
"Desta... maafin gue ya... hayolah des.... gue itu kemarin gak masuk gara-gara sakit. lagian juga siapa yang mau sakit sih des" rujuk Nelsia pada desta saat masuk kantor. "Bohong" ucap desta cuek. Desta sudah tahu kenyataan nya bahwa Nelsia sakit gara-gara pria bre****k itu. Tapi Desta pura-pura marah saat sahabat nya sendiri gak masuk kerja dan gak datang ke acara tunangan nya. Desta mau Nelsia jujur dan cerita yang sebenarnya.
"Desta ganteng... Desta baik hati... jangan ngambek lagi dong" rengek Nelsia kembali. "Janji deh saat lo nikah gue datang dari awal sampai akhir. Atau gue jadi bridesmaid lo deh. Oke... Oke... " ucap Nelsia kembali. "Gak mau. Nanti yang ada pengantin sama bridesmaid cantikan bridesmaid lagi" ledek Desta. "Nah gitu dong Des, senyum" ucap Nelsia tertawa sambil mencubit pinggang sahabat nya itu.
__ADS_1
Mereka berdua sahabatan tapi orang sudah anggap mereka pacaran. Karena kelakuan Nelsia yang manja pada Desta. "Nel, jujur deh lo kenapa bisa tiba-tiba sakit gitu. Gue tau lo nel. Lo tuh kalau stress pasti langsung lari kepikiran udah gitu jatuh sakit" tanya Desta. "Hhhmmm... gue bingung harus mulai dari mana?" jawab Nelsia sambil menunduk. "Gara-gara lelaki itu kan lo jadi drop?" tuduh Desta. Yups... sayang sekali tuduhan itu benar adanya. Semua yang terjadi karena satu nama "Ardi".
"Awalnya gue liat dia berantem sama si cewe itu di deket jalan yang mau ke rumah gue. Ya dah gue diem aja. Sampe ada yang ngajakin gue bolos kerja, ya udah gue ikut. Gue ajak deh ke bukit Bintang. Dari sana ternyata badan gue demam tinggi. Akhirnya kak Angga nyuruh gue nginep di daerah sana. Dan pagi nya saat gue mau check out gue ketemu lagi sama "dia" yang habis mabuk dan berganti wanita lagi. Dia nyamperin gue, dan... dan... dia ngomong yang enggak-enggak di depan orang yang ngajak gue pergi sampe dia pun kena pukulan" jelas Nelsia. "Apa?? Lo ketemu sama dia sama cewek lain lagi? udah gitu sampai mabuk? itu namanya lo beruntung Sia. Karena lo udah keluar dari lingkaran setan tuh lelaki bre****k." ucap Desta sedikit marah. "Terus yang ngajak lo pergi siapa? Kok lo mau aja lagi? Giliran gue ajak pergi ke sana, lo gak pernah mau. Curang lo" tanya Desta lagi.
__ADS_1
"Nel, kamu sehat? Sakit apa? Kok pesan aku gak di jawab?" tanya Edwin sambil memegang tangan Nelsia. Nelsia terkejut dengan perbuatan Edwin, lalu menepis nya kasar. "Apaan sih? Emang siapa yang bilang gue sakit? Lo kirim pesan jam berapa? Salah kirim kali lo. Bukan ke nomor gue" jawab Nelsia jutek. "Bener kok aku kirim pesan ke nomor kamu. Masa aku salah sih" ucap Edwin sambil mengecek ponsel nya. Dan ternyata benar yang di kirimi pesan oleh Edwin adalah cewe lain. "Coba liat kalau bener lo kirim pesan ke gue. Mana ponsel. lo?" Nelsia balik bertanya pada Edwin. Edwin yang malu pura-pura izin balik ke ruangan nya "aku lihat kamu baik-baik aja. kalau gitu ini buat kamu, aku balik dulu ya ke ruangan. permisi" ucapnya. Edwin pun langsung keluar dari ruangan Nelsia dan Desta dengan wajah malu.
Setelah Edwin keluar, Desta yang sudah menahan tawa daritadi akhirnya dia lepaskan. "Hahahahahaha... kocak... kocak... " ucap nya. Di susul oleh Nelsia yang tertawa dia berkata "Aduh dasar lelaki buaya. kirim pesan kemana, bilang nya ke gue. Ckckckck"
__ADS_1
"Nel, peratanyaan gue belum lo jawab!" ucap Desta. "Pertanyaan lo yang mana Des?" jawab Nelsia pura-pura lupa. "Lo ke bukit Bintang sama siapa? " tanya Desta kembali. "Oh yang itu. Hhhmmm... sama... " Lagi-lagi Nelsia belum sempat menjawab, Desta sudah menjawab sendiri "Pasti anak baru itu. Gerald. Bener kan?" Dalam sekejap pipi Nelsia merah bagai tomat. "Nah kan bener yang gue tebak. Tuh pipi lo udah kayak tomat" ucap Desta sambil tertawa. "S**l lo Des. Udah tau pake nanya lagi. Pasti lo tau dari Kak Angga kan? Lo kan emang mata-matanya kak Angga" jawab Nelsia. "Iya lha secara dia yang ngegaji gue... Hahahahaha" ucap Desta. "Sssttt... kecilin gak suara lo. Udah tau di sini dinding punya kuping". jawab Nelsia kesal. " Oooppss... sorry. Lagian lo kenapa sih gak mau gantiin posisi Kak Angga aja" tanya Desta. "Gue mau aja asal jangan ada syarat nya. Males gue kalo pake syarat!" jawab Nelsia masih sedikit kesal. "Syarat? Syarat apa maksud lo?" tanya Desta heran. Nelsia dia saja saat di tanya syarat. Dia ragu untuk memberitahu Desta apa syarat nya dan pasti akan jadi bahan tawaan lagi kalau di sebutkan syaratnya. Jadi lebih baik diam.