
Ddrrtt....
Ddrrtt...
Ddrrtt...
"Hhmmm halo" ucap Nelsia yang baru saja terbangun karena getaran ponselnya.
"Selamat pagi cantik" ucap Edwin. Mendengar suara itu Nelsia langsung membuka mata nya lebar.
"Mau apa lo hubungi gue?" bentak Nelsia.
__ADS_1
"Ya ampun... galak banget sih cantik. Jangan galak-galak nanti kamu jatuh cinta sama aku loh" ucap Edwin kembali sambil tertawa.
"Dasar gi*a. Mau apa? Cepat katakan!" jawab Nelsia gregetan sama pria satu itu.
"Gimana hasil foto ku? Bagus kan? Apalagi di tambah nanti foto-foto tersebut akan ku sebarluaskan pada email kantor. Hahaha... seperti pertunjukkan yang menarik. Tapi sayang aku tidak bisa melihat nya" tertawa Edwin semakin kencang.
"Aarrgghh... mau lo tuh apa sih?" teriak Nelsia.
Teriakan Nelsia membuat kak Angga dan Kak Gita mengetuk pintu kamar nya. Dan Edwin langsung mematikan panggilan nya itu.
"Nelsia... kamu baik-baik saja?" tanya kak Angga sambil mencoba membuka pintu kamar Nelsia. "Nel... buka nel pintu nya" ucap Kak Gita. Nelsia berjalan menuju pintu kamar nya dan membuka pintu itu. Mata Nelsia sudah berkaca-kaca. "Kak... " ucap Nelsia lalu terisak di pelukan kak Angga. "Hei kamu kenapa?" tanya Kak Gita. "Tolong pecat Edwin kak. Aku gak mau dia kerja di perusahaan kita" jawab Nelsia. "Hei ada apa lagi ini? Kenapa kamu minta kakak untuk memecat dia? Apa yang dia lakukan?" tanya Kak Angga heran. "Dia mengancam aku akan menyebarkan foto-foto ku dengan Gerald di email kantor" jawab Nelsia.
__ADS_1
"Foto? Foto apa?" tanya Angga kembali. "Ya saat aku sakit dan masuk ke hotel dengan Gerald, dia menggendong ku kak. Dan Gerald pernah menyatakan perasaan nya pada ku dan dia mencium ku. Edwin mengambil semua foto-foto itu" jawab Nelsia memberitahu tentang foto-foto nya. "Jadi Gerald sudah menyatakan perasaan nya sama kamu? Terus kenapa kamu gak menjawab nya?" ucap Kak Angga menahan tawa nya. "Kan sudah aku bilang kak, kalau aku hanya di jadikan tempat untuk bermainnya aku gak mau. Aku capek kak. Sementara kak Angga ingin menjodohkan ku. Jadi buat apa aku jawab?" jawab Nelsia sambil mengerucutkan bibir nya.
"Ya sudah masalah ini biar kakak yang tangani. Sekarang kamu bangun, mandi lalu ke kantor" perintah Kak Angga. "Sayang, tolong nanti sabtu ini panggilkan MUA yang terbaik untuk merias kamu dan juga Nelsia. Sama tolong pilihkan gaun yang bagus untuk Nelsia ya sayang" ucap Angga pada istri nya Gita. Gita yang mendengar itu hanya tersenyum. Gita sudah tahu siapa yang akan di jodohkan oleh Nelsia. Makanya Gita tidak ingin Nelsia curiga.
Selesai mandi dan berganti pakaian Nelsia bersiap untuk berangkat kerja. Nelsia menggunakan motor antik nya lagi. "Kamu masih saja menggunakan motor itu dek?" jawab Angga. "Motor kesayangan aku kak. Aku gak akan buang dia" ucap Nelsia. Angga tersenyum dan menggelengkan kepala. "Dek,... ini bekal mu. Gak mau di bawa" ucap Gita menyusul adik ipar nya. "Gak kak, aku mau makan di luar saja bareng Desta" jawab Nelsia sambil berlalu ke garasi mengambil motor antik nya.
"Kak Angga, Kak Gita aku berangkat ya" teriak Nelsia. Angga dan Gita saling menatap, "Kelakuan adik mu ada-ada saja. Masih seperti anak kecil. Bagaimana ia mau menikah" ucap Gita. "Semoga saja calon suami nya bisa memahami watak Nelsia. Aku harap pria itu bisa mencintai dan menyayangi Nelsia apa ada nya" jawab Angga.
Sampai di kantor, Nelsia mendapat lirikan aneh dari orang-orang sekeliling nya. Di ruangan dia bertanya "Desta, kenapa sih mereka melihat gue kayak jijik gitu?". " Lo gak tau Nel? Coba lo tengok email lo" jawab Desta. Nelsia membuka email nya melihat foto yang sedang di gendong oleh Gerald masuk ke dalam hotel. "Si*l... ini pasti kerjaan Edwin" ucap Nelsia sambil menggebrak meja kerja nya. "Sabar Nel... Mereka gak tau apa yang terjadi. Tapi kenapa lo bisa bilang ini perbuatan edwin?" tanya Desta. "Edwin mengirimkan hal yang sama pada email pribadi gue. Dan tadi pagi dia udah bilang akan menyebarkan foto ini pada email kantor biar yang lain tahu" jawab Nelsia. "Gerald melakukan itu saat gue gak masuk dan demam. Kita berdua lagi ada di bukit Bintang" tambah Nelsia.
Desta memahami keadaan Nelsia. "Sabar Nel" sambil menepuk bahu Nelsia. "Oh ya Des, gue kemarin iseng melihat CCTV. Edwin ada memasukkan sesuatu di laci gue. Gue takut des. Boleh lo tolong bantuin gue?" ucap Nelsia. "Mana? Coba gue liat" jawab Desta menuju meja kerja Nelsia. Nelsia membuka pelan-pelan laci meja kerja nya. laci pertama gak ada. Laci kedua juga tidak ada. Laci ketiga...
__ADS_1
Deg!!
"Aarrgghh...." teriak Nelsia. Desta pun terkejut dengan teriakan Nelsia. "Kenapa nel?" tanya Desta. "Liat des... Ada boneka yang sudah baret-baret seluruh tubuh dan wajah nya" ucap Nelsia takut. "Sebentar gue suruh OB buat buang ini" jawab Desta lalu pergi mencari OB untuk membantu nya.