DEVANORA

DEVANORA
47. Last love


__ADS_3

Sebab kau terlalu indah dari sekedar kata,


Dunia berhenti sejenak menikmati indahmu~


Devano.


***


"Ya ampun," pekik Keyra senang. Ia sampai merentangkan tangannya, menikmati udara sejuk pantai di pagi hari. Keyra sampai memejamkan mata saking takjubnya.


Meski bukan kali pertama Keyra ke pantai, baginya, pantai adalah obat dari segala sakit. Pantai selalu bisa menenangkan pikiran dan sedihnya.


"Gak lebih indah dari kamu, kalau kataku," gumam Devano tiba-tiba muncul di belakang Keyra.


"Dih gombal, masa sih?" Keyra tersipu malu. Meski bukan kali pertama mendapat gombalan dari Devano, entah kenapa hatinya mulai gampang luluh olehnya. Segala ucapan dari bibir Devano tentangnya terdengar manis di telinga.


"Iya beneran. Ay, aku mau tanya deh?'


"Tanya apa?" Keyra kembali menyembunyikan rona merahnya dan membalikkan badan menatap Devano.


"Gak jadi, cuma mau bilang. Apapun jalan yang akan kita tempuh setelah kelulusan nanti. Jangan tinggalin aku," ujar Devano.


"Nggak, aku nggak akan ninggalin kamu. Lagian rumah kita deket," kekeh Keyra.


"Hm, iya deket. Kali kamu kecantol cowok yang lebih keren."


"Nggak, janji cuma Devano!"


Keyra mengukir senyum disaat mereka tengah menyusuri pinggiran pantai dan menikmati setiap deburan ombak kecil yang menepi tanpa sengaja Keyra menabrak seseorang.


"Ar?"


"Astaga, Keyra, Devano!" Aron membelalakkan mata terkejut.


"Sendirian?" tanya Keyra celingukan. Tak berselang lama seorang gadis familiar menyusul Aron.


"Moza?" Meski bukan kali pertama Keyra melihat Aron dan Moza. Entah kenapa, ada perasaan tak rela di diri Keyra.


"Keyra," sapa Moza dengan wajah menunduk malu.


"Hm, ayo yang kita pergi dari sini!" ajak Keyra menarik tangan Devano.


"Key tunggu!" Moza mengangkat wajahnya. Entah keberanian darimana yang jelas ia ingin meminta maaf pada gadis itu.


Brukkk.


Tanpa diduga, Moza bersujud di hadapan Keyra.


"Maafin gue Key, mungkin maaf gue gak akan bikin Arin kembali. Tapi gue serius, gue menyesal dan gue..."

__ADS_1


"Bangun!" titah Keyra.


Aron sampai memegangi tangan Moza.


"Bangun! Gue udah maafin lo," seru Keyra.


Moza bangun dibantu Aron, ia tersenyum senang.


"Makasih, Key! Makasih."


"Ar, selamat ya! Semoga kalian bahagia. Gue seneng kalau lo seneng. Dan lo Moza! Jangan sampai gue denger lo jalan sama Aron karena cuma manfaatin kebaikan dia, gue harap lo beneran tulus sama sahabat gue," ujar Keyra.


Moza mengangguk pasti.


"Thanks ya Ar, gue jadi gak perlu khawatir lagi ayang gue disukai orang!" Devano malah tersenyum lebar sambil merangkul bahu Keyra.


"Ishhh, yang! Jadi diam-diam kamu,--"


Keyra tak meneruskan kalimatnya, Devano sudah menariknya berlari kembali menyusuri pinggiran pantai. Setelah jauh, mereka melambaikan tangan pada Aron dan Moza.


"Dev, kita ukir nama kita disini ya! Lalu foto," seru Keyra. Menuliskan DEVANORA di pasir pantai putih lalu berfoto dengan tulisan itu. Teramat sederhana, akan tetapi mampu membuat dua anak manusia saling melempar senyum penuh cinta.


"Devanora!" teriak Devano. Hingga berhasil memancing pengunjung lain menatap ke arah mereka.


"Will yo marry me, Keyra!" ucapnya membuat Keyra melotot tak percaya.


Gemas sekaligus ingin menimpuk Devano karena berani mengatakan hal sakral itu di depan umum bahkan disaat mereka masih terlalu muda.


"Apa, orang aku cuma latihan yang," usil Devano kemudian kembali lari.


"Capek juga ya, tapi seneng banget hari ini." Keyra berbinar, lantas mengesap es kelapa muda di gasebo tempat mereka kencan pertama kali di pantai ini.


"Mau bakso nggak?" tawar Devano. Kebetulan tak jauh dari mereka ada kedai bakso.


"Boleh, aku juga laper."


"Oke tunggu sini bentar." Devano meninggalkan Keyra untuk memesan makanan.


Di lain tempat Aldo dan Citra sedang menjalani kencan pertama mereka meski terpaksa. Namun, Citra jelas menerima keberadaan Aldo di sisinya. Mau bagaimana lagi? Ia tak bisa mengandalkan Aron dan Papanya saat ini sedang dirawat.


"Makan yang banyak, kamu sekarang kurusan karena tiap malem tidur di rumah sakit!" Aldo menyodorkan beberapa makanan yang dipesan ke hadapan Citra.


"Coba mama masih ada," gumam gadis itu.


"Hey hey, kenapa jadi sedih lagi? Kan aku sudah bilang, jaga mood biar kamu tetap sehat. Cit, kadang-kadang takdir itu memang aneh. Tapi kamu percaya gak, Tuhan itu selalu ngasih apa yang kita butuhkan tapi tidak dengan apa yang kita inginkan," ujar Aldo bijak.


"Aku selalu mikir kalau, keberadaan aku yang udah bikin Mama nggak ada. Dan sejak saat itu Papa jadi nggak sehat."


"Mama kamu pasti bahagia disana, karena sampai saat ini, Papamu nggak nikah lagi. Cit, jangan terlalu nyalahin diri sendiri."

__ADS_1


Citra mendongkak menatap Aldo, entah kenapa kata-kata Aldo berhasil membuatnya kembali bersemangat.


Citra tak tahu, dibalik sikap bijaknya Aldo. Dia adalah penggombal sejati di SMA Dirgantara.


***


Sepuluh bulan kemudian,


Setelah nilai hasil ujian akhir keluar, siswa-siswi SMA Dirgantara akan mengadakan tour sebagai acara perpisahan sekolah. Keyra tak menyangka bisa mengimbangi Devano, meski beberapa tingkat di bawahnya. Namun, meski begitu tetap saja selalu ada manusia nyinyir di sekitar mereka.


"Yey, lulus!" Keyra memeluk Papanya erat bereuforia atas kerja kerasnya selama ini.


"Selamat dulu dong, anak kesayangan Papa!" Bram memeluk Keyra.


Dari jauh, Devano tersenyum melihat pemandangan itu. Rafael menepuk pundaknya, "Papa bangga sama kamu, Boy!"


"Thanks, Pa!" Devano tersenyum lebar.


Lagi dan lagi, ia menjadi siswa dengan nilai kelulusan terbaik tahun ini. Meski begitu, Devano tak bersikap jumawa. Ia tetap merendah dan menunduk atas semua pencapaiannya.


Tour Bali menjadi kesan yang paling menyenangkan di akhir cerita mereka di SMA Dirgantara. Sebelum pada akhirnya menjadi memory indah yang terkenang. Masa putih abu-abu yang terlewat, menjadi kenangan manis dalam hidup.


Keyra dan Devano bergandengan tangan masuk ke dalam bus. Kebetulan bus dibagi tiap kelas sehingga mereka bisa sama-sama. Seolah semesta turut merestui kisah mereka untuk menciptakan momen indah sebanyak-banyaknya.


Dan Bali, menjadi sekian dari saksi perjalanan cinta mereka saat ini.


Cup!


Devano mengecup kening Keyra lama, ini adalah pertama kalinya.


"I love you forever My barmut."


"Too," jawab Keyra.


Mereka melanjutkan kuliah di universitas berbeda. Meski begitu, hubungan Devano dan Keyra justru semakin serius.


Meski harus keduluan nikah oleh Citra dan Aldo.


"Satu titik dua koma, Keyra cantik ya Devano yang punya," gombal Devano.


"Ehm, iya iya raja gombal. Puas kan pipi aku udah merah gara-gara denger gombalan kamu." Keyra tersenyum penuh arti.


"Cie cie, jadi gak sabar bawa pulang dan jadiin ibunya anak-anak," goda Devano sekali lagi.


"Gass dong!"


Tamat~


**

__ADS_1


Pembaca yang budiman, mohon maaf bila ada kurangnya. Terima kasih sudah dukung Devanora sampai di titik ini, semoga kalian senantiasa sehat dan diberkahi banyak rezeki aamiin.


Jangan lupa, like komen dan giftnya🤗


__ADS_2