Di Cintai Berondong Tampan

Di Cintai Berondong Tampan
ITU RIKA


__ADS_3

OB pun membuang boneka yang tidak tahu bentuk nya lagi menggunakan sarung tangan. Ternyata selain boneka itu juga terdapat silet kecil. "Dasar Edwin g*la" umpat Nelsia. "Sabar Nel. Makanya lo jangan jutek-jutek kenapa jadi cewe. Lihat kan dia berbuat seperti itu. Sekarang urusan foto itu bagaimana?" tanya Desta. "Gak tau gue des. Tolong kasih ide" ucap Nelsia lemas. "Gimana kalau lo pura-pura aja pacaran sama Gerald? Ya meskipun nanti pasti ada cibiran lagi mengenai lo ke hotel berdua sama dia" ide Desta.


"Hadeh... gak bisa Desta..." ucap Nelsia. "Ya kalau gak gitu gimana bisa lo nyangkal semuanya? Gue yakin Gerald juga belum tau" Desta membuang napas kasar. "Udah. Dia udah tau. Gue kasih tau semalem. Tapi dia belum ada respon. Ya mungkin karena badan nya sedang lemah" jawab Nelsia. "Tuh kan. Lo kasih tau Gerald duluan daripada gue, sahabat lo. Jadi lebih baik lo jadian deh berdua. Gue rasa lo berdua cocok" ucap Desta. "Gue gak mau di buat main sama dia. Karena udah terlalu lelah hati gue di permainkan" jawab Nelsia.


"Ya ampun Nel. Lo mau sampai kapan kayak gini? Ada laki-laki dekat, serius, sayang sama lo. Lo anggap dia cuma mainin perasaan lo. Move on nel... Move on... Gak semua laki-laki sama. Contoh nya gue, kak Angga. Lo jangan egois. Kasian laki-laki yang memang niat nya baik ke lo. Mereka juga punya perasaan" ucap Desta gregetan atas sikap nya Nelsia.


Nelsia mencerna semua omongan Desta. "Apa aku coba aja menjalin hubungan dengannya?" gumam Nelsia dalam hati.


Ddrrtt...


Ddrrtt....

__ADS_1


Ddrrtt...


"HP lo bunyi nel. Seperti nya dari Gerald" ucapan Desta membuyarkan lamunan nya. Nelsia melihat ponsel nya dan nama Gerald terpapar di sana.


"Hhmm... ya" ucap Nelsia malas.


"Sedang apa?" tanya Gerald.


"Sedang di kantor" jawab Nelsia singkat.


"Hhhmm... tidak. Tapi tenanglah ada Desta di sini untuk menemaniku. Kamu pikirkan kesehatan mu saja" ucap Nelsia.

__ADS_1


"Trombosit ku sudah mulai meningkat. Mungkin lusa aku sudah diperbolehkan pulang. Nel, maafin aku ya" ucap Gerald lesu.


"Maaf? Untuk apa? Apa kamu berbuat salah?" tanya Nelsia.


"Maaf karena ketika ada masalah aku gak berada di samping kamu. Aku nya malah sakit. Seharusnya aku menemani kamu" ucap Gerald merasa bersalah.


Ucapan Gerald sangat menyentuh di hati Nelsia. Selama ini bila terjadi sesuatu malah Nelsia yang meminta maaf, dia yang selalu mengalah. Tapi kali ini dia menemukan laki-laki yang mau meminta maaf saat seperti ini. "Ya... sekarang kamu pikirkan kesehatan mu. Biar aku yang menangani situasi di sini. Maaf aku gak bisa ke rumah sakit" ucap Nelsia. "Gak apa-apa Nel. Kamu jangan banyak Pikiran ya. Biar nanti masalah ini aku yang hadapi. Aku gak mau kamu sakit" ucap Gerald. "Ya. terimakasih. Aku tutup ya, aku mau melanjutkan pekerjaan ku" jawab Nelsia lalu menutup panggilan nya.


Desta melihat sahabat nya itu senyum-senyum sendiri. "Ehem... Ehem... ada yang senyum-senyum sendiri nih" ledek Desta. "Apaan sih lo?" jawab Nelsia malu-malu. "Makan siang ke mall yuk. Mau gak des?" lanjut Nelsia. "Wah... gue di traktir ya?" jawab Desta. "Beres... tapi lo temenin gue makan ya. Males gue makan sendiri" ucap Nelsia. Desta menganggukkan kepala menyetujui ajakan Nelsia.


Jam makan siang pun datang. Nelsia dan Desta pergi ke mall terdekat dari kantor. "Lo mau makan apa Nel?" tanya Desta setelah sampai mall. "Gue pengen makan ramen yang pedas. Lo? " jawab Nelsia. "Gue ikut aja. Paling nanti gue liat menu lagi. Makanan apa yang bisa gue makan" ucap Desta melanjutkan jalan mereka menuju restoran.

__ADS_1


"Des, lo liat deh cewe yang sebelah kanan" ucap Nelsia. "Kenapa?" jawab Desta heran. "Kok dia mirip mantan lo? Coba deh lo liat. soalnya daritadi dia ngeliatin ke meja ini terus" ucap Nelsia. "Siapa ya Nel?" jawab Desta. "Ah... itu loh si Rika. Yang dulu lo pacarin pas dia masih SMA, ABG des" ledek Nelsia. "Oh iya bener... kok tambah cantik ya?" jawab Desta. "Woi... inget woi... lo dah tunangan. Mata lo tuh di jaga. Jelalatan aja lo" ucap Nelsia lalu mencubit lengan sahabat nya itu.


"Auw... Nelsia lo ya gak kira-kira kalau nyubit. Sakit tau" ucap Desta. Nelsia tertawa saja melihat ekspresi Desta setelah dia cubit lengan nya.


__ADS_2