Di Cintai Berondong Tampan

Di Cintai Berondong Tampan
JADI? KITA PACARAN?


__ADS_3

"Aku gak percaya" ucap Nelsia tiba-tiba. "Apa yang membuat kamu gak percaya?" tanya Gerald heran. "Ya karena semua laki-laki sama. Alasan basi" terang Nelsia. "Kamu mencintaiku?" mendadak Gerald menanyakan hal membuat Nelsia terkejut. Seketika Nelsia tersedak minumannya.


Uhuk.. uhuk... uhuk...


Gerald membantu nya agar hilang rasa tersedak nya. "Terimakasih" ucap Nelsia. "Nel, kenapa kamu marah seperti ini? Apa kamu memiliki rasa padaku?" sekali lagi Gerald bertanya pada Nelsia. Nelsia terdiam tak dapat menjawab. "Kamu kenapa menyusul ku ke sini? Bukan nya besok seharusnya kamu keluar rumah sakit" tanya Nelsia berusaha mengalihkan pembicaraan. Gerald membuang nafas nya dan mulai menggenggam tangan Nelsia lembut. "Nel, jawab pertanyaan aku. Apa sekarang kamu memiliki rasa pada ku? Kenapa kamu semarah itu melihat aku dekat dengan wanita lain?".

__ADS_1


Nelsia terdiam, wajahnya tertunduk. Dari dalam lubuk hati nya ia sangat ingin mengungkapkan segalanya. " Nel... " panggil Gerald lagi. "Jawab aku" tambah nya. "Hhmm.. kita jalanin saja" ucap Nelsia. "Aku tidak mau menjalankan tanpa ada rasa apapun. Aku tidak ingin akhirnya berpisah karena cinta sepihak. Aku benar sayang sama kamu Nel. Tidak peduli dengan perbedaan usia kita, aku gak peduli dengan omongan orang. Aku tulus Nel mencintai kamu" ucap Gerald dengan tatapan mata yang membuat hati Nelsia meleleh.


"Ya. Memang ada rasa tidak suka saat ngeliat kamu sama wanita lain akrab sedangkan aku berada di sana" terang Nelsia. "Aku ingin belajar menyayangi kamu. Tapi aku harap kamu tidak mempermainkan aku. Karena aku tidak akan segan untuk langsung pergi dari kamu" tambah Nelsia kembali. "Jadi? Kita pacaran? Serius?" tanya Gerald setengah teriak karena merasa senang mendengar ucapan Nelsia.


Gerald menatap wajah Nelsia dengan tatapan penuh kehangatan. "Gerald... jangan melihat ku seperti itu. Memang ada yang salah dengan wajah ku?" tanya Nelsia yang sedari tadi malu di pandangi oleh Gerald. "Kita ke bukit Bintang mau?" ajak Gerald. "Bukit Bintang? Mau. Kapan?" jawab Nelsia sangat antusias. "Sabtu ini bagaimana?" ucap Gerald. "Maaf... sabtu ini aku gak bisa. Karena Kakak akan mengadakan makan malam di rumah. Dan paman mu juga akan hadir serta kolega kerja nya yang lain" Nelsia memberitahu itu pada Gerald. "Paman? Mau ke rumah? Kok bisa?" tanya Gerald heran.

__ADS_1


"Ya... ternyata kak Angga dan paman kamu adalah rekan bisnis di semarang. Sekarang kak Angga dan paman mu akan membuka butik di Jakarta. Sabtu nanti aku akan di kenalkan pada seseorang kata kak Angga" jawab Nelsia lemas. "Di kenalkan oleh seseorang? Maksudnya kamu di jodohkan?" tanya Gerald. Dirinya merasa cemas. Baru saja jadian masa harus menerima kenyataan bahwa Nelsia akan di jodohkan dengan orang lain. Nelsia tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepala nya.


"Ya sudah nanti aku coba tanya pada Paman ada keperluan apa di rumah kamu. Jadi sekarang kamu jangan bersikap seperti ini. oke. Senyum dong sayang" ucap Gerald. Mendengar kata "Sayang" membuat Nelsia tersipu malu. "Kamu panggil aku apa tadi?" tanya Nelsia. "Panggil apa? Yang mana?" ucap Gerald. "Yang tadi Gerald.. Ah sudah lah" Nelsia menganggap angin lalu. Tapi Gerald tersenyum lalu mencubit hidung Nelsia yang sekarang sudah menjadi kekasih nya "Aku panggil kamu S-A-Y-A-N-G" ucap Gerald dengan senyuman yang membuat Nelsia bikin candu. "Terimakasih Gerald" jawab Nelsia. "Kenapa harus berterimakasih? Kan memang kamu sayang nya aku, Nelsia Rahayu Cahyo". ucap Gerald membelai rambut Nelsia. Nelsia merasa ada rasa hangat dalam hati nya. Dia merasa nyaman berada di sisi Gerald.


"Sudah jam 8 malam. Kita pulang yuk" ajak Nelsia. "Yuk... kamu naik motor,aku akan ikutin kamu dari belakang" ucap Gerald. "Gak usah Gerald. Rumah ku dekat dari sini. Lebih baik kamu pulang dan istirahat. Karena baru saja keluar dari rumah sakit" perintah Nelsia. "Ya baiklah kalau tuan putri ku yang bicara akan aku dengarkan. Kamu setelah sampai tolong kabari aku ya, sayang" ucap Gerald memberikan perintah pada Nelsia. Nelsia pun tersenyum dan menganggukkan kepala nya. Setelah melihat Nelsia pergi, Gerald pun menuju mobil nya dan kembali ke kediamannya.

__ADS_1


__ADS_2