
Hari berganti dan tiba di hari sabtu. "Dek... Adek... " panggil kak Angga. "Iya kak. Kenapa?" jawab Nelsia. "Bantuin Kak Gita di dapur sana. Jangan lupa info pacar kamu untuk makan malem sama-sama" ucap Kak Angga. "Iya kak. Aku udah bilang. tapi dia gak janji karena ada acara juga" jawab Nelsia. "Kalau kamu gak bisa buktiin, berarti kamu mau ya kakak jodohin" ledek kak Angga.
Sebenarnya yang akan di jodohkan ke Nelsia adalah Gerald. Keponakan dari Pak Gunawan. Tapi sengaja kak Angga menyembunyikan nya. Dia tidak ingin Nelsia menolak.
Di tempat lain Nelsia berharap Gerald bisa datang ke rumahnya untuk menyelamatkan dirinya. "Dek, tolong kakak potongin buah-buahan ya" ucap Kak Gita membuat Nelsia terkejut. "Eh... kaget aku kak. Tadi kakak bilang apa?" jawab Nelsia. "Kamu ini lagi ngelamunin apa sih nel? sampe-sampe kakak minta tolong saja gak dengar" tegur Kak Gita.
__ADS_1
"Ma... Maaf kak. Tadi kakak bilang apa?" tanya Nelsia kembali. "Tolong kamu potong buah-buahan jadi tamu kita tinggal menikmati saja" ucap Kak Gita. "Oke kak" jawab Nelsia semangat. "Kak, sebenarnya siapa sih yang mau si kenalin ke aku?" tanya Nelsia kembali. Kak Gita tertawa. "Loh memang kamu gak tau Nel? Kakak mu emang gak kasih tau?" Kak Gita bertanya balik pada Nelsia. Nelsia hanya menggelengkan kepala lemas. "Ya udah setelah ini kamu dandan yang cantik ya. Pakai dress yang sudah kakak siapkan khusus untuk kamu" ucap Kak Gita. "Ih... apaan sih kak pake dress segala. Kayak mau ada acara apaan aja" gerutu Nelsia.
Selesai potong buah, Nelsia pamit pada Kak Gita untuk mandi dan melaksanakan ibadah. Nelsia mencoba menelepon Gerald tapi ponsel pria itu tidak aktif. Khawatir terjadi sesuatu pada Gerald dia mengirimkan banyak pesan tapi tetap saja hanya centang satu. 'kamu kemana sih Gerald? apa emang seperti ini sikap pria jika sudah mendapatkan yang di inginkan? menyesal aku menerima nya' gumam Nelsia jengkel.
Nelsia mengambil dress yang ada di atas tempat tidur nya. Dress masih tersimpan dalam kotak. Dia membuka nya dan... 'wow... cantik sekali dress ini. memang gak salah pilihan Kak Gita' ucap Nelsia. Dia membawa dress itu ke depan kaca, melihat pantulan dirinya dengan dress itu. 'Mewah. Hhhmm... aku merapikan diri dulu deh' gumam Nelsia kembali.
__ADS_1
Luluran, masker rambut sudah di lakukan sendiri oleh Nelsia. Tubuhnya sudah wangi sekali. Dia keluar dari kamar mandi dan melaksanakan ibadah terlebih dulu. Setelahnya dia mencoba mengenakan dress. Karena kulit nya yang putih jadi dress bewarna broken white itu terlihat tampak indah di tubuh Nelsia. Dia pun merias wajah nya sehingga terlihat natural. Ya memang Nelsia tidak suka berdandan secara berlebihan. Dia mengambil beberapa aksesoris yang di siapkan oleh Kak Gita.
"Dek" ucap Kak Gita mendorong pintu kamar Nelsia. Kak Gita takjub melihat Nelsia. "Wow... ini benar Nelsia? Cantik banget dek? Pasti pria itu beruntung sekali mendapatkan hati kamu" ucap Kak Gita. "Dia mungkin merasa beruntung. Tapi bagaimana dengan aku Kak? kenal saja aku belum" jawab Nelsia sedikit menggerutu. "Ya kan nanti kalian akan berkenalan di depan kami dan depan banyak orang. Kalau perlu langsung saja menetapkan tanggal pertunangan" ucap Kak Gita. "Apaan sih Kak udah tunangan aja. Kenal dulu lah. Lagian aku juga udah punya pacar" jawab Nelsia. "Siapa pacar kamu? Bawa dong ke sini" ucap Kak Gita berikutnya.
Ketika di tanya seperti itu Nelsia langsung diam. Karena dari awal Nelsia memang tidak mau pacaran dengan Berondong. Apalagi beda umur nya 4 tahun. Kalau Nelsia berucap pasti kak Gita akan menertawakan nya. Mana ponsel Gerald juga tidak bisa di hubungi. Kesal sekali sih...
__ADS_1
Pukul tujuh malam Paman Gerald, Berlian dan Saudara nya datang ke rumah Nelsia. Angga yang sudah sejak tadi menunggu, mempersilahkan mereka masuk. Sambil berbisik Angga menanyakan keberadaan Gerald. Paman nya berkata kalau Gerald sengaja datang nya belakangan. Paman Gerald mengenalkan anak satu-satunya yaitu Berlian dan semua saudara nya Gerald. "Ya... kami ini termasuk keluarga besar mas. Ini belum semua nya hadir di jakarta. Tapi kalau nanti sudah resmi pasti mereka akan ke Jakarta. Atau kita buat acara nya di Semarang saja" ucap Paman Gerald sambil tertawa di sambut juga oleh tawa Angga.
Gita baru saja keluar kamar Nelsia, menuju ruang tamu. "Oh ya pak, kenalkan ini istri saya Gita" ucap Angga pada Paman nya Gerald. Gita pun menjulurkan tangan nya untuk mengenalkan diri pada Paman nya Gerald dan juga anak nya serta yang lain. "Lha ini mana Nelsia nya?" tanya Paman Gerald. "Oalah aku lupa. Nelsia masih ada dikamar" jawab Angga. "Sayang tolong panggilkan Nelsia ya" tambah ucapan Angga pada Gita.