Di Cintai Berondong Tampan

Di Cintai Berondong Tampan
TOLONG PERCAYA


__ADS_3

"Jiah... dia bengong lagi. Males nih gue kalau ngomong sama orang yang lagi galau. Gagal move on tapi ada yang legi ngedeketin. hahahahaha" ledek Desta lagi pada Nelsia. "Tuh kan lo mah gitu. Semua yang lo tau jadi bahan ejekan ke gue. Males ah" ngambek Nelsia. Desta mendekat ke arah Nelsia dan mengacak rambut nya. "Dasar Baperan. Pantesan aja susah buat move on nya. Nanti di sapa dikit langsung deh klepek-klepek lagi" ucap Desta. "Emang kak Angga kasih syarat apa? Suruh lo nikah?" tambah Desta. Nelsia hanya menganggukkan kepala nya lagi nyengir memperlihatkan giginya yang putih.


Desta hanya menggelengkan kepalanya, tidak menyangka sahabat nya berumur 34 tahun di suruh nikah malah susah banget. Padahal semua sudah ada di dirinya. Cantik, pintar, kaya lagi. "Sama Gerald aja Nel. Dia seperti nya baik" celetuk Desta. "Apa? Gue gak salah denger nih? Sahabat gue nge jodohin gue sama berondong! Gila lo ya Des" pekik Nelsia. "Mending sama berondong kalau dia tulus cinta sama lo. Daripada yang lebih tua mau harta lo doang" ucap Desta nyindir. "Hhmm... lo liat deh rekaman CCTV hari jumat di ruang pemotretan. Bisa tolong lo hapus gak? Gue jijik liatnya" ucap Nelsia lalu bangkit berdiri dari kursi nya. "Lo mau kemana?" tanya Desta. "Lo liat aja sendiri. Gue mau ke toilet" ucap Nelsia.

__ADS_1


Keluar dari toilet, tanpa sengaja dia berpapasan dengan Gerald. Gerald mencoba tersenyum, tapi Nelsia pura-pura tidak melihat. Gerald menarik lengan Nelsia "Boleh aku bicara sebentar" ucapnya. "Mau bicara apa? ini kantor. Kalau mau bicara masalah kantor lebih baik ke ruangan saja. Tolong yang sopan" jawab Nelsia ketus.


Gerald melepaskan lengan Nelsia. Nelsia pun kembali ke ruangan nya. Tapi dia tidak sendiri. Gerald ternyata mengikutinya. "Permisi" ucap Gerald. Desta melirik ke arah Nelsia lalu paham maksudnya. "Ya ada apa Gerald?" tanya Desta. "Saya mau ijin bicara dengan Ibu Nelsia, boleh pak?" ucap Desta kembali. "Oh ya silahkan. Nel, lo mau kopi gak? Gue mau ke bawah sebentar beli kopi" tanya Desta. "Boleh deh. Biasa ya" ucapnya.

__ADS_1


Desta menelepon Tasya ke ruangan dan meminta dia ke ruang HRD. Tak berapa lama Tasya pun datang. "Permisi Pak" ucap Tasya. Tasya tidak menyapa Nelsia, karena Tasya tidak pernah suka dengan Nelsia. Dia iri karena cowo di sini suka dengan Nelsia. "Oh ya masuk, sini duduk. Ada yang mau saya bicarakan" jawab Desta menyuruh Tasya duduk. Nelsia masih pada tempat nya. "Nelsia, boleh kamu bawa kemari surat nya?" ucap Desta mengagetkan Nelsia. "Baik" jawab nya singkat padahal dia tidak tahu surat apa, karena dia belum membaca pesan dari Desta.


"Tasya, saya mau tanya kamu. Kenapa kamu melakukan hal ini di kantor?" tanya Desta pada Tasya sambil menunjukkan rekaman CCTV ke mereka berdua. "Hhmm.. itu pak.. karena" jawab Tasya terbata-bata. "Karena apa? Kamu juga Gerald. Seharusnya kamu sadarkan Tasya, apalagi kamu masih anak baru di sini. Sudah buat masalah saja" ucap Desta sedikit membentak. "Saya sudah bilang pak, kalau ini kantor dan di ruangan itu ada CCTV nya. Tapi Tasya memaksa untuk mencium saya. Saya malu pak. Maafin kelakuan saya pak" ucap Gerald hanya menunduk. "Kamu tasya, udah 2x kamu seperti ini. Waktu itu dengan atasan kami sendiri. Sekarang sama karyawan baru. Apa kamu gak malu? Kamu ini kan karyawan lama di sini. Kalian sudah dewasa. Kalau mau berbuat seperti itu silahkan cari hotel. Jangan di kantor. Kalau bos lihat kalian akan di pecat, ngerti!" ucap Desta tegas. Tasya terkejut karena Desta tau kalau dulu dia juga pernah berciuman dengan Edwin. Sampai sekarang pun mereka berdua masih mempunyai hubungan.

__ADS_1


"Ini surat nya" ucap Nelsia memberikan 2 lembar kertas yang bertuliskan "SURAT PERINGATAN". "Tanda tangan ini. Tasya sekali lagi kamu berbuat seperti itu, kamu akan saya keluarkan secara tidak hormat. Dan kamu juga Gerald masih anak baru jangan mencari masalah di sini" ucap Desta pada dua manusia di hadapan nya. Mereka pun menandatangani surat tersebut lalu keluar ruangan HRD. Setelah mereka keluar Desta berkata "aku akan hapus ini tapi aku gak jamin para petinggi tidak melihat nya". " Hapus saja aku jijik melihat nya" jawab Nelsia. "Tapi tunggu deh, apa bener Gerald berada di kantor sampai jam 9 malam?"tanya Nelsia kembali. " Hhmm.. iya. di sini sampai jam 9 dia masih ada di depan laptop nya. kenapa?"jawab Desta. "oh.. gak ada apa-apa cuma nanya saja" ucap Nelsia. Seperti nya dia tidak bohong.


__ADS_2