas apa yang terjadi seharian ini dan Ritter menceritakan semua yang dia tahu tentang Der Kreuzer dan juga tentang ayahtirinya yang memintanya bantuannya untuk menangani masalah ini. Tidak terasa berapa lama waktu yang berlalu dalam pembicaraan ini, berjam - jam larut dalam kebingungan dan ketidak pastian akan sebuah jawaban.
"Waktu itu kau bilang ini hanya mitos?" Mike bertanya dengan penasaran perilah Der Kreuzer, dia duduk ditempat tidur dan Ritter duduk dikursi dihadapannya.
"Iya, awalnya aku percaya kalau itu hanya mitos tapi aku melihat sendiri gejalanya ada padamu," jawab Ritter yang bahkan belum sempat membuka mantelnya.
"Jadi...apa benar aku kerasukan Der kreuzer?"
"Kemungkinan besar, tapi aku belum yakin sepenuhnya,"
"Kenapa?"
Ritter seperti ragu - ragu untuk mengatakannya,
"Harus ada satu gejala lagi untuk memastikan itu,"
"What? memang menurutmu apalagi yang harus terjadi? Apa yang terjadi padaku selama ini belum cukup?"
"Mike, aku berharap gejala yang kau alami ini tidak akan cukup memberi perbedaan antara orang yang kerasukan Der Kreuzer dengan paranormal biasa,"
"Aku sudah bilang padamu aku bukan paranormal, lagipula hantu anak kecil yang ada disungai Rhine sepertinya yakin sekali kalau aku dirasuki Der Kreuzer,"
"Yes, aku tahu itu, itu karena aku berharap yang terjadi padamu bukan karena Der Kreuzer, aku berharap kau bisa melihat hantu mungkin karena masalah kejiwaan yang bisa disembuhkan oleh terapis, aku berharap kau hanya sakit biasa dan bisa disembuhkan oleh dokter, jujur aku berharap seperti itu, tapi jika gejala terakhir itu muncul..." Ritter terdiam sesaat, dia menghela napas sambil menggelengkan kepalanya, "Aku bahkan tidak tahu harus berkata apa."
Mike terlihat sedih, dia menunduk menatap sprei kasurnya, poninya menjuntai menutup dahinya, "Aku takut aku tidak sanggup menerima itu, apa gejala yang terakhir?"
Ritter menatap jendela didekatnya, "Darah. Akan ada darah, untuk menandai pendosa."
"Aku dengar itu juga dari hantu anak kecil di sungai Rhine, tapi bagaimana caranya?"
"Aku belum tahu itu,"
"Lalu bagimana cara menghentikan ini? Bisakah dengan pengakuan dosa?"
"Tidak. Itu tidak akan bisa,"
"Lalu aku harus bagaimana?"
Ritter terlihat tidak mau menjawab itu, dia diam sambil menatap jendela.
Mike bertanya, "Kau bilang tidak akan bisa dengan pengakuan dosa, kau pasti tahu sesuatu,"
Ritter menggeleng, "Tidak, Mike."
__ADS_1
"Bagaimana bisa tahu jika belum dicoba, mungkin besok aku akan melakukannya,"
"Tidak, Mike. Tidak,"
"Lalu apa yang harus aku lakukan? Lagipula kenapa kau tidak cerita padaku sejak awal? Jika kau bilang sejak awal, kita bisa mencari solusinya bersama - sama sebelum terlambat."
Ritter menggelengkan kepalanya, "Ayahtiriku yang sudah meneliti ini puluhan tahun bersama pihak gereja pun hanya menemukan solusi yang buruk."
"Apa solusinya?"
Ritter terdiam entah kenapa dia tak mau menatap Mike.
"Ritter, apa solusinya?"
Ritter menghela napas tapi ekspresi wajahnya berubah menjadi marah dan kesal.
"Jika memang ada solusinya, aku akan melakukan itu,"
"TIDAK, MIKE. TIDAK SEMUDAH ITU. PERSETAN DENGAN GEREJA, MEREKA HANYA MEMBERI SOLUSI OMONG KOSONG." Ritter sepertinya benar - benar kesal, dia bangun dari kursi, meninju meja dan membanting mug milik Mike ke lantai. Mike tersentak kaget dan merenggut ketakutan melihat itu.
Ritter terengah - engah berusaha meredakan amarahnya sambil menatap serpihan pecahan mug yang berserakan di lantai lalu dia berkata, "Mike, ini masalah serius dan hampir menguras akal sehatku. Jangan berharap pada gereja atau ayah tiriku, memberi hanya memberi cara yang buruk. Kau temanku, aku akan temukan cara terbaik untuk menolongmu, percayalah padaku, beri aku waktu untuk berpikir."
Setelah itu Ritter kembali kekamarnya sambil menghindari pecahan mug dilantai, dia berhenti sebentar dan menoleh melihat Mike, ekspresi wajahnya sudah lebih tenang dari sebelumnya, "Maaf yang tadi. Aku akan ganti mug ini dengan yang baru," lalu dia pergi kekamarnya.
***
Terbersit dalam hatinya kenapa harus dia yang dirasuki Der kreuzer? Dari sekian banyak orang yang datang ke Jerman, kenapa dia yang dipilih oleh Der Kreuzer? Apa sebelumnya dia melakukan kesalahan dan Tuhan menghukumnya? Apa karena dia terlambat menyadari masalah apa yang menimpa Jason sehingga dia tidak bisa bisa menolongnya maka Tuhan menghukumnya? Apa karena dia meninggalkan Jepang dan membuat teman - temannya marah sehingga Tuhan menghukumnya? Apakah ini akibat dari dia yang selalu melarikan diri dari masalah dan Tuhan menghukumnya dengan memaksanya menghadapi ini semua, jika dia melarikan diri lagi, dia akan mati.
Dia melarikan diri dari Jepang dan berharap menemukan kehidupan baru yang lebih baik di Jerman, tapi kenyataannya tidak semudah itu.
Jika ini hukuman dari Tuhan, dia akan ikhlas menerimanya. Dia akan menyerahkan diri pada Tuhan.
Mike menundukkan kepalanya dan menyilangkan jemarinya. Dia berdoa dalam bisikan.
"Bapa yang penuh Kasih, ijinkan aku datang kehadirat Kudus-Mu dan sujud menyembah-Mu. Aku mohon pengampunan atas dosa-dosa yang telah aku lakukan dalam perbuatan ku, pikiran ku dan perkataan ku," suaranya gemetaran, dia menarik napas dalam - dalam dan menghembuskannya untuk menenangkan dirinya,
" Tuhan, bagaimana aku dapat mengetahui dosa-dosa yang mengintai didalam hati ku? Siapakah yang dapat memahami kesesatan? Ampunilah aku atas dosa-dosa ku dan bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari. Jauhkanlah aku dari dosa-dosa yang aku sadari, jangan ijinkan dosa-dosa ini mengontrol aku. Hingga akhirnya aku dapat terbebas dari perasaan bersalah atas dosa,"
"Aku telah berdosa dan hanya oleh karena Kasih Karunia-Mu saja seluruh dosa-dosa ku telah Kau hapuskan, sebab aku percaya dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Juru Selamat ku. Dia datang kedunia untuk menghapuskan segala dosa-dosa ku dan menyembuhkan sakit penyakit ku. Oleh Kasih Karunia-Nya, Kematian-Nya di kayu salib, aku dapat memanggil-Nya, Bapa,"
"Tuhan, Engaku sungguh penuh Kuasa dan Kasih. Engkau menyelamatkan kota Niniwe dan menyelamatkan seluruh penduduk nya saat mereka semua mengakui dos-dosa mereka dan bertobat. Tuhan, Engkau Tuhan yang Maha Pemurah dan Pengasih, tidak mudah marah dan penuh Kasih dan Kebaikan,"
"Sucikan dan kuduskan hati dan pikiran ku. Ampunilah aku atas dosa-dosa ku, basuh aku dengan Kuasa Darah Yesus yang Kudus dan Berharga, kuduskanlah aku. Aku mengucap syukur, berterima kasih dan memuji Kekudusan-Mu dan Kuasa-Mu. Mudah-Mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku , ya Tuhan, gunung batuku dan penebusku. Ampunilah aku dan berkati aku dengan Damai Sejahtera-Mu, Kasih-Mu dan Sukacita-Mu. Berkatilah juga seluruh keluarga ku,"
__ADS_1
"Bapa, aku berdoa didalam Nama Yesus yang Kudus. Amen."
Kalimat doa itu seperti mengalir begitu saja dari mulutnya, mengeluarkan semua beban dari hatinya dan meringankan pikirannya. Dia merebahkan tubuhnya ke kasur dan memejamkan matanya, entah apa yang akan terjadi nanti dia memasrahkan dirinya pada Tuhan, jika dia tidur berjalan lagi atau mungkin malah dia tidak bangun lagi setelah ini, dia pasrah, dia ikhlas menerimanya.
Tak butuh waktu lama, karena dia sangat lelah, Mike langsung tertidur. Tidur yang lelap, menghentikan sementara kegundahan dalam hatinya dan mengistirahatkan sementara pikirannya.
Tapi mungkin itu hanya berlangsung beberapa jam, lewat tengah malam sesuatu terjadi. Mike tidak merasakan apa - apa, dia tidur lelap mungkin tanpa mimpi tapi tubuhnya tidak. Tubuhnya bangun dan duduk ditepi tempat tidur, matanya terbuka tapi bola matanya berubah, bukan berwarna cokelat gelap lagi tapi berwarna abu - abu dengan pupil runcing tajam, ekspresi wajahnya tidak terlihat rapuh dan polos lagi tapi terlihat tenang namun kejam seperti pembunuh berdarah dingin.
Mike tidak tidur berjalan, dia tidur lelap mungkin bermimpi mungkin tidak, tapi dia tidak merasakan apa yang terjadi pada tubuhnya dia juga tidak melihat apa yang ada didepannya melalui matanya yang berubah menyeramkan, dia hanya tidur, tanpa mengatahui apa yang sedang terjadi, tidak mengetahui bahwa Der Kreuzer tengah menggunakan tubuhnya.
Tangan kirinya meraih gelang rosario yang ada di pergelangan tangan kanannya lalu dia menarik gelang itu hingga putus dan membuangnya kelantai. Tubuhnya bergerak turun dari tempat tidur dan kakinya melangkah menginjak pecahan mug dilantai, pecahan itu menancap dan membuat telapak kaki kanannya berdarah. Pecahan mug itu berderak ketika kaki Mike melangkah dan pecahan itu menancap lebih dalam dan meninggalkan jejak darah dilantai.
Mike tidak merasakan itu. Dia tidur.
Tangan kanannya bergerak mengambil salah satu pecahan mug yang ada dilantai dan menggenggamnya erat. Dia melangkah menuju jendela, dia membuka jendelanya dan memanjat keluar dengan pecahan mug masih menancap ditelapak kaki dan darah yang menetes membuat siapapun yang melihat itu mungkin akan mengernyit ngilu.
Tapi Mike tidak merasakan itu. Dia tidak melihat itu. Dia tidur.
Kakinya melangkah menyebrangi halaman asrama dan keluar area kampus. Matanya yang abu - abu terlihat menyala terkena pantulan cahaya bulan. Wajahnya terlihat dingin seperti siap menyingkirkan apapun yang menghalanginya.
Dia berjalan dalam diam menuju sebuah tanah kosong yang tidak jauh dari kampus. Tanah kosong yang berisi rumput dan alang - alang kering. Gelap dan tak ada orang disana, hanya ada sisa - sisa pondasi bangunan tua yang sudah tertutup alang - alang kering. Bagi orang biasa, akan terlihat seperti itu tapi bagi Der Kreuzer yang menggunakan tubuh Mike, dia melihat sekumpulan orang yang terbakar oleh api yang besar. Sekumpulan orang - orang yang menggunakan seragam pabrik tampak berteriak dan menggeliat dilalap api. Teriakannya terdengar memilukan sekaligus mengerikan. Orang - orang itu tampaknya tidak bisa pergi kemana - mana, mereka seperti terjebak dalam kobaran api selamanya.
Itu adalah lokasi bekas pabrik yang terbakar pada tahun 1912. Jiwa korban - korban yang terbakar masih ada disana, mereka yang marah, mereka yang sedih, mereka yang bingung atas apa yang terjadi pada mereka dulu. Mereka masih menyisakan energi dan dendam di tempat mereka mati sehingga jiwa mereka terjebak disini sampai sekarang, mungkin sampai dunia berakhir.
Mereka adalah sasaran empuk untuk Der Kreuzer. Jiwa pendosa yang masih terjebak disana akan dia tandai.
Tangan kanannya yang memegang pecahan mug bergerak dan mengarahkan ujung pecahan itu ke telapak tangan kirinya. Dia menusukkan ujung pecahan mug itu ke telapak tangan kirinya dengan dalam lalu merobeknya perlahan hingga hampir ke pergelangan tangan kirinya. Darah mengalir turun dari luka robekan itu menuju lengannya, tapi itu belum cukup. Dia menusukkan kembali ujung pecahan mug itu tak jauh dari luka robekan sebelumnya yang masih mengalirkan darah. Dia membuat robekan lagi dengan panjang yang sama dengan luka sebelumnya. Semakin banyak darah keluar, mengalir turun dan menetes ketanah dibawahnya.
Dia membuang pecahan mug itu ketanah dan berjalan menghampiri sekumpulan jiwa - jiwa yang terbakar tersebut. Api besar masih menyala terang, berkobar menjilat jiwa - jiwa yang tertinggal dan bara api terbang kesegala arah. Jilatan api membakar tubuh mereka, mengerutkan kulit dan daging mereka, menghancurkan tulang dan membuat teriakan memilukan nan mengerikan terdengar memenuhi isi langit dan bumi.
Der Kreuzer senang melihat ini, dia mengangkat tangan kirinya yang berdarah dan menandai setiap jiwa pendosa yang ada disana pada dahinya. Setiap jiwa yang ditandai akan berteriak melengking mengerikan dan tubuhnya yang meleleh dilalap api akan berubah menjadi abu. Der Kreuzer yang menggunakan tubuh Mike melangkah sambil mencari jiwa pendosa diantara kobaran api. Teriakan - teriakan jiwa - jiwa yang tersiksa makin terdengar keras dan mengerikan seiring dengan makin makan banyaknya jiwa pendosa yang ditandai. Jiwa - jiwa yang terjebak itu ketakutan tapi tak bisa melakukan apa - apa ketika mereka ditandai. Jiwa - jiwa itu sangat ketakutan melihat Der Kreuzer tapi mereka tak bisa melakukan apa - apa, mereka tak bisa lari kemanapun, mereka hanya bisa menggeliat terjebak di kobaran api yang besar, panas dan mengerikan ini.
Satu lagi ditandai lalu berubah menjadi abu, satu lagi ditandai lalu berubah menjadi abu, lagi dan lagi dan lagi.
Darah ditangan Mike masih keluar dan mengalir turun ke lengannya, membasahi bajunya dan menetes ke tanah. Kakinya yang tertancap pecahan mug juga masih berdarah, potongan rumput kering dan kerikil kecil ditanah menempel di lukanya yang lengket, pecahan mug itu makin masuk kedalam seiring dengan langkah kakinya, mungkin hingga merobek tulang telapak kakinya.
Tapi Mike tidak merasakan itu, Mike tidak mellihat semua itu. Dia tidur.
Setelah menandai puluhan jiwa pendosa dan mereka berubah menjadi abu, kobaran api dan jiwa - jiwa lain yang tersisa perlahan lenyap berubah menjadi bara api yang terbang tertiup angin malam musim gugur yang dingin.
Jiwa - jiwa pendosa yang sudah ditandai itu sekarang menjadi miliknya yang dia simpan dineraka.
Namun urusan belum selesai, ada yang harus dia singkirkan. Seseorang yang menghalangi ini semua. Orang itu tidak boleh ada dan harus disingkirkan segera. Orang itu ada di asrama dan Der Kreuzer tidak menyukainya sejak awal.
__ADS_1
Der Kreuzer mencoba menggunakan suara Mike, dia membuka mulut Mike dan menggerakan lidahnya, dia mengeluarkan suara parau dari tenggorokan Mike. Suara parau dan serak yang mengerikan. Menggunakan mulut Mike, Der Kreuzer menyebut nama orang yang akan dia singkirkan dengan nada penuh kebencian,
"Ritter Gilleasbuig..."