Di Batas Waktu

Di Batas Waktu
DBW 36 Mulai Menyelidiki


__ADS_3

Di Batas Waktu (36)


" Bukti rekaman CCTV sudah aku dapatkan. Besok kita ketemu di kafe saat jam makan siang", ucap Yudi.


Sakha menghela nafas. " Kita ketemu di rumah sakit aja. Kita terlambat. Lisa selangkah lebih maju ", ucap Sakha. Sekalipun belum ada bukti apapun, ia yakin ini bukan murni kecelakaan.


" Maksudmu, Adel..."


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


" Dia tertabrak mobil di depan toko. Aku tidak tahu apa yang membuatnya pergi ke luar. Padahal aku sudah melarangnya."


" Bagaimana kondisinya?"


" Dia koma", jawab Sakha singkat.


"Separah itu?", Yudi tidak percaya.


" Iya. Aku tak tahu kapan ia akan sadar. Bisa cepat ataupun lama", lirih Sakha


" Sabar ya", Yudi tidak tahu harus berkata apa lagi. "Kau yakin ini ulah Lisa?"


" Firasatku mengatakan begitu. Walau aku belum punya buktinya", Sakha diam sejenak. "Besok aku akan mencari tahu ke toko temannya. Pegawai tokonya bilang, Adel pamit pada mereka untuk bertemu Keysha. Pemilik toko yang tinggal di sebelah toko Adel", jelas Sakha.


" Ada yang bisa aku bantu?"


" Untuk sekarang belum ada. Mungkin nanti aku akan membutuhkan bantuan mu lagi", diam sejenak. " Terimakasih sebelumnya ".


" It's ok. Ya sudah, besok pagi aku ke rumah sakit"


Pembicaraan pun berakhir. Sakha kembali ke ruang rawat Adel. Duduk di kursi sebelah ranjang pasien dan kembali mengajak Adel bicara. Ia harap ini akan memancing Adel untuk segera bangun. Karena katanya, orang koma pun tetap bisa mendengar apa yang di katakan padanya.


Sementara itu, Syifa yang ada di mobil yang sama dengan Yudi penasaran. Mereka baru selesai makan malam bersama klien.


" Maaf pak, saya tidak bermaksud menguping. Tadi bapak bilang Adel, apa terjadi sesuatu pada Adel?", Tanya Syifa yang duduk di samping kursi pengemudi sementara Yudi di kursi penumpang.


" Iya. Adel kecelakaan. Ia tertabrak mobil di depan toko tadi siang", jelas Yudi singkat.


" Astaghfirullah. Kondisinya bagaiman ,Pak?", Syifa khawatir.


" Sakha bilang Adel koma"


" Ya Allah,, Adel. Bagaimana dengan kandungannya?"


" Saya kurang tahu. Kalau kamu mau, besok pagi saya jemput. Sebelum ke kantor, saya mau ke rumah sakit "

__ADS_1


" Biar saya pergi sendiri saja", tolak Syifa tak enak hati bila harus di jemput atasannya.


" Tidak apa-apa. Biar sekalian "


Setelah menimbang-nimbang, akhirnya Syifa setuju.


" Hmm,, baiklah Pak. Kalau memang tidak merepotkan." Syifa melepaskan seat belt nya dan keluar dari mobil karena sudah sampai di depan kosannya. " Terimakasih " ucapnya sedikit membungkukkan badan.


" Sama-sama. Besok saya hubungi lagi",


" Baik Pak"


Syifa tetap berdiri di pinggir jalan sampai mobil yang Yuda tumpangi tak terlihat lagi.


Setelah masuk ke dalam kosannya, Syifa langsung mengirim pesan di grup memberitahukan kecelakaan yang menimpa Adel kepada Aisyah dan Tia.


Akhirnya mereka saling berkirim pesan sampai larut malam.


Keesokan paginya, Yudi dan Syifa sampai di rumah sakit. Syifa masuk ke ruangan tempat Adel di rawat, sementara Sakha dan Yudi pergi ke kantin.


" Ini rekaman CCTV yang kamu minta. Aku sudah melihatnya," Yudi memberikan sebuah flash disk kepada Sakha. " Itu memang mobil yang aku berikan pada Lisa", lanjutnya.


" Sudah ku duga", seru Sakha.


" Lalu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?"


" Katakan saja, jangan sungkan"


Sakha pun mengatakan permintaan tolong yang ia maksud. Yudi pun menyanggupi.


Sementara itu di ruang rawat Adel.


" Assalamu'alaikum Adel", sapa Syifa sebelum duduk di kursi di sebelah ranjang Adel.


" Maaf baru datang. Aku baru tahu semalam", Syifa menghapus air matanya sejenak. Sangat sakit melihat kondisi sahabatnya yang seperti ini.


" Sejujurnya aku gakkan percaya kalau ini kamu. Tapi, mau bagaimana pun aku mengingkari, ini memang kamu". Air mata Syifa lagi-lagi mengalir.


"Kau tahu, sekarang aku melihat sendiri bahwa Sakha sudah mencintaimu. Aku sudah bilang kan, ketulusanmu akan membuat ia melihat ke arahmu. Dia bahkan melakukan segala cara untuk melindungimu dan janin yang kau kandung. Walaupun pada akhirnya janin itu tidak selamat. Tapi, aku yakin Sakha tidak akan berpaling lagi pada Lisa", terdiam sejenak. Syifa memang di beritahu Sakha sebelum masuk menemui Adel tentang Adel yang keguguran. " Bangunlah dan jangan biarkan ada Lisa-Lisa yang lain yang hadir di hidup Sakha".


" Jangan terlalu lama tidurnya, ya. Maaf aku gak bisa lama. Aku harus langsung pergi kerja dengan bosku dan kamu tahu, ternyata dia sahabat suamimu. Kemarin bahkan kami baru membicarakan tentang Lisa. Sakha pun sedang mencari bukti untuk bisa memenjarakannya. Tapi, sebelum kami berhasil memenjarakannya, dia justru sudah berhasil mencelakaimu", ucap Syifa lirih.


" Tapi, tenang saja. Kalau ini benar-benar ulah Lisa, dia akan mendapatkan balasannya". Janji Syifa.


"Aku pamit ya. Aisyah akan menjengukmu sore nanti setelah suaminya pulang bekerja. Sementara Tia, mungkin besok baru bisa datang"

__ADS_1


Syifa keluar setelah mengucapkan salam. Setelah membuka pintu ia melihat Sakha dan Yudi sedang duduk di kursi di depan ruang rawat Adel.


" Terimakasih sudah mau menjenguk Adel", ucap Sakha sesaat setelah Adel duduk di kursi.


" Dia sahabat ku. Kamu tak perlu berterima kasih".


Yudi dan Syifa langsung berpamitan karena ada meeting pagi ini. Sementara Sakha menunggu Mama Ria datang untuk menggantikannya menjaga Adel sebelum ia pergi menemui Keysha.


Sementara itu, di apartemennya, Lisa melakukan aktivitas seperti biasa sambil menunggu informasi dari orang bayarannya. Lisa tidak peduli uang yang ia dapatkan dari Yudi semakin menipis. Yang terpenting keinginannya menyingkirkan Adel dari hidup Sakha berhasil.


Lisa merasa aman karena berfikir tidak ada yang tahu apa yang ia lakukan. Ia lupa, bahwa mobil yang di gunakan untuk melakukan kejahatannya adalah mobil yang sebelumnya dimiliki Yudi dan Sakha sudah familiar dengan mobil itu.


***


Sakha masuk ke toko Adel. Ia langsung menghampiri seorang perempuan yang sedang sibuk membuat sketsa pakaian.


" Assalamu'alaikum"


" Wa'alaikumsalam", jawab Perempuan berkerudung mocca itu mengangkat kepalanya. Ia pun segera berdiri.


" Bisa bertemu dengan Mbak Kesya?",


" Saya sendiri. Ada yang bisa saya bantu?"


" Saya Sakha. Suaminya Adel", Sakha memperkenalkan diri.


" Anda baik-baik saja?", Keysha kaget. Setahunya kemarin Adel buru-buru pergi karena mendengar suaminya kecelakaan.


Keysha memang belum mendapatkan info apapun karena ia belum sempat menemui Fitri atau pegawai Adel yang lainnya.


" Maksudnya?", Sakha tidak mengerti.


" Kemarin Adel mendapatkan telpon dari seseorang yang mengatakan bahwa dia membawa anda ke rumah sakit karena mengalami kecelakaan mobil",


" Tapi, saya tidak mengalami kecelakaan.."


" Assalamu'alaikum Mama...", teriak sepasang anak kembar berlari masuk ke dalam toko bersama seorang lelaki dewasa.


" Sakha?"


...----------------...


Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan. Author nya masih pemula, masih harus banyak belajar.


Terimakasih untuk dukungannya. Tinggalkan like , komentar dan favorit juga ya.

__ADS_1


🥰🥰🥰


__ADS_2