Di Cintai Berondong Tampan

Di Cintai Berondong Tampan
CERITA TENTANG NYA


__ADS_3

"Nel, kita makan dulu ya. Kamu bilang tadi kalau lapar. Kita beli drive thru aja lalu makan di parkiran dalam mobil. Gimana?" ucap Gerald memanggil Nelsia yang sedari perjalanan pulang hanya memandang keluar jendela. "oke" jawab nya singkat. Gerald membuang nafas nya. Dia yakin Nelsia pasti sedang memikirkan ucapan pria brengsek tadi. "Nel, kamu mau pesan apa?" tanya Gerald kembali. "Sama aja kayak kamu" ucap nya malas. Gerald melihat ke arah Nelsia, benar saja airmata sudah membasahi pipinya. Gerald melajukan mobil nya dengan perlahan, mengambil pesanan lalu mencari tempat parkir yang sekiranya tidak terlalu ramai agar Nelsia tidak malu ketika ada yang melihat dia menangis.

__ADS_1


"nel, ayo kita makan" ajak Gerald. Nelsia hanya diam saja. Dia tidak berniat untuk makan sama sekali. "Aku suapin ya. Ayo... buka mulut nya... aaa... " bak anak kecil Nelsia di suapin oleh Gerald. "Ayolah Nel... Makan. Nanti kamu sakit lagi. Nanti aku mencintai siapa kalau kamu sakit?" ucap Gerald. Ucapan Gerald membuat Nelsia tersenyum. "Kenapa sih kamu itu kerjaan nya gombal mulu. inget perbedaan umur kita 4 tahun. Gak malu kamu jalan sama tante-tante?" ucap Nelsia. "Sini makanan nya aku makan sendiri" tambah Nelsia. "Nah gitu dong senyum. Kalau kamu tante berarti aku berondong nya dong?" jawab Gerald sambil tertawa.

__ADS_1


"Nel... " ucap Gerald. "Kenapa? Kamu pasti bertanya-tanya mengenai pria tadi?" tebak Nelsia. "Hhhmmm.. sebenarnya iya. Aku sangat penasaran dengan pria itu" jawab Gerald. "Baiklah aku akan menceritakan. Tapi kasih aku waktu untuk bernapas. Oke" tegas Nelsia.

__ADS_1


Kali ini Gerald merasa kesal dengan cerita Nelsia. "Laki-laki bre****k" umpat Gerald kesal. "Apa aku salah mempertahankan sesuatu yang berharga?" tanya Nelsia dengan derai airmata. "Sudah jangan menangis lagi. Laki-laki itu pasti akan mendapatkan balasan nya" ucap Gerald. "Tindakan kamu benar. Kamu wanita hebat. Aku salut sama perbuatan kamu" tambah Gerald. Melihat Nelsia menangis terasa teriris hati nya Gerald. Dia mencoba untuk menghibur Nelsia, tapi dia tahu itu semua percuma. Gerald dia lalu melajukan mobil nya perlahan. Lama kelamaan setelah menangis Nelsia tertidur. Gerald menepikan sebentar mobil nya, lalu merebahkan kursi penumpang agar Nelsia dapat merebahkan tubuhnya dengan nyaman. Terlihat jelas masih ada sisa air mata Nelsia. Gerald mengambil tissue lalu mengusap airmata nya.

__ADS_1


__ADS_2