Di Cintai Berondong Tampan

Di Cintai Berondong Tampan
LO MAU NGAPAIN, WIN?


__ADS_3

Hari ini Nelsia lembur. Karena ada beberapa pekerjaan yang masih belum dia di selesaikan. "Sia, gue balik dulu ya. Biasa mau jemput calon istri" ucap Desta. "Iya tau deh yang bentar lagi mau punya ibu negara" ledek Nelsia. "Udah sana. Paling gue 15 menit lagi lha selesai. Nanggung" tambah Nelsia. "Oke. Lo jangan malem-malem nanti gue di tegur lagi sama kak Angga. Hahahaha... gue balik duluan ya" ucap Desta sambil berlalu.


Keluar ruangan Desta melihat ruangan tempat Gerald dan kawan-kawan masih menyala lampu nya. Dia mendekat ternyata masih ada Gerald di sana. "Bro, lo belum balik?" tanya Desta iseng. "Eh Pak. Belum Pak. mau buat laporan dulu baru pulang. Mau pulang pak?" jawab Gerald. "Iya. Lo kayak nya sehati nih sama Nelsia. Dia juga belum balik tuh. Masih lembur. Titip ya anak buah gue" ucap Desta sambil meledek. Ternyata di belakang Desta ada Edwin yang masih belum pulang juga, tiba-tiba Edwin nyeletuk "Oh masih ada Nelsia ya? Wah kesempatan nih".

__ADS_1


"Loh, lo masih di kantor? Gue kira udah pulang" tanya Desta kaget melihat Edwin muncul di belakang nya. "Kok lo titip Nelsia sama anak baru sih? Emang dia siapa nya Nelsia? Harusnya nitip sama gue" ucap Edwin. "Lha gue nitip Nelsia sama lo mah sama aja gue jeblosin anak orang ke mulut buaya kaya lo. Udah lha gue mau pulang. Di tungguin calon istri" jawab Desta sambil berlalu. Edwin tidak jadi melangkah kembali ke ruangan. Dia malah menuju ke ruangan Nelsia. Yang melihat itu pun Gerald mengikuti Edwin. "Mencurigakan" gumam Gerald.


Setelah mengirimkan laporan dan merapikan laptop nya, Gerald keluar ruangan nya menuju ruangan Nelsia. Di ruangan Nelsia terlihat sedang ketakutan. Karena Edwin mencoba terus mendekatinya. "Sana Edwin. Gue lagi nyelesain laporan. Lo mau ngapain? Jangan berbuat aneh-aneh" ucap Nelsia gugup. "Santai aja nel. Gue cuma mau deketin lo doang kok. Ya kalau ada yang lain nya itu berarti hadiah gue buat lo" jawab Edwin santai sambil terus mendekatkan diri pada Nelsia. "Berhenti win. Ini ada CCTV loh. Gue gak main-main bisa laporin lo ke bos" ancam Nelsia. "Lapor saja. Gue rasa bos lebih percaya sama gue, daripada lo. Secara gue orang lama di sini. Ya gak mungkin lah dia percaya sama lo yang baru beberapa tahun di sini" ucap Edwin kembali dengan terus mendekat pada Nelsia.

__ADS_1


Edwin membuang nafas kasar dan sedikit memukul meja Nelsia. Membuat Nelsia terkejut. Tatapan Edwin begitu marah pada Gerald. Gerald tidak menganggap nya. Yang dia pedulikan hanya Nelsia. "Nelsia, kamu gak apa-apa kan?" tanya Gerald cemas. "Gak. Aku gak apa-apa. Aku mau pulang aja" jawab Nelsia sedikit gemetar. "Biar aku antar" ucap Gerald. "Boleh. Tapi hanya antar aku ke lobby saja. Aku akan pulang naik taksi online" jawab Nelsia. Gerald hanya bisa menghela napas nya. Jika ia lanjutkan pembicaraan, dia akan tau bagaimana reaksi Nelsia.


Gerald pun menuruti Nelsia. Dia mengantarkan Nelsia sampai lobby kantor, dan Nelsia pun naik taksi online. Tapi... Gerald tetap mengikuti Nelsia dari belakang. Dia sangat mengkhawatirkan Nelsia. Dia tidak mau terjadi apa-apa pada Nelsia. Setelah memastikan Nelsia pulang dengan selamat, Gerald pun kembali ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2