
Mike sedang melangkah dengan semangat menyusuri trotoar Wiesbadener Street. Lupakan sejenak mengenai hantu sambil berharap dia tidak berpapasan dengan hantu dijalan ini. Mungkin itu agak sulit, karena jika ditempat terbuka seperti ini dia akan sulit membedakan mana hantu dan mana manusia. Terkadang dia merasa seperti anak kecil, takut akan hantu padahal dia sudah dewasa tapi memang siapa yang tidak takut dengan hantu? Orang yang sudah tuapun pasti akan lari ketakutan jika bertemu dengan hantu. Ayolah, lupakan dulu semua itu untuk sementara, lupakan juga sejenak bahwa mungkin ada sesuatu yang buruk yang membuat dirinya bisa melihat hantu semenjak kejadian tragisnya di Jepang, cepat atau lambat dia harus menerima keadaan pada dirinya ini.
Hari ini Mike memakai kemeja flanel abu - abu dan sudah merapihkan poni nya. Dia menyukai potongan rambut seperti ini, dia menyebutnya potongan rambut Bieber. Bukan karena dia suka mendengarkan lagu dari penyanyi Amerika tersebut tapi karena menurutnya potongan rambut seperti ini akan membuatnya terlihat lebih muda dari usianya yang sebenarnya.
"Guten morgen," kata Mike sambil membuka pintu Think's Art, suara gemerincing lonceng kecil terdengar lagi diatasnya.
"Hey, guten morgen, wie gehts?" tanya Audric yang sedang membereskan meja kasir.
"Gut, apa Errando sudah datang? aku ada janji interview dengannya,"
"Ada diruangan itu, masuk saja. Viel Gluck," Audric mengacungkan jempolnya.
Mike menghampiri sebuah ruangan dibelakang meja kasir yang pintunya sedikit terbuka. Dia mengetuk pintunya, "Entschuldigung, kann ich reinkommen?"
"Ja, komm rein,"
Mike membuka pintunya perlahan dan melihat seorang pria tengah membereskan beberapa tumpukan kardus yang ada dipojok ruangan. Ruangan yang tidak terlalu besar ini sepertinya sekaligus menjadi gudang dengan tumpukan kardus yang rapih dipojokan. Disitu terdapat dua buah sofa dan satu meja kecil dengan hiasan bunga tulip palsu warna kuning dan violet.
"Kann ich dir helfen?" tanya orang itu yang masih membereskan kardus dan tidak melihatnya,
"Aku Michael Tadashi, aku ada janji interview jam 10 ini,"
Orang itu menaruh kardusnya dan langsung menoleh melihat Michael, "Oh disitu kau , kawan. Silahkan duduk," katanya sambil mempersilahkan Mike duduk disofa. Orang itu duduk disofa dihadapan Mike.
"Aku Carel Errando, pemilik Think's Art. Aku sudah baca form lamaran pekerjaannya kemarin. Kau kuliah di Heinrich Heine?". Senyuman ramah terlintas diwajahnya. Dia memilki rambut cepak cokelat gelap dan matanya yang bersinar penuh semangat dibalik kacamatanya.
"Ja, aku baru masuk tahun ini, jurusan seni" entah kenapa Mike merasa tegang padahal Carel terlihat ramah dan baik.
"Aku alumni Heinrich Heine jurusan science. Hey, kenapa kau tegang? santai saja." katanya lalu dia tertawa sehingga membuat Mike tersenyum melihatnya.
"Jadi, namamu Michael Tadashi?"
"Panggil Mike saja,"
"Okey, Apa kau dari Jepang?"
"Ja, tepatnya di Saitama,"
"Oh, itu jauh sekali. Kau kesini dengan visa?"
"Ja, visa nasional,"
"Oh itu agak sulit. Aku tidak mau menyalahgunakan undang - undang tenaga kerja disini, kelihatannya aku tidak bisa memperkerjakanmu penuh waktu karena kau bukan permanent resident disini,."
Mike agak kecewa mendengarnya, "Oh, tidak apa - apa,"
"Tapi..." Carel bersandar disofa dan melipat kaki kanan diatas lutut kaki kirinya, "karena tidak ada aturan tetap mengenai pekerja paruh waktu dan...karena aku baik hati dan Audric benar - benar butuh bantuan disini, jadi...aku akan memperkerjakanmu paruh waktu."
__ADS_1
Secercah harapan meliputi hati Mike, dia tersenyum senang mendengarnya, "Benarkah?"
"Yeah, tidak apa apa kan?"
"Ja, tidak apa apa, terima kasih."
"Kapan kau bisa mulai kerja? Oh aku pikir sebaiknya senin saja, karena besok kita hanya buka setengah hari dan minggu kita tutup, bagaimana?"
"Okay, aku juga harus atur ulang jadwal kuliahku,"
"Gut, jadi selamat bergabung di Think's Art." Carel menjabat tangan Mike, "Hey, kenapa tanganmu dingin sekali? santai saja."
Mike tertawa pelan, "Ini pertama kalinya aku bekerja diluar negeri, aku agak gugup."
Mereka keluar dari ruangan dan Carel merangkulnya, "Tenang saja dan tolong jangan anggap aku bos. Kita semua teman disini. Hey Audric, Mike mulai membantumu hari senin tolong kau siapkan perjanjian kerja paruh waktunya."
"Oh akhirnya aku tidak sendirian lagi disini, okay nanti aku siapkan." jawab Audric sambil membuka file di laptopnya.
Carel mengeluarkan kunci mobil dari saku celananya dan berjalan menuju pintu keluar, "Dan jangan lupa kita latihan band nanti malam dirumah ku. Oh iya Mike, kau ada rencana apa nanti malam?"
"Tidak ada,"
"Ayolah, ini jumat malam. Kau ikut saja ya kerumahku. Aku jemput kalian jam 8 disini."
"Ya jika kau tidak keberatan ada orang asing yang datang kerumahmu,"
"Hahaha tak usah malu - malu. Jangan malu - malu tapi malu - maluin seperti Audric,"
Mike memperhatikan Carel masuk kemobilnya dan melaju pergi. Dia bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan dengan bos yang menyenangkan. Mudah - mudahan ini bisa menjadi awal yang baik untuk kehidupan barunya di Jerman.
"Hey Tadashi, jadi kau diterima kerja part time disini?", tanya Audric yang menyadarkan lamunan Mike.
"Ja, karena visa nasionalku. Panggil saja aku Mike. Ngomong - ngomong kau bergabung dengan bandnya juga?"
"iya sebagai drummer. Carel sebagai vokalisnya,"
"Band aliran apa?"
"Nu metal alternatif rock, kita latihan untuk Autumn Fest yang akan diadakan di Balai kota dua minggu lagi, akan ada banyak band lain juga yang akan tampil disana, kabarnya disana akan ada label rekaman yang diam - diam mencari band yang bertalenta."
"Semoga kalian berhasil disana. Kau tahu, teman sekamarku adalah Ritter Gilleasbuig,"
"Apa? Benarkah? Ya ampun ternyata dunia ini sempit ya. Tapi Ritter gitaris yang hebat, dia bahkan bisa memainkan gitarnya sambil tidur. Ini perjanjian kerjanya, kau baca dulu nanti kau tanda tangan disini" jawab Audric sambil memberikan beberapa lembar kertas untuk Mike.
Audric melanjutkan, "Walaupun disini toko kecil tapi kita sangat memperhatikan undang - undang tenaga kerja karena banyak imigran di Jerman jadi kita tak bisa sembarangan memperkerjakan orang. Hal itu agak sensitif disini. Jadi...aku tebak kau pasti dari Jepang,"
"Tebakan berdasarkan nama belakangku," jawab Mike sambil membaca kertas perjanjian kerjanya.
__ADS_1
"Yeah, Jepang itu jauh sekali, kenapa kau memilih negara yang jauh dari sana?"
Mike terdiam sesaat. Kenapa semua orang bertanya seperti itu? Memang jarak Jerman dengan Jepang sangat jauh tapi tak ada salahnya kan? Oh tidak, dia jadi teringat kembali mengenai adiknya.
Mike menjawab, "Bisa dibilang aku melarikan diri dari sana,"
"Apa kau melarikan diri dari renteinir?" tanya Audric dengan ekspresi wajah yang santai tanpa beban. Mereka saling bertatapan sesaat lalu mereka tertawa terbahak - bahak.
"Hahaha tentu saja tidak," jawab Mike sambil menandatangani kertas tersebut dan memberikan kembali pada Audric.
"Jadi kau mau ikut nanti malam?" tanya Audric,
"Sepertinya. Dimana rumah Carel?"
"Di perumahan di Mendelweg, setengah jam perjalanan dari sini,"
"Dia tinggal diperumahan?"
"Iya. Mudah untuk membeli rumah di perumahan jika kau bekerja di Deutsche Welle,"
"Dia bekerja di Deutsche Welle?"
"Iya, dia editor untuk Deutsche Welle online,"
"Wow, jadi Ritter punya restoran dan Carel adalah editor di Deutsche Welle, sepertinya aku dikelilingi orang - orang hebat disini,"
"Yeah, aku juga bangga dengan mereka, aku senang menjadi bagian dari hidup mereka. Kita sudah berteman lama dan aku sudah seperti saudara untuk mereka. Kau mau kemana setelah ini?"
"Mau kembali ke kampus. Aku ada kuliah siang ini,"
"Okay, sampai ketemu nanti malam,"
Mike membuka pintu toko dan terdengar suara gemerincing lonceng kecil diatasnya. Baru satu langkah keluar dari toko Think's Art dan dia masih memegang pintunya, tiba - tiba dia merasakan udara disekitarnya menjadi pengap dan berat. Udara serasa sangat tipis dan hanya sedikit yang bisa dihirup sehingga membuat dadanya sakit karena paru - parunya bekerja keras mencari udara. Apa yang terjadi? apakah dia terkena asma? tapi dia tidak punya penyakit asma. Mike berpegangan pada pintu agar tidak jatuh. Dia menahan dadanya dan melihat keadaan disekitarnya. Entah kenapa orang - orang yang berjalan disekitar situ tampak bergerak lambat seperti adegan lambat dalam film. Diujung jalan, Mike melihat sesuatu yang aneh.
Ada sebarisan tentara yang berjalan rapi melewati jalan itu. Anehnya hanya tentara - tentara itu saja yang kecepatan jalannya normal sedangkan orang lain yang ada disitu berjalan lambat. Barisan tentara itu makin mendekatinya, Mike bisa melihat ekspresi mereka, datar dengan tatapan lurus kedepan. Dia bisa melihat simbol NAZI dilengan baju mereka.
Mike akhirnya menyadari mereka itu apa, hantu tentara zaman perang dunia. Kenapa seberat ini? dia tidak kesakitan seperti ini ketika melihat hantu - hantu sebelumnya. Apa yang terjadi padanya? Bahkan saat hantu tentara itu sedang melewatinya dia benar- benar tak bisa bernapas. Dia merosot jatuh dan terbatuk mencari udara. Tidak ada udara. Dia merasa tercekik, dadanya terasa panas dan pandangannya berkunang- kunang. Apakah dia akan mati?
Sebuah tepukan dibahunya menyadarkannya. Tiba - tiba semua menjadi kembali normal, dia kembali merasakan udara disekitarnya, merasakan udara masuk kembali ke paru - parunya, Mike menarik napas dengan suara seperti seseorang habis tenggelam. Dia merasa lemas, dia bersandar dipintu dengan napas terengah - engah, dia menahan dadanya dan merasakan jantungnya berdetak keras. Kepalanya pusing dan penglihatannya jadi buram. Seperti dia hampir mati tadi.
"Mike, kau tidak apa - apa?" tanya Audric yang jongkok disebelah Mike.
Mike tidak menjawab, dia memperhatikan sekelilingnya. Semua sudah berjalan kembali dengan kecepatan normal dan hantu tentara itu sudah tidak ada.
"Apa kau kena serangan asma?" Audric kembali bertanya. Mike menggeleng dia belum sanggup bersuara, tenggorokannya masih terasa sakit. Audric membantunya berdiri dan membawanya ke ruang kerja Carel. Dia duduk disofa dan Audric menatapnya dengan khawatir.
"Apa sudah lebih baik sekarang?" tanya Audric. Mike mengangguk, dia memejamkan mata dan menyandarkan kepalanya disofa.
__ADS_1
"Tunggu ya, aku ambilkan minum,"
Mike masih memejamkan mata, kepalanya masih berputar dan jantungnya masih berdetak kencang. Kenapa dia begini? Apakah ini semakin memburuk? Bagaimana jika nanti dia melihat hantu lagi dan hal ini terjadi lagi dan dia tidak selamat?