
"Gerald, Nelsia katanya gak mau ketemu sama kamu. Memang nya ada apa ya? karena gak biasanya Nelsia bersikap seprti itu jika ada tamu?" ucap Kak Gita setelah memanggil Nelsia. Kak Angga yang sudah berada bersama Gerald pun menatap heran pada istri nya. Seakan bisa membaca Pikiran sang suami, Kak Gita pun menggelengkan kepala lalu pergi menuju dapur untuk memotong buah dan membuat minum.
"Ada apa ger? apa kamu berbuat salah pada Nelsia?" tanya Kak Angga. "Saya kurang tau kak, salah di mana. Waktu aku dan Nelsia berada di sana semua baik-baik saja. Atau karena aku menyatakan perasaan pada Nelsia ya kak? Soalnya saat aku menyatakan perasaan Nelsia cukup kaget dan bilang ingat umur. Karena perbedaan umur aku dan Nelsia yang lumayan jauh" jawab Gerald pun bingung. "Sejak kemarin pesan saya panggilan telepon juga gak bisa kak. Hanya centang satu dan di tolak setiap memanggil" tambah Gerald.
__ADS_1
"Kayak nya bukan deh ger. kalau untuk masalah perasaan itu hak Nelsia mau terima kamu atau gak, dan umur pun gak jadi masalah ya. Asal kamu benar-benar serius dan tidak mempermainkan hati Nelsia. Karena kamu tahu kan dia pernah terluka karena masa lalu nya" ucap Kak Angga. "Coba nanti saya bicara dengan Nelsia. Yuk di minum dulu" lanjut Kak Angga sambil menawarkan minuman yang sudah di sediakan oleh sang istri.
Di dalam kamar Nelsia sedang membuka laptop nya. Dia mengklik CCTV yang berada di ruang tamu dan melihat Gerald yang datang bersama wanita. Lagi-lagi perasaan Nelsia tidak karuan. Dia mengalihkan perasaan itu dengan menonton film kesukaan nya.
__ADS_1
Gerald dan Stefi pamit untuk pulang karena mereka tidak bertemu dengan yang mereka mau temui. "Kak Angga dan Kak Gita saya dan Stefi pamit pulang ya. Terimakasih sudah boleh bertamu. Maaf mengganggu waktu senggang kak Angga dan Kak Gita" ucap Gerald permisi lalu memberi isyarat pada adik nya untuk pamit. Setelah itu mereka berdua masuk ke dalam mobil dan keluar dari rumah itu.
Nelsia menarik napas lalu membuang nya kasar. Dia berjalan ke tempat tidur nya dan berkata "Ya dia itu kan beda umur nya sama aku lumayan jauh kak. Udah gitu dia itu labil. Sebentar bilang suka ini, nanti bilang suka sama yang ini. Bukti nya tadi dia ke sini aja bawa perempuan lain lagi kan. Coba itu labil bukan kak?" Mendengar ucapan Nelsia, Angga menebak bahwa adik nya itu ada perasaan suka dengan Gerald. Angga pun tertawa mendengar ucapan Nelsia. "Kok kakak ketawa sih? Aku bener kan bilang dia labil karena kelakuan nya" ucap Nelsia. "Adek... adek... kamu cemburu? bilang aja dek" ledek Angga. "Apaan sih kak. Suka aja gak gimana mau cemburu!" jawab Nelsia lagi. "Makanya kalau ada tamu itu temuin, ada masalah di omongin jangan bersikap kayak gini. Malah kalau kakak lihat kamu yang seperti anak kecil" ucap Angga sambil tertawa dan menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
"Apaan sih kak? Siapa juga yang punya masalah? Aku emang lagi males aja nemuin dia" elak Nelsia lagi. "Gerald tadi datang untuk menjenguk kamu. Dia juga ingin sekalian memperkenalkan kamu dengan Stefi... adiknya" ucap Angga sambil mengacak rambut adik kesayangan nya itu. "Apa? Adik? Ade-adean kali kak. Kakak mau aja di bohongin" jawab Nelsia. "Ya ampun dek. Kamu ini suudzon aja sama orang. Dia adik kandung nya Gerald. Dia tadi cerita saat adik nya lahir, ibu nya meninggal. Dan mereka hanya tinggal bertiga saja. Gerald, Adiknya dan ayah nya. Tapi ayahnya jarang pulang ke sini. Karena punya usaha di luar kota" jelas Angga.
Nelsia di buat terdiam oleh kata-kata Angga. "Berarti aku salah dong. Tapi dia aja mau di cium sama Tasya. Ah... pasti dia habis kencan juga dengan Tasya" ucap nya dalam hati. "Eh dia ngelamun lagi. Dek..." ucap Angga membuat Nelsia kaget. "Ih kakak... kakak tadi ngomong apa?" tanya Nelsia. "Kalau ada masalah sama Gerald ataupun sama orang lain itu di bicarakan baik-baik. Jangan malah menghilang. Namanya kamu anak kecil" jawab Angga sambil mecubit pipi Nelsia lalu berjalan keluar kamar nya. Nelsia mencoba untuk membuka blokiran nomor Gerald. Begitu banyak pesan yang masuk dan panggilan tak terjawab.
__ADS_1