DI BALIK CINTA SEORANG ISTRI

DI BALIK CINTA SEORANG ISTRI
SUSTER ERIKA


__ADS_3

Suasana di villa pagi itu tampak cerah.Seorang suster tampak mendorong kursi roda.Di atasnya duduk seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan dan berwibawa.Namun raut wajah pria itu nampak murung dan tak bersemangat.Tatapannya kosong.Ia duduk dan meletakkan tangannya di kedua sisi kursi roda itu.


Erika Maharani begitu nama suster itu.Wajahnya manis,hidungnya mancung dan warna kulit nya tidak terlalu putih,juga tidak terlalu hitam.Bisa di bilang inilah warna kulit exotis wanita indonesia. usianya mungkin lebih muda dari Dion.Dialah suster yang di sewa oleh Tania dari rumah sakit tempat Rian di rawat kemarin.Ia biasa di panggil suster Rika.


Pagi itu suster Rika membawa Rian jalan-jalan.Mereka berjalan di jalan-jalan setapak yang di kanan kirinya di hiasi bunga-bunga hidup yang begitu indah.Suster Rika membawa Rian berjemur di bawah sinar matahari pagi yang bagus untuk kesehatannya.


Setelah beberapa menit berada di tempat itu,tiba-tiba Dion datang.


"Suster kenapa tidak ijin saya dulu kalau mau bawa papa keluar?" tanya Dion.


"Maaf tuan,saya tidak tau tapi...tadi bapak yang minta sama saya untuk di bawa keluar." jawab suster Rika pelan.Kemudian ia melanjutkan ucapanya dengan lirih, "jadi saya bawa bapak kesini biar sekalian berjemur maksud saya tuan."

__ADS_1


"Sus,,jangan panggil saya tuan,panggil saja mas atau nama." Dion berkata lirih sambil mengambil alih posisi suster Rika,kini Dion yang mendorong kursi roda papanya.


"oh,iya tua....,,ehh mas." jawab suster Rika yang tampak gugup dan malu-malu,gadis itu menundukkan kepalanya.Sementara Dion terus membawa papanya berjalan menyusuri kebun bunga itu.Dengan pelan ia mendorong kursi roda itu,sesekali ia tampak mencuri pandang gadis di sebelahnya.Terkadang Dion mengajak papanya untuk bicara tapi tak ada jawaban apapun yang keluar dari bibir Rian.Karena struk yang di deritanya ia jadi tidak bisa menggerakkan mulutnya untuk bicara.


Pagi yang cerah ini menumbuhkan keakraban diantara suster Rika dan Dion.Setelah lama di luar akhirnya suster Rika membawa Rian masuk.Ketika ia masuk ke ruangan khusus yang di gunakan Rian ia melihat Tania sudah menunggu disana.Selama sakit Rian memang tidak tidur di kamarnya bersama Tania.Ada kamar yg khusus yang di disain seperti ruangan rumah sakit yang lengkap dengan segala alat-alat medis nya.Dua hari sekali dokter akan datang untuk mengecek perkembangannya.


Tania duduk disudut ruangan.Ia menatap tajam pada suster Rika dengan pandangan tak senang.


"Ma...ma..maaf bu,tadi saya nggak lihat ibu,sudah saya cari ke mana-mana,tapi ibu tidak ada dan bapak nunjuk-nunjuk pengen keluar..jadi saya bawa aja." suster Erika tampak gugup menjawa pertanyaan Tania.


"Oke!! lain kali jangan begitu lagi!" ucap Tania.

__ADS_1


"Baik bu,sekali lagi saya minta maaf.saya pikir membawa bapak keluar untuk berjemur di pagi hari itu bagus buat kesehatan bapak." dengan takut-takut suster Rika mencoba memberi penjelasan pada Tania.Wajah Tania berubah serius,ia menegak kan kepalanya,tatapan matanya tajam ke arah suster Erika kemudian ia berkata, "cuiiihh..!!! ohhh jadi kamu menganggap aku ini bodoh! begitu maksud kamu?? dasar suster tidak tau di untung!!!"


Selang berapa lama akhirnya Dion masuk ke ruangan itu.Ia mambantu suster Rika menidurkan sang papa.setelahnya Dion duduk disamping papanya.Rian terus menatap istrinya dengan tatapan yang seperti menyimpan keraguan.


"Papa istirahat ya mama ke kamar dulu." kata Tania sambil mencium kening Rian.


"Suster Erika.....kamu ikut saya sebentar ada yang mau saya bicarakan" ucap Tania ketika hendak melangkah keluar dari ruangan itu.


"Permisi mas,pak..." suster Erika berkata sambil berjalan mengikuti Tania.


bersambung........

__ADS_1


__ADS_2