Di Cintai Berondong Tampan

Di Cintai Berondong Tampan
TELEPON MASUK


__ADS_3

"Kok ninggalin sih?" gerutu Gerald. "Lagian kamu udah aku panggil-panggil malah bengong, ya udah aku jalan aja. perut ku lapar" jawab Nelsia. "Kamu udah pesan?" tanya Gerald lagi. "Udah. Gih sana kamu pesan. Aku tidak tahu kamu suka nya apa?" jawab Nelsia. "Aku suka dengan yang kamu pesan kan buat ku" ledek Gerald. "Hadeh ini bocah ya kalau ngomong.." decak Nelsia.

__ADS_1


Gerald menuju meja kasir untuk membayar pesanan nya. Ternyata Nelsia sudah membayar pesenan nya sendiri. "Hhmm.. tadi kamu bilang aku apa?" tanya Gerald setelah menarik bangku tepat di sebelah Nelsia. "Kamu mau apa? Duduk nya jauhan sana" ucap Nelsia. "Jawab dulu tadi kamu bilang aku apa?" tanya Gerald kembali. "Bo-Cah" jawab Nelsia sambil tersenyum meledek. "Aku Bocah. Ya... bocah ini akan buat kamu jatuh cinta" terang Gerald lalu menyentuh tangan Nelsia. "Lepasin tangan aku Gerald. Ini tempat umum, apa-apaan sih kamu" jawab Nelsia kesal. "Biar saja, biar mereka mengira kita kekasih yang sedang kasmaran" ucap Gerald.

__ADS_1


Tak lama makanan mereka pun datang. Pelayan memberikan makanan sesuai dengan yang mereka pesan. Nelsia merasa risih dengan Gerald yang masih memegang tangan nya. "Mau sampai kapan kamu pegang tanganku? Aku mau makan" ucap Nelsia dengan mencoba melepas tangan nya. "Sampai kamu minta maaf karena sudah bilang aku Bocah" jawab Gerald. Nelsia mengalah karena perut dia sudah tidak tahan lagi. "Ya... ya... aku minta maaf. sekarang lepaskan tanganku. Perut ku sudah berbunyi daritadi" ucap Nelsia terpaksa. "Kalau kamu panggil aku Bocah sekali lagi aku akan memberikan kamu hukuman" ancam Gerald sambil melepas tangan Nelsia. Mereka pun akhirnya makan makanan dengan sikap tenang. Meskipun sesekali Gerald melirik Nelsia. Dia sungguh penasaran dengan wanita ini. Wanita ini di katakan cantik juga tidak, tapi dia manis. Tidak bosan untuk melihat nya. "Bagaimana dengan kehidupan nya ya? Aku harus cari tahu" ucap Gerald dalam hati.

__ADS_1


"Siap ya? 1... 2... Ddrreett... " ponsel Nelsia tiba-tiba bunyi dan di sana tertera nama seorang pria yang tak asing buat Gerald yaitu Ardi. Ya waktu itu kak Angga pernah cerita sebentar tentang masa lalu Nelsia dan pria itu. "Nel, ada telpon dari Ardi" ucap Gerald. Tanpa banyak bicara Nelsia langsung mengambil ponsel nya dan mematikan panggilan itu. Gerald melihat wajah Nelsia yang tadi senang berubah menjadi murung. Gerald memegang bahu nya Nelsia dan bertanya "Ada apa Nel? Apa ada yang salah?". Nelsia hanya menggeleng dan di sudut mata nya sudah ada embun air yang siap mengalir. Dddrreett... Ddrreettt.... Ponsel Nelsia berulang kali getar. Gerald melihat nama Ardi di sana. Tanpa mempedulikan Nelsia dia mengambil ponsel nya. " Halo..." ucap Gerald. "Benar ini ponsel Nelsia? Saya mau bicara dengan nya" ucap seorang di sebrang sana dengan sedikit membentak. "Ya benar ini ponsel Nelsia, tapi Nelsia nya saat ini sedang... " belum sempat Gerald melanjutkan bicaranya ponsel tersebut sudah di ambil pemilik nya lalu dia mematikan panggilan dan menonaktifkan ponsel nya. "Ngapain sih telepon aku? belum cukup perbuatan yang dilakukan padaku?" isak nelsia semakin membuat Gerald bingung. Gerald mengajak Nelsia untuk duduk di dekat spot foto tersebut. Gerald hanya bisa melihat Nelsia menangis.

__ADS_1


__ADS_2