
Nelsia masih saja melamun ketika mendengar pernyataan cinta Gerald. "Nel... Nelsia... kok ngelamun? Gimana jawaban nya?" tanya Gerald membuyarkan lamunan Nelsia. "Hah? Apa? Jawaban ya?" ucap Nelsia bingung. "Kalau kamu masih membutuhkan waktu untuk berpikir tidak apa. Aku akan menunggu" terang Gerald memegang tangan Nelsia.
"Ke kantor yuk. Udah jam 8" ucap Nelsia mengajak Gerald untuk beranjak dari sana. Gerald menarik lengan Nelsia lalu memeluk nya dan berkata "Sebentar saja aku ingin memelukmu". Nelsia terkejut dengan kelakuan Gerald. Dia merasakan panas tubuh Gerald saat memeluk tubuh nya. " Ger... Gerald... kamu demam? Ger... Gerald" ucap Nelsia lalu menarik diri dari pelukan Gerald. "Tidak. Aku baik-baik saja" jawab Gerald. "Bohong..." ucap Nelsia lalu meletakkan punggung tangan nya pada dahi Gerald. "Kamu demam Ger. Sebaiknya kita ke RS. Kita naik taksi saja ya, motor kamu nanti aku yang ambil" terang Nelsia lalu menuntun Gerald keluar dari coffee shop itu. Nelsia memberhentikan taksi yang lewat dan meminta bantuan seorang pelayan coffee shop memasukkan Gerald ke dalam mobil.
__ADS_1
Gerald tertidur dalam taksi. Nelsia menelepon Desta "Desta, aku dan Gerald tidak bisa masuk hari ini". "Lo kenapa nel? Lo baik-baik aja kan?" tanya Desta cemas. "Gue baik-baik aja tapi tidak dengan Gerald. Tiba-tiba Gerald demam tinggi. Sekarang gue lagi menuju RS terdekat. Nanti gue kabarin lagi ya" ucap Nelsia. "Ya udah, lo ati-ati ya nel. Kalau ada apa-apa hubungi gue" jawab Desta menutup telepon nya.
Gerald dan Nelsia telah sampai RS. Nelsia turun di UGD lalu meminta perawat untuk membantu membawa Gerald yang ternyata sudah pingsan. "Silahkan isi data pasien bu" ucap perawat tersebut. "Baik Sus. Tolong tangani dia dengan baik ya Sus. Dia demam tinggi sekali" jawab Nelsia panik.
__ADS_1
Dokterpun datang untuk menjelaskan sakit Gerald. "Dengan nona Nelsia? Kalau boleh tau anda siapa nya tuan Gerald?" tanya dokter. "Hhmm... saya kekasih nya dok" jawab Nelsia sedikit ragu. "Oh baiklah. Jadi dari hasil pemeriksaan darah, tuan Gerald terkena DBD. Trombosit nya turun drastis. Untung saja anda cepat membawa nya ke RS. Kalau tidak bisa bahaya untuk nyawa tuan Gerald. Tuan Gerald harus di rawat untuk mendapatkan perawatan insentif" ucap Dokter. "Baik dok. Lakukan yang terbaik. Kalau boleh tau kapan Gerald akan pindah ruangan?" jawab Nelsia. "Sebentar lagi ya kak. Kami sedang mencarikan kamar. Karena kamar rawat kelas 1 penuh" jawab perawat yang datang bersama dokter. "Berikan kami ruangan VIP saja Sus. untuk pembayaran nanti akan saya atur" ucap Nelsia yang tidak mau berlama-lama di ruang UGD. "Baik kak. Silahkan ke bagian administrasi ya kak" jawab perawat tersebut.
Tanpa berlama-lama Nelsia ke ruang administrasi, sebelumnya dia menelepon kak Angga. "Assalamu'alaikum kak" ucap Nelsia. "Waalaikumsalam dek. Kenapa?" jawab Angga di sana. "Kak, Gerald kena DBD. Tadi saat mau ke kantor tiba-tiba dia pingsan, badan nya demam tinggi. Sekarang aku lagi di RS Graha Medika. Kamar kelas 1 penuh, jadi aku minta kamar VIP untuknya" ucap Nelsia. "Ya Allah... tapi sekarang bagaimana keadaan Gerald dek?" tanya Angga khawatir. "Dia sudah di tangani dokter kak. Sekarang aku lagi di ruang administrasi untuk urus kamar Gerald" ucap Nelsia. "Ya sudah kamu bisa menangani sendiri? Nanti kakak dan Kak Gita menyusul ke sana" ucap Angga. "Bisa kak. Ya sudah aku hanya mengabari itu. Aku tutup telepon nya ya kak. Assalamu'alaikum" ucap Nelsia lalu mematikan ponsel nya.
__ADS_1
Setelah mengurus mengurus kamar untuk Gerald, dia melangkah menuju ruang UGD. "Sus, ini berkas yang di perlukan" ucap Nelsia menghampiri perawat lalu ia bergegas menuju tempat tidur Gerald. Dia melihat Gerald dengan tatapan kasihan. "Kenapa memaksakan diri sih? Dasar bodoh" gumam Nelsia pelan.