Di Batas Waktu

Di Batas Waktu
DBW 51 Perpisahan


__ADS_3

Di Batas Waktu (51)


"Hah?" , Adel terkejut melihat pakaian yang sudah disediakan oleh suaminya.


Adel merentangkan pakaian itu di hadapannya dan mengamatinya sambil menggelengkan kepalanya.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Di dapur, Sakha sedang mempersiapkan makan malam. Kini ia sedang menata makanan yang dipesan secara online yang baru saja sampai.


Sakha benar-benar mempersiapkan semuanya dengan matang. Ia menata makanan di atas meja juga mempersiapkan lilin agar makan malam mereka lebih romantis.


Malam ini, adalah malam terakhir keduanya berada di rumah itu. Karena itu, Sakha ingin malam terakhir ini memberikan kesan yang tidak terlupakan bagi keduanya.


" Aku sudah tidak sabar untuk melihatmu memakai baju itu," ucap Sakha pelan.


Pikirannya sudah membayangkan secantik apa istrinya.


Sementara Adel yang ada di kamar, dia masih membolak-balik pakaian yang ia pakai di depan cermin.


Jujur saja ia merasa malu untuk keluar kamar sekalipun di rumah ini hanya ada mereka berdua.


"Hah,, Bagaimana bisa Mas Sakha mempersiapkan ini? Ini sangat memalukan," ucapnya sambil menutup muka saat melihat tampilan nya di depan cermin.


"Tapi kalau aku tidak memakainya dia pasti marah," lirih Adel.


Setelah berdebat dengan dirinya sendiri, akhirnya Adel memutuskan untuk tetap memakai baju itu. Ia tidak ingin mengecewakan suaminya. Juga, bukankah ia berpenampilan seperti itu pun hanya di hadapan suaminya?


Dengan malu-malu ada keluar kamar menuju dapur di mana saka berada.


Deg.. Deg.. Deg..


Jantung Adel berdegup kencang. Ia terkejut melihat apa yang ada di hadapannya.


Makan malam atau lebih tepatnya dinner romantis yang disiapkan oleh sangka sungguh membuatmu bahagia.


Menyadari Adel ada di sana, Sakha langsung menghampirinya.


" Kamu sangat cantik," puji saka melihat penampilan Adel.


Adel hanya tersipu malu.


Pakaian tidur yang menurut Adel terlalu terbuka ini sejujurnya membuat Adel kurang nyaman. Karena Adel tidak terbiasa memakai pakaian yang terbuka. Biasanya pakaian tidurnya adalah setelan celana panjang dan atasan pendek.


Namun karena ini adalah keinginan Sakha, maka Adel mau memakainya. Bukankah membahagiakan suami adalah ibadah? Pikir Adel.


"Mas mau nanti di rumah semua baju tidur kamu ganti dengan model yang seperti ini ya?," pinta Sakha.


"Apa?," Adel terkejut.


Sakha hanya tersenyum melihat ekspresi terkejut Adel.


"Mas suka melihatmu memakai baju seperti ini. Jadi, Mas mau semua baju tidurmu diganti dengan model yang seperti ini".

__ADS_1


"Tapi, aku malu," ucap Adel lirih.


" Sayang, kenapa harus malu? 'kan kamu pakai di kamar bukan dipakai keluar?".


"Baiklah,, baiklah,, asalkan mas senang aku mau".


"Kamu memang istriku yang penurut," ucap Sakha sambil mencium pipi Adel.


Mereka pun duduk dan menikmati makan malam bersama. Makan malam romantis yang baru pertama kali mereka lakukan di rumah.


Tidak masalah dengan menu yang sederhana namun makan malam ini menjadi sangat luar biasa karena dilakukan dengan pasangan yang sangat dicintai.


"Apa kamu sudah kenyang sayang?," tanya Sakha.


"Alhamdulillah," Adel menggangguk.


" Tapi, kita 'kan belum makan hidangan penutupnya?,"ucap sakhya sambil tersenyum misterius.


"Hidangan penutup apa?," Adel bingung karena di atas meja sudah tidak ada makanan yang lain. Hampir semuanya tandas dan sudah beralih ke dalam perut mereka.


" Hidangan penutupnya mana?," tanya Adel.


Sakha berjalan perlahan mengitari meja. Namun Adel sepertinya tidak menyadari pergerakan Sakha tersebut.


" aaaaaaa," teriak Adel karena tubuhnya tiba-tiba melayang ke udara.


" Mas!!," Adel terkejut saat menyadari Sakha sudah menggendongnya ala bridal style.


" Ini hidangan penutupnya," ucap Sakha ambigu.


Mukanya sudah memerah seperti kepiting rebus.


Namun Ia pun tidak bisa mengelak keinginan suaminya karena liburan ini adalah quality time untuk mereka berdua.


***


Pagi ini setelah salat subuh Adel segera ke dapur untuk membuat kue. Sore ini, ia akan pulang kembali ke kota J. Karena itu, sebelum ia pulang ia ingin membuat kue sebagai salam perpisahan kepada tetangga-tetangganya.


Karena Adel tidak hanya membuat untuk Bu Indah saja melainkan untuk tetangga yang lain. Ia teringat dulu saat hidup berdua bersama ayahnya mereka sungguh baik kepadanya. Kehidupan di lingkungan rumah Adel memang masih kental kekeluargaannya.


Tidak seperti kehidupan di kota-kota besar yang antara satu rumah dengan rumah yang lainnya terkadang tidak saling mengenal.


Sakha pun membantu Adel untuk membuat kue.


" Masukin ke mana?," tanya Sakha sambil menunjukkan mangkuk yang berisi terigu.


" Masukkan ke dalam mangkuk ini ya, Mas. Nanti dicampur bahan-bahan yang lainnya". Adel menunjukkan satu persatu bahan yang harus dimasukkan. "Setelah itu baru di mixed sampai adonannya mengembang," jelas Adel.


Mereka pun bahu-membahu membuat kue itu sesekali serta menjahili Adel dengan mengolesi terigu ke wajah Adel.


Hingga akhirnya semua kue sudah selesai dan dimasukkan ke dalam box mika. Jadilah dapur itu seperti kapal pecah karena selain membantu membuat kue Sakha malah membantu membuat semuanya semakin berantakan.


Setelah membereskan kekacauan di dapur, keduanya segera membagi-bagikan kue yang sudah tersusun rapi.

__ADS_1


Adel mengetuk pintu rumah tetangganya satu persatu.


" Assalamualaikum," salam Adel dan saka sambil mengetuk pintu rumah bu RT.


"Waalaikumsalam," jawab seseorang dari dalam.


Sakh dan Adel mencium tangan Bu RT.


" Bu ini ada sedikit kue".


" Terimakasih. Malah jadi ngerepotin," Bu RT menerima kue itu. "Kamu jadi pulang hari ini, Adel?"


" Sama-sama, Bu. Iya Bu sore ini kita langsung pergi".


" Kalau begitu, kami langsung pamit mau membagikan kue-kue ini ke tetangga yang lain. Assalamualaikum."


" Wa'alaikumsalam. Hati-hati ya," Bu RT memeluk Adel dengan erat.


Sakha dan Adel pun berkeliling ke beberapa rumah sambil memberikan kue buatan mereka dan yang terakhir adalah ke rumah Bu Indah.


" Ini beneran ya, Ibu dibikinin kue? ucap Bu Indah sambil tersenyum.


" Iyalah Bu, Adel 'kan sudah janji,"


" Padahal ibu kan cuman bercanda nak. Walaupun sebenarnya Ibu memang merindukan kue buatanmu tapi, masa iya Ibu mengganggu waktu kalian liburan berdua,"


" Tidak apa-apa, Bu. Kami membuat ini bersama-sama jadi ya membuat kami semakin dekat juga," Jawab Sakha.


" Iya Bu tidak apa-apa. Lagi pula Adel senang membuat kue apalagi untuk dibagikan,"


" Jadi, pulang sore ini?," tanya Bu Indah.


" Iya B, insya allah. Dari sini Adel langsung pergi. Ini juga sebenarnya sekalian pamit".


"Benarkah? Padahal baru kemarin kalian sampai sudah mau pulang lagi?," tanya Bu Indah.


" Kita udah hampir seminggu Bu, di sini".


"Ya sudah, Ibu hanya bisa mendoakan semoga pulang dari sini kalian bisa segera dikarunia momongan dan saat kembali lagi ke sini kalian sudah bertiga ", do'a Bu Indah.


"Aamin," jawab Sakha dan Adel bersamaan.


Mereka pun berpamitan dan segera kembali pulang setelah itu mereka langsung membereskan barang-barang yang ada di dalam rumah dan memasukkannya ke dalam bagasi karena mereka akan pulang pada saat itu juga.


" Nanti lewat jalan sana ya," pinta Adel.


" Memangnya mau kemana dulu?",


" Aku mau mampir dulu ke restoran, sudah janjian soalnya,"


Sakha hanya mengangguk mengiyakan.


TBC

__ADS_1


...----------------...


...Terimakasih atas dukungannya 🥰🥰🥰...


__ADS_2