
Tok...
Tok...
"Selamat... Ma... Lam... " ucap Nelsia terbata-bata saat membuka ruang rawat Gerald. Di dalam sana ada wanita cantik yang seumuran dengan Gerald. Sesaat hati Nelsia terasa mencelos. Tapi dia menahan agar tidak mundur dari kamar itu. Karena kalau dia pergi pasti Gerald akan berpikir macam-macam.
__ADS_1
"Malam Nel... Masuk sini. Aku mau kenalin kamu sama paman ku" jawab Gerald meminta Nelsia untuk masuk ke ruangan rawat nya. Nelsia berjalan menuju tempat tidur Gerald dan basa-basi menanyakan keadaan Gerald. "Bagaimana kabar mu? Apakah sudah membaik?". " Ya, menurut dokter kalau besok aku tidak ada keluhan dan trombosit ku stabil, lusa aku sudah boleh pulang" jawab Gerald memperhatikan raut wajah Nelsia yang seketika berbeda dari biasanya. "Oh syukurlah. Maaf ya cuma bisa bawa roti. Semoga cepat sembuh" ucap Nelsia ingin buru-buru meninggalkan ruangan itu.
Gerald menahan tangan Nelsia. Nelsia pun terkejut dengan gerakan Gerald. "Nel, kenalkan ini paman ku. Dia memang jarang ada di sini. Karena sibuk mengurus bisnis nya di semarang" ucap Gerald. "Paman kenalkan ini Nelsia. Nelsia Rahayu Cahyo" tambah Gerald. Nelsia dengan sikap ramah memperkenalkan diri pada paman Gerald. "Wajah mu seperti tak asing nak" ucap Paman Gerald. "Wah... banyak yang bilang seperti itu paman" jawab Nelsia pelan. "Kalian sudah lama kenal?" lanjut tanya paman nya. "Hhmm... mungkin sekitar 3 bulan, paman. Kami satu tempat kerja. Gerald di bidang fotografer, sedangkan saya bagian HRD" jawab Nelsia sambil tersenyum manis.
"Oh gitu... Berarti kamu yang menangani gaji, dan absensi ya?" tanya nya lagi. "Iya paman benar. Oh ya paman maaf kalau kedatangan saya mengganggu. Saya tidak tahu kalau Gerald kedatangan Paman dan yang lainnya" Nelsia merasa tidak enak hati. "Oh tidak apa kak Nelsia. Paman ke Jakarta langsung dari semarang karena di telepon teman kalau Gerald katanya di rawat" jawab sang paman sambil tersenyum dan di susul oleh Nelsia yang menganggukkan kepala dan ikut tersenyum. "Paman... maaf kalau gitu saya permisi untuk pamit. Saya jadi tidak enak telah mengganggu" ucap Nelsia pada paman Gerald. "Gak ganggu kok Nel. Tapi kalau memang kamu mau pulang biar di antar saja gimana?" Paman menawarkan sopir untuk mengantar Nelsia.
__ADS_1
"Kenapa? Kenapa hati gue kayak gini ya? Padahal kan gue gak punya hubungan apa-apa sama Gerald. Tapi saat liat dengan tersenyum dan bercanda dengan wanita lain di dalam sini sakit" gumam Nelsia pelan sambil berjalan menuju parkiran motor.
Nelsia melajukan motor nya perlahan. Dan hanya 40 menit saja dia sudah sampai di rumah. Dia pun berjalan masuk ke dalam rumah dengan raut wajah sedikit kusut. "Malam kak" ucapan malas keluar dari mulut Nelsia. "Malam dek. Kamu dari mana? Kenapa dengan wajah mu?" tanya Angga yang melihat raut wajah adik nya seperti tidak bersemangat. "Tidak apa kak, mungkin karena lelah" jelas nelsia lalu duduk dekat Angga. "Kak... boleh kah aku mengeluh?" tanya Nelsia pada Angga. "Boleh dek. Katakan ada apa dengan mu?" ucap Angga. "Kak, aku mau ikut kakak ke Semarang saja. Aku mau menjauh dari orang-orang yang membuat aku terluka" jelas Nelsia dengan tatapan sendu. "Hah? Kamu mau ke Semarang? Kakak gak salah dengar?" Angga begitu terkejut mendengar adiknya ingin ikut dengan dirinya. "Iya kak. Aku lelah di jakarta. Aku penat berada di sekitar orang-orang yang nyakitin aku. Jadi mungkin kalau aku pindah mereka akan senang" ucap Nelsia.
"Nanti kakak pikirkan lagi ya dek. Tapi sekarang kamu naik ke kamar, dan mandi. Kamu bau" Angga sambil tertawa mendorong tubuh adik nya agar pergi ke kamar dan membersihkan diri "Iya kakak ku bawel. Cerewet" jawab Nelsia sambil berlalu menuju kamar nya.
__ADS_1
Di dalam kamar, bukan nya mandi Nelsia malah menatap ke langit malam dari balkon kamar nya. "Ma... apa emang Nelsia tidak bisa di cintai secara tulus? Baru aku mau membuka hati, ternyata benar dugaan nel. Gerald hanya memainkan perasaan Nelsia. Lelah ma.." gumam Nelsia yang membuat setitik air lolos ke pipinya. Dalam kamar ponsel Nelsia terus saja bergetar. Nelsia tidak mempedulikan panggilan ponsel itu.