Di Batas Waktu

Di Batas Waktu
Promo Novel Terbaru: Balqis Untuk Baim


__ADS_3


Bab 11 Penggerebekan


Balqis sedang berjalan mencari alamat. Seseorang menghubunginya dan mengatakan ingin memesan kue padanya. Orang itu pun mengatakan bahwa ia tahu dari Bu Nara karena saat acara di rumah Bu Nara.


Balqis pun menyanggupi untuk datang ke rumahnya untuk membicarakan masalah pesanan.


"Rumahnya yang mana ya?" Balqis diam sejenak. sang melihat sekitarnya.


Hingga pandangannya tertuju pada sebuah rumah yang di bangun agak terpisah dari rumah lainnya. Rumah yang tidak terlalu besar dan tampak biasa saja.


Halamannya cukup luas.


Tok..Tok...Tok...


Balqis menge mengetuk pintu rumah beberapa kali sambil mengucapkan salam.


Namun, tidak ada satu orang pun yang membukakan pintu rumah untuknya.


Hingga tiba-tiba seseorang membekap mulut dan hidungnya dengan sapu tangan. Balqis mulai tak sadarkan diri setelah mencium aroma dari sapu tangan itu.


Balqis yang tidak sadarkan diri setelah menghirup aroma yang tidak lain adalah obat bius langsung dibawa masuk ke dalam rumah dan diletakkan di dalam sebuah kamar.


Beberapa saat kemudian terdengar suara gaduh di depan pintu rumah.


Brak... Brakk.. Brakk


Keributan terdengar di depan pintu.


"Dobrak saja, Pak RT." Seru seorang warga karena baginya terlalu lama menunggu.


" Iya, dobrak saja, Pak."


Mendengar suara keributan akhirnya Balqis pun tersadar dari pingsannya.

__ADS_1


Balqis bingung saat menyadari bahwa kini ia sedang berada di sebuah kamar yang asing baginya.


"Aku di mana?" Balqis merubah posisinya menjadi duduk sambil memijit-mijit kepalanya yang masih terasa pusing.


Deg


Mata Balqis membulat saat ia menyadari bahwa ada seseorang yang tertidur di sampingnya sambil tengkurap. Bahkan ia melihat bagian atas tubuh laki-laki itu tidak menggunakan pakaian sementara bagian bawahnya tertutup oleh selimut.


Menyadari sesuatu yang janggal Balqis melihat ke arah dirinya sendiri yang ternyata sudah tidak mengenakan sehelai pakaian pun.


" Tidak. Ya Allah apa yang terjadi? Kenapa aku tidak memakai pakaianku?" lirihnya.


Ia benar-benar bingung. Terakhir yang ia ingat adalah ia yang sedang mengetuk pintu rumah seseorang dan tiba-tiba tak sadarkan diri saat seseorang membekapnya.


Brakkk


Pintu kamar terbuka paksa.


"Astaghfirullah" Teriak orang-orang yang masuk dan melihat keduanya ada disana.


Sementara orang yang tidur di sampingnya langsung terjaga saat mendengar ada keributan.


Orang itu langsung terkejut saat melihat banyak orang yang memandangnya dengan tatapan tajam dan menghakimi.


Deg


Ia semakin terkejut saat menyadari kondisinya yang hanya memakai celana pendek di atas sebuah tempat tidur dengan seseorang di sampingnya. Seseorang yang ia tidak tahu siapa.


Hiks... Hiks .Hiks...


Terdengar suara tangis dari dalam selimut. Balqis yang ketakutan langsung menangis.


"Tarik saja selimutnya!. Mereka sudah membuat kampung kita tercemar dengan ulah bejat mereka." Seorang bapak emosi.


"Kita arak saja." Teriak yang lain.

__ADS_1


"Tenang, Bapak-bapak." Ketua RT setempat mencoba menenangkan.


Setelah berhasil menenangkan para Bapak yang saat itu ikut melakukan penggrebekan, mereka pun kini duduk di kursi yang ada di rumah tamu di rumah tersebut.


Pak RT duduk di depan sepasang laki-laki dan perempuan yang tadi mereka pergoki tidur di kamar yang sama di rumah itu.


"Apa kalian sudah menikah?," tanya Pak RT memulai interogasinya.


Pak RT hanya khawatir mereka menggerebek pasangan halal karena keduanya bukanlah penduduk disana. Melainkan pendatang yang ia ketahui dari pemilik rumah bahwa rumahnya disewakan kepada seseorang yang mengaku pria single.


Namun, ia heran saat ada perempuan yang suka keluar masuk rumah. Khawatir rumah yang ia sewakan di pakai maksiat, orang tersebut langsung melaporkan pada RT setempat.


Tidak ada suara. Keduanya menggelengkan kepalanya.


"Berarti mereka sudah berzina , Pak."teriak seorang warga.


"Tidak. Aku tidak melakukan apa-apa. Aku sendiri tidak tahu kenapa ada di kamar itu tanpa berpakaian."Teriak sang laki-laki.


"Mana ada maling ngaku." timpal yang lain.


"Sudah, sudah " Pak RT kembali melerai.


Sementara Balqis hanya menundukkan kepalanya sambil menangis. Ia sendiri tidak mengerti apa yang terjadi.


"Jadi, begini Nak..."


"Baim, Pak RT." jawab laki-laki yang duduk di samping Balqis.


Ya, orang itu adalah Baim.


"Baik. Begini Nak Baim, tolong jelaskan bagaimana kamu bisa ada di sini." Pak RT mencoba untuk bijak menyikapi masalah ini. Jadi, ia harus mengintrogasi keduanya sebelum mengambil keputusan.


Langsung baca ke kamar "Balqis Untuk Baim" ya!!


Terimakasih 💞💞

__ADS_1


__ADS_2