DI BALIK CINTA SEORANG ISTRI

DI BALIK CINTA SEORANG ISTRI
Bercinta dengan suster Rika, tapi di jodohkan dengan Evelin


__ADS_3

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, sudah sebulan mereka berada di Jakarta. Kesehatan Rian sudah mulai membaik. Bahkan ia sudah bisa berjalan pelan-pelan tanpa menggunakan kursi roda lagi.


Sedangkan Dion dia sudah mulai kuliah lagi. Dion kuliah sambil bekerja di perusahaan keluarga Luna. Selama ini Luna cukup banyak membantu Dion. Meminjamkan sebuah mobil untuk Dion gunakan. Membayarkan uang kuliah Dion dan membujuk keluarganya agar Dion di terima kerja disana.


Hubungannya dengan suster Rika pun semakin dekat. Bahkan Rian sudah mulai curiga putranya punya hubungan dengan perawatnya.


Hari itu Danu datang dari Puncak ke Jakarta. Pagi-pagi sekali ia sudah menjemput Rian dan membawanya keluar. Di apartemen itu hanya ada Dion dan suster Rika. Saat itu Dion sedang libur kerja dan kuliah.


Suster Rika yang mengira tidak ada orang di apartement pun merasa sedikit bebas. Setelah mandi, suter Rika keluar kamarnya berniat ke kamar Dion untuk meminjam hairdryer dan mengeringkan rambutnya.


Dengan cepat ia membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Dion. Dion yang baru keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambut basahnya, sontak menoleh pada suster Rika yang tubuhnya masih tebungkus jubah mandi, Pun dengan rambutnya yang di sembunyikan dalam gulungan handuk.


Untuk beberapa saat mereka saling menatap satu sama lain.


"Eh mas, maaf aku kira nggak ada orang, aku mau minjam hairdryer," ucap suster Rika gugup.


"Oh, iya," Dion pun tak kalah gugupnya, di tambah dadanya merasakan getaran yang hebat. Pandangannya tak sedikit pun beraling dari suster Rika. Di tatap Dion seperti itu suster Rika jadi salah tingkah.


"Mas, aku keluar dulu," ucap suster Rika.


Saat suster Rika akan melangkahkan kakinya keluar, Dion memegang tangannya, dan menahannya agar tetap disana. Dada suster Rika begetar hebat menahan gejolak. Dion menatapnya dengan penuh rasa sayang. Matanya tak berkedip menatap wanita pujaan hatinya itu.


"Aku mencintaimu," ucap Dion, lalu dengan spontan ia mencium bibir sang suster denga lembut. Suster Erika menyambutnya dengan hangat. Lama-lama ciuman mereka semakin dalam. Nafas keduanya terengah. Dion mencium leher suster Rika. Kini keduanya telah di kuasai hawa nafsu.


Dion menggendong tubuh suster Rika. Direbahkannya tubuh sang sustet di atas ranjang. Gadis itu hanya bisa pasrah saja. Dion langsung menindih tubuh gadis itu dan ******* bibir suster Rika dengan penuh nafsu. Sementara tangannya dengan giat mulai membuka jubah yang melilit tubuh suster Rika. Suster Rika yang menyadari tubuhnya telah telanj*ng, dengan gugup menyilangkan kedua tangannya menutupi dadanya yang terbuka di depan Dion.


Lalu dengan cepat Dion membuka tangan gadis itu dan mengalungkanya di lehernya.


"Mas, jangan," ucap suster Rika ragu. Gadis itu menyadari apa yang akan mereka lakukan saat ini, dan terbersit keraguan di hatinya.


"Percayalah dengan aku sayang, aku mencintaimu," sahut Dion, membujuk suster Rika, lalu mencium bibir gadis itu dengan lembut.

__ADS_1


Ciuman yang membujuk itu lama kelamaan menjadi ciuman liar dan penuh nafsu. Dion ******* bibir suster Rika, seakan ia tidak pernah merasa puas. Sementara gadis itu sebisa mungkin membalas ciuman dari kekasihnya itu.


Dion terus menciumi leher jenjang suster Rika. Leher sang suster penuh dengan bercak merah keunguan hasil karyanya.


Dion menjatuhkan lilitan handuk di tubuhnya. Kini tidak ada apapun lagi yang menutupi keduanya. Dengan perlahan namun pasti Dion mulai memasuki tubuhnya suster Rika.


Suster Rika tampak sangat gugup. Ia rakut dan juga ragu, apakah harus Dia menyerahkan dirinya pada Dion.


Dion yang menyadari akan hal itu, ia segera menciumi bibir kekasihnya.


"Percayalah, aku akan bertanggung jawab, aku sangat memcintaimu Rika. Aku akan menikahimu."


Mendengar janji yang di ucapkan Dion, membuat suster Rika merasa yakin. Lagi pula ia sangat mencintai lelaki itu, jadi tidak ada alasan untuk menolaknya.


Sekian jam mereka beraktivitas di atas ranjang. Yang berakhir dengan permainan yang telah usai dengan kenikmatan dan kepuasan yang di rasakan oleh keduanya.


Suster Rika kembali ke kamarnya, dengan meninggalkan bercak merah di sprei tempat tidur Dion. Membuktikan bahwa Dion lah laki-laki pertama yang telah menyentuhnya.


Hari-hari berlalu, kini hubungan keduanya semakin intens.


Danu juga sering datang berkunjung menemui Rian, Dan tiap tidak ada orang di apartementnya. Dion akan melepas rindunya dengan kekasihnya, mereka bermesraan yang berakhir dengan permainan panas di ranjang Dion.


Mereka sudah melakukannya berulang kali. Benih-benih cinta semakin kuat tumbuh di hati keduanya, seakan mereka tidak bisa di pisahkan lagi.


Sementara Rian diapun semakin sehat dan bugar. Suatu hari Danu datang berkunjung dan kali ini Danu datang dengan niat akan membicarakan perjodohan anak-anak mereka.


Setelah Danu pulang, Rian pun mengajak putranya bicara. Rian tersenyum menatap putra semata wayangnya. Mencoba menyelami apa yang terpancar dari sorot mata beningnya.


Masih segar dalam ingatannya, tentang bagaimana Dion merawat dan memperjuangkan dirinya saat sakit dulu.


Rian, memang berhutang budi besar pada Danu. Tapi ia berjanji tidak akan memaksa putranya menerima perjodohan ini jika memang Dion tak mau. Pelan-pelan ia pun memulai pembicaraan dengan putranya. Mereka bicara saat suster Rika sedang tak ada di apartement. suster itu sedang cuti pulang kampung menemui keluarganya dalam dua atau tiga hari ke depan.

__ADS_1


"Dion sayang, Om Danu ingin menjodohkan kamu dengan Evelin, apa kamu mau nak?"


"Hah, apa pah? menjodohkan Dion dengan Evelin?" Dion terkejut mendengar pertanyaan papanya.


"Iya nak, kita memang banyak berhutang budi pada om Danu, Tapi papa tidak memaksamu, kalau kamu tidak mau tidak apa-apa, om Danu juga pasti akan mrngerti,"


"Tidak pa, Dion tidak mau, Dion tidak mencintai Evelin. Papa tenang saja setelah Dion lulus kuliah dan menjadi dokter, Dion yakin akan sukses, Dion akan bekerja keras dan akan mengembalikan semua uang yang sudah om Danu pinjamkan," ucap Dion menegaskan pada papanya.


"Baiklah nak, jika itu udah keputusanmua, papa akan sampaikan pada om Danu. Papa yakin dia pasti bisa mengerti."


🔻🔻🔻


Di kediaman keluarga Danu.


Tampak Danu sedang berbicara serius dengan putrinya.


"Evelin sayang, papa harap kamu mau mempertimbangkan kembali keputusanmu," ucap Danu pada Evelin. putrinya.


"Enggak pa, Evelin nggak mau, papa jodohin dengan Dion. Evelin tidak mencintainya."


"Bukan begitu nak, Papa dengan om Rian sudah seperti saudara, hubungan kami sangat erat, kita bisa seperti ini juga berkat om Rian. Papa ingin ada yang meneruskan usaha papa dan juga ada yang menjagamu nak, Dion pemuda yang baik dan pantas mendampingimu."


"Enggak pa, pokoknya Evelin nggak mau. Apa yang bisa Evelin harapkan dari pemuda miskin macam dia."


"Evelin!! jaga ucapanmu! apa harta yang kita miliki tidak cukup untukmu!" bentak Rian pada putrinya.


Obrolan mereka berakhir.


Evelin yang kesal pada papanya, segera masuk ke kamar dan membanting pintu kamarnya dengan kuat. Menyadari putrinya yang telah marah, Danu pun segera turun dari balkon. Dan tidak mau mengganggu Evelin lagi. Bagaimanpun juga ia tak bisa memaksa Evelin.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2