Di Cintai Berondong Tampan

Di Cintai Berondong Tampan
BERTEMU ARDI


__ADS_3

Kak Angga memberitahukan pada paman nya Gerald kalau keponakan nya di rawat karena DBD. Dari luar kota paman nya langsung menuju Jakarta ketika mendengar Gerald di rawat. Ya Gerald dan Stefi tinggal memang hanya dengan Paman nya. Tapi paman nya lebih sering di luar kota.


Nelsia masih berada di ruang Gerald. Dia menunggu Stefi datang. "Nel, kamu pulang saja" ucap Gerald membuka pembicaraan. Karena sejak Kak Angga, Kak Gita dan Desta pulang Nelsia hanya duduk di sofa dan memainkan ponsel nya. "Ya nanti aku tunggu adik mu datang" jawab Nelsia tanpa melihat ke arah Gerald. Gerald turun dari ranjang dengan pelan-pelan berniat untuk ke toilet. Tapi langkah nya terhenti ketika Nelsia tiba-tiba menatap nya. "Mau kemana kamu?" ucap Nelsia sedikit galak. "Mau ke toilet sayang" jawab Gerald dengan nada bercanda. "Dasar bocil edan" ucap Nelsia.


Gerald melangkah perlahan menuju toilet. Sudah selesai dia juga dengan perlahan mendorong tiang infus nya. Gerald melihat Nelsia tertidur di sofa. Dia mendekat ke arah Nelsia. Memandangi wajah Nelsia membuat desiran dalam dada nya. "Cantik..." ucap Gerald sambil mengelus rambut Nelsia.

__ADS_1


"Eehhmm.. " tegur Stefi yang baru datang. Gerald tentu saja kaget ketika adik nya datang dan dia sedang mengelus rambut Nelsia. "Ssttt... " ucap Gerald pelan. Dia tak mau membangunkan Nelsia. Gerald berjalan menuju ranjang nya di temani oleh Stefi. "Dek, tolong selimuti dia" ucap Gerald sangat hati-hati saat bicara. Stefi menuruti kakak nya, mengambil selimut dan menutupi tubuh nelsia.


"Kak, jangan bilang dia.. " tanya Stefi. Gerald hanya menganggukkan kepala nya. "pantas saja kamu naksir dia. ternyata cantik" ucap Stefi kembali. "Sstt... nanti kamu membangunkan dia" jawab Gerald. Stefi hanya terkekeh. Mendengar kekehan Stefi, membuat Nelsia mengerjapkan mata. "Eh... maaf aku ketiduran" ucap Nelsia yang melihat selimut menutupi tubuh nya.


"Gak apa Nel. Kamu pasti lelah kan sudah menemani aku dari pagi sampai sekarang. Oh ya kenalkan ini adik ku, Stefi" ucap Gerald. "Oh Hai... Aku Nelsia teman kantor nya Gerald" jawab Nelsia sambil mengulurkan tangan nya ke arah Stefi. "Hai kak. Aku Stefi. Wah... ternyata benar yang di bilang kak Gerald" ucap Stefi menyambut tangan Nelsia. "Emang apa yang Gerald ucapkan tentang aku? Pasti yang gak baik deh" jawab Nelsia memanyunkan bibir nya. "Stefi... jangan ngarang deh" pangkas Gerald sebelum Stefi melanjutkan bicara nya. "Hahahaha.. gak kok kak. Kak Gerald cerita kalau Kak Nelsia itu cewek yang cantik" jawab Stefi sambil meledek Gerald.

__ADS_1


Nelsia dan Stefi pun turun ke lobby untuk ke coffee shop. "Stefi, maaf ya waktu itu kamu ke rumah kakak gak nemuin" ucap Nelsia pada Stefi. "Ah iya gak apa-apa kak. Owh ya kak mau pesan kopi apa?" tanya Stefi. "Aku mau ice cappucino aja tapi less sugar ya. Kamu mau pesan apa?" ucap Nelsia. "Hhmm.. aku bingung kak. Kayaknya aku ice vanilla latte aja kak" jawab Stefi. "Udah sana kamu duduk dulu. Biar kakak yang belikan buat kamu. Anggap aja kakak traktir kamu sebagai perkenalan" ucap Nelsia menyuruh Stefi duduk.


Stefi duduk di sudut cafe. Tak lama Stefi melihat sosok pria, tinggi sedang berjalan menuju kasir. "Seperti nya aku kenal" gumam Stefi. Dia memerhatikan dari jauh gerak gerik pria tersebut. Dan ya dia adalah Ardi. Stefi, Nelsia dan Ardi tidak sengaja bertemu.


Saat di kasir Ardi mengernyitkan dahi nya dan berkata "Nelsia". Nelsia yang tak asing mendengar suara pria yang memanggil namanya langsung menoleh. Tapi dengan sekejap Stefi menghalangi pandangan nya. " Kak, sudah selesai. Kita minum di kamar kak Gerald saja yuk" ucap nya.

__ADS_1


"Wah... wah... aku bertemu dia wanita cantik dan menarik di sini" ucap Ardi. Dan kali ini Stefi dan Nelsia sama-sama menoleh ke arah suara itu. Mereka berkata "ARDI". Dengan tangan gemetar Nelsia mengambil pesanan nya. Stefi menarik tangan Nelsia. Tapi jalan mereka di hadang oleh Ardi. " Hai cantik. Kalian mau kemana?" goda nya. "Kamu jangan macam-macam ya Ardi. Di sini banyak orang. Aku bisa teriak" bentak Nelsia. "Wah... kamu selain tambah cantik, kamu tambah galak ya mantan tunangan ku" ucap Ardi. "Kamu mau apa?" tanya Stefi. "Nona manis kenapa panggilan ku dan pesan ku tak pernah di balas. Apa kamu tega sama aku?" tanya Ardi memajukan wajah nya ke dekat wajah Stefi. "Cukup Ardi. Jangan dekati kami" ucap Nelsia dan berlalu pergi sambil menarik tangan Stefi. Jantung mereka seakan mau copot setelah bertemu Ardi. Mereka langsung dengan cepat menuju kamar Gerald.


__ADS_2