
Gerald menghubungi Nelsia sejak kemarin tapi yang empunya ponsel tak pernah menanggapi. Sebenarnya Nelsia telah salah paham. Wanita yang ada di ranjang rumah sakit ialah sepupu Gerald. Mereka memang terlihat sangat dekat. Karena sejak kecil Gerald dan Berlian teman sepermainan. Ya wanita itu bernama Berlian.
"Maaf Pak Desta. Apa ada Nelsia?" Gerald memutuskan untuk menelepon ke kantor. "Nelsia sedang menghadap Bos. Kenapa?" tanya Desta penuh selidik. Karena sebenarnya Nelsia berada di ruangan hanya dia sedang malas saja mengangkat ponsel nya atau berbicara pada Gerald. "Saya menghubungi nya melalui ponsel tapi tidak ada jawaban sama sekali. Jadi saya hubungi ke kantor. Tolong bilangin ya pak kalau saya menghubungi. Terimakasih" ucap Gerald. "Ya sama-sama" jawab Desta sambil menutup telepon nya.
Ffiuhh.. Desta membuang napas kasar. "Kenapa sih lo nel bukan nya angkat aja telepon dari Gerald?" omel Desta. "Gak ah gue lagi males" ucap Nelsia memang sedang malas-malasan. Seketika Nelsia ingat ingin menyampaikan sesuatu pada Desta. "Desta, gue mau ngomong hal penting" ucap Nelsia mendekat ke arah meja Desta. "Wah perasaan gue gak enak nih. Mau ngomong apa lo?" jawab Desta penasaran.
__ADS_1
Terlihat raut wajah Desta berubah menjadi tegang dan Nelsia yang dari malas sampai serius. "Gue mau ngundurin diri. Gue mau ikut kak Angga ke Semarang" ucap Nelsia dan seketika membuat Desta marah. "Gak.Gue gak terima pengunduran diri lo. Biarpun kakak lo pemilik saham di sini, gue tetep gak mau lo berhenti. Ngapain sih lo ke Semarang? Apa gue ada salah?" tanya Desta penuh kemarahan dan banyak teka - teki yang tersembunyi di balik sikap Nelsia. "Gak Des. Lo gak punya salah sama gue atau apapun. Hanya saja... " ucapan Nelsia berhenti ketika ada yang mengetuk pintu ruangan nya.
Kak Angga datang ke ruangan HRD. "Kak Angga, ada apa kak?" tanya Nelsia kaget melihat kakak nya datang ke ruangan. "Nel, ikut ke ruangan kakak. Ada seseorang yang akan kakak kenalkan" ucap Kak Angga membuat Nelsia penasaran. Nelsia melihat Desta tapi tidak ada jawaban sama sekali. Nelsia heran kenapa kakak nya datang ke kantor. Angga pun keluar ruangan HRD menuju ruangan nya. "Desta, tumben kak Angga ke sini? Ada apa? Kok gue gak tau?" ucap Nelsia. "Udah sana lo ke ruangan kak Angga. Gue juga gak tau tiba-tiba kakak lo ke sini. Bersikap biasa aja Nel. Karena tidak ada yang tahu kalau salah satu bos di sini adalah kakak lo" jawab Desta. Nelsia menganggukkan kepala nya lalu berjalan keluar ke ruangan kak Angga.
Melihat Nelsia menuju ruangan bos, banyak cibiran lagi tertuju pada Nelsia "Liat tuh. Pasti dia kena SP deh gara-gara foto nya. Pasti si bos udah liat tuh berita nya" ucap seseorang karyawan. Nelsia hanya bisa membuang napas kasar saja setelah mendengar itu.
__ADS_1
Tok...
Tok...
"Loh... kamu udah kenal dengan Pak Gunawan?" tanya kak Angga. "Dia paman nya Gerald kak. Kemarin kami ketemu di RS saat aku menjenguk Gerald" terang Nelsia. "Wah... kamu udah kenal duluan ternyata" ucap Angga. "Duduk dek. Jadi pak Gunawan ini menjadi salah satu kolega kita di Semarang. Beliau mempunyai butik di beberapa kota Yogya dan Semarang" ucap Angga. "Ah.. jangan di besar-besarkan Angga. Itu juga bukan punya ku semua. Ada sebagian saham punya kakak ku" jawab paman Gunawan. "Sabtu ini Paman Gunawan beserta keluarga Kakak undang ke rumah untuk makan malam. Sekalian ada yang mau di kenalkan dengan mu" ucap Angga membuat Nelsia tambah bingung tapi untuk menutupi nya Nelsia hanya senyum.
__ADS_1
"Kak, aku balik lagi ke ruangan ya. Ada beberapa kerjaan yang harus nku selesaikan" ucap Nelsia. "Oh baiklah. Kakak dan Pak Gunawan juga sebentar lagi akan keluar makan siang. Atau kamu mau ikut bergabung?" tanya Kak Angga. "Gak ah kak. Aku makan siang dengan Desta aja. Sekalian mau minta pendapat Desta" jawab Nelsia buru-buru. "Paman, saya kembali dulu ke ruangan ya. Senang bisa bertemu paman kembali" tambah Nelsia lalu permisi keluar ruangan. Dalam hati Nelsia bergumul 'apa maksud kak Angga ingin mengenalkan aku pada seseorang? apa kakak ingin menjodohkan aku? hah... lelah'.