
Di Batas Waktu (50)
Ia pun berjanji akan jujur mengenai keberadaan anaknya dari Lisa. Takkan menyembunyikan apapun karena berharap Syifa bisa menjadi ibu sambung bagi anaknya kelak.
Syifa memandangi cincin indah yang kini tersemat di jarinmanisnya. Seperti halnya perempuan pada umumnya, ia pun berharap untuk bisa menikah secepatnya apalagi usianya sudah cukup untuk hal itu. Namun, bukan berarti ia akan langsung menerima siapapun yang melamarnya.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Pagi ini, Adel dan Sakha pergi mengunjungi tempat-tempat yang indah. Mereka pergi ke beberapa taman kota yang mengusung tema-tema tertentu sampai terakhir pergi ke kebun strawberry di sebelah barat kota. Udaranya sejuk dan nyaman tidak seperti di kota yang sudah terkontaminasi oleh asap knalpot.
Sakha pun hanya mengikuti kemauan sang istri. Ia tak protes sedikit pun karena tujuan utamanya adalah membahagiakan Adel. Walaupun sudah beberapa hari ini ia jadi supir Adel.Namun, Sakha menikmati semuanya.
Mereka benar-benar menghabiskan waktu bersama. Bergandengan tangan menikmati suasana. Bahkan membuat foto romantis yang mereka abadikan di dalam ponsel masing-masing. Walaupun Sakha tidak terlalu suka di foto, mau tak mau ia tetap melaksanakannya, seperti janjinya.
Mungkin, ini adalah salah satu hikmah dibalik keguguran yang dialami oleh Adel. Mereka bisa lebih banyak punya waktu untuk berdua sebelum akhirnya ada anak di tengah-tengah mereka.
" Kenapa senyum-senyum sendiri?", tanya Sakha heran melihat istrinya senyum-senyum sendiri sambil melihat ponselnya.
" Lihatlah, ekspresi mas lucu?", Adel menunjukkan layar ponselnya dimana ada foto Sakha dan Adel.
Ternyata Adel sedang melihat-lihat hasil foto yang mereka ambil saat jalan-jalan tadi.
" Mas kan sudah bilang gak bisa kalau harus berpose di depan kamera ", kilah Sakha melihat ekspresi wajahnya saat berfoto dengan sang istri.
" Gak apa-apa, bagus kok", puji Adel tulus.
Bagaimanapun ia yang ingin punya Foto berdua. Jadi, seperti apapun hasilnya, tidak masalah.
"Silahkan!", pesanan jagung bakar milik keduanya sudah siap.
Tanpa membahas masalah foto lagi, mereka mulai menikmati jagung bakar. Sungguh nikmat menyantapnya selagi panas saat udara sedingin ini.
Setelah menghabiskan dua potong jagung bakar, mereka kembali pulang. Apalagi hari semakin malam.
Sesampainya di rumah, Adel pergi ke dapur untuk memasukkan buah strawberry ke dalam kulkas. Rencananya, buah strawberry itu akan dijadikan salah satu buah tangan yang akan ia bawa ke kota J. sehingga Adel harus menyimpannya dengan baik agar buah strawberry itu tidak busuk.
" Besok kita kemana lagi?", tanya Sakha yang menghampiri Adel ke dapur dan duduk di kursi meja makan.
" Kemana, ya?", Adel malah balik bertanya sambil meletakkan dua gelas jus strawberry yang baru ia buat.
" Hmm, kita jalan-jalan ke mal. Belanja?", Usul Sakha.
" Hah?", Adel kaget. Bukankah suaminya itu tidak suka ke mal, apalagi berbelanja. Karena menurut Mama Ria, Sakha paling tidak suka belanja. Bahkan semua yang melekat di tubuhnya, Mama Ria yang membelikan.
__ADS_1
" Kenapa? Kamu gak mau?", tanya Sakha bingung dengan respon Adel. Bukankah perempuan suka belanja?
" Bukan gak mau. Tapi, bukannya Mas gak suka belanja, bahkan Mama Ria bilang semua pakaian mas, Mama Ria yang beli", Adel mengutarakan keheranannya.
" Sekarang kan, ada kamu. Jadi, pasti gak membosankan kalau belanjanya sekalian pacaran", jawab Sakha menggoda. "Lagi pula, Mas mau mulai saat ini kamu yang beli semua keperluan Mas. Lagipula ada yang mau aku beli", jelas Sakha.
" Mas mau beli apa?",
" Rahasia. Hadiah buat kamu", ucap Sakha yang membuat Adel sedikit kesal
" Bibirnya jangan di monyongin begitu, mas kan jadi gemes pengen..."
" hap", Seketika itu juga Adel melipat bibirnya.
Sakha tertawa melihat kelakuan istrinya yang lucu di matanya.
Siang hari, seperti rencana Sakha dan Adel pergi ke mal. Mereka pergi ke toko pakaian. Mereka akan membeli kebutuhan Sakha terlebih dahulu.
Keduanya melihat kemeja yang tertata rapi di sana. Adel memilih beberapa dengan warna berbeda. Setelah itu membeli celana.
Setelahnya, Sakha ingin membelikan Adel pakaian. Ia pergi ke bagian pakaian perempuan. Memilih baju yang pasti bagus jika di kenalkan istrinya. Ia langsung membayar pakaian itu lalu menghampiri sang istri.
" Itu apa, mas?", Adel penasaran bukankah mereka belum membeli apapun di toko itu.
Walaupun kesal karena suaminya main rahasia-rahasiaan, Adel akhirnya tak banyak bertanya.
" Sekarang kita kemana?", tanya Adel.
" Beli gamis ,ya? Samain warnanya sama kemeja tadi", pinta Sakha.
Adel mengangguk. "Kapan-kapan kita minta Mbak Kesya untuk bikin baju couple untuk kita", pinta Adel.
" Iya, Nanti kita juga bisa bikin baju untu kita dan Mama juga. Buat dress code foto keluarga ".
Sakha teringat bahwa ia pun belum punya foto keluarga.
" Bagus tuh. Bikin sarimbit ",Adel antusias.
Keduanya pergi mencari gamis dan kerudung untuk Adel. Mereka mencari yang warnanya senada dengan kemeja Sakha.
Setelah selesai keduanya pergi ke restoran cepat saji yang ada di sana. Menikmati ayam krispi dengan nasi hangat. Bahkan membeli untuk di bawa pulang.
Merasa kenyang, keduanya duduk sejenak disana.
__ADS_1
" Langsung pulang atau ada yang mau di beli lagi?", tanya Sakha akhirnya.
" Kita beli bahan-bahan buat bikin kue ya? Aku sudah janji sama Bu Indah mau bikinin kue. Sekalian bikin agak banyak untuk di bagikan ke tetangga. Besok kita antar sekalian pamit sebelum pulang", Jelasnya. " Boleh?"
" Tentu. Ayo kita ke swalayan yang ada di bawah sebelum pulang", jawab Sakha setuju.
Mereka membeli semua bahan kue yang ada di butuhkan. Selain bahan kue, Adel juga membeli box untuk kuenya.
Mereka selesai menjelang Maghrib. Sebelum pulang, keduanya mampir dulu ke mushola untuk melaksanakan shalat Maghrib baru kemudian pulang.
Di rumah, Sakha langsung masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri. Sementara Adel membereskan belanjaannya ke dapur. Ia bersyukur alat-alat untuk membuat kue miliknya saat pertama mulai belajar membuat kue masih ada di sana. Sehingga bisa ia gunakan di saat seperti ini.
Sakha yang sudahselesai mandi dan berganti pakaian, turun menyusul Adel.
" Sudah selesai?", tanya Sakha.
" Alhamdulillah sudah "
" Kalau begitu cepat mandi dan ganti baju. Bajunya sudah aku siapkan di atas tempat tidur",
" Tumben nyiapin baju", Adel heran.
" Pokoknya harus pakai baju yang aku pilih ya", ucap Sakha. seolah Adel akan menolak memakai baju pilihannya.
"Hmm,, baiklah", jawab Adel sambil beranjak ke kamarnya.
" Oh iya, untuk makan malam, kita pesan aja ya. Kamu gak usah masak. Mas gak mau kamu tambah lelah setelah seharian jalan-jalan", ucapnya perhatian.
" Baiklah, terserah Mas aja", jawab Adel.
Sakha mulai memesan makanan lewat ponselnya. Sementara Adel langsung pergi ke kamar karena ia sudah penasaran ingin melihat pakaian yang disediakan oleh suaminya.
Sesampainya di kamar, ia mengambil pakaian yang ada di atas kasur.
"Hah?" , Adel terkejut melihat pakaian yang sudah disediakan oleh suaminya.
Adel merentangkan pakaian itu di hadapannya dan mengamatinya sambil menggelengkan kepalanya.
TBC
...----------------...
Terimakasih atas dukungannya 🥰🥰🥰
__ADS_1