
Gerald baru saja sampai rumah nya. Dan Stefi melihat kakak nya sedang galau lalu meledek nya "Cie... ada yang lagi galau nih". " Apaan sih dek? Sok tau lo. Sana... sana... gue mau mandi dulu" jawab Gerald. Gerald pun menuju kamar nya tapi Stefi terus mengikuti kakak nya itu dan duduk di ranjang kakak nya. "Kak, gue numpang nonton ya. Gue lagi males ke kamar nanti gue ikutan galau lagi kayak lo" ucap Stefi. "Dasar kebiasaan kalau galau lari nya ke kamar gue. Giliran lagi seneng aja diem-diem sendiri" jawab Gerald. Mendengar ocehan sang kakak, Stefi membuka televisi dan mencari saluran drakor yang dia sukai.
Gerald sedang mandi, Tiba-tiba ponsel nya berdering. Awalnya stefi tidak berniat untuk mengangkat nya tapi saat dia melihat nama "Nelsia" rasa iseng nya pun mulai keluar dan dia mengangkat panggilan itu. "Ya halo.. " ucap Stefi. Mendengar suara wanita yang mengangkat Nelsia mengurungkan niat nya tapi Stefi tiba-tiba berkata lagi "ada apa kak Nelsia? Kak Gerald nya lagi mandi". Mendengar kata " Kak" Nelsia langsung sadar ternyata yang menjawab itu adik nya. "Oh baik lah. Aku tutup ya" ucap Nelsia. "Tunggu kak" jawab Stefi. "Ya ada apa?" tanya Nelsia. "Hhhmm... kak aku mau tanya. apa kakak kenal Ardi?" lanjut Stefi. Pertanyaan nya ini membuat Nelsia terdiam dan sulit untuk bicara.
__ADS_1
"Maaf kak, aku tanya itu karena dia mencoba mendekatiku" jelas Stefi. "Tolong jauhi dia ya. Karena dia bukan pria baik-baik" ucap Nelsia. "Kalau kamu mau tau lebih rinci, kamu bisa tanya kakak kamu. Dia tahu semuanya" tambah Nelsia.
Gerald keluar dari kamar mandi dan melihat adik nya sedang mengangkat panggilan telepon pada ponsel nya lalu bertanya "Siapa dek? kamu kok gak sopan angkat telepon kakak?". Nelsia terdiam mendengar suara Gerald. Raut wajah Stefi berubah murung da menyerahkan ponsel pada Gerald. " "Dek... mau kemana?" tanya Gerald yang melihat Stefi tiba-tiba lari menuju kamar nya.
__ADS_1
Gerald melihat sambungan telepon masih menyala "Ya Nelsia. Kamu baik-baik saja kan?" tanya Gerald. "Ya aku baik-baik saja" jawab Nelsia. "Maaf tadi adik ku. Dia sembarangan aja angkat ponsel ku. Dia gak ada ngomong aneh-aneh kan?" tanya Gerald. "Dia... nanya tentang Ardi. Ada apa sebenarnya? " tanya Nelsia heran. "Jadi sebenarnya dia sedang dekat dengan pria. Awalnya aku gak tau siapa pria itu. Sampai tadi saat kami ke supermarket, kami bertemu dengan Ardi. Dia sedang berkencan dengan wanita. Lalu adikku menangis" jelas Gerald. "Hhmm.." jawab Nelsia datar. "Kamu baik-baik saja?" tanya Gerald kembali. "Ya aku baik-baik saja" ucap Nelsia. "Aku mau ajak kami dinner apakah boleh?" tanya Gerald. "Dinner? Aku?" tanya Nelsia kembali. "Aku gak mau. Nanti ada wanita yang salah paham dengan ku. Jadi lebih baik kamu ajak saja wanitamu" ucap Nelsia lagi.
"Aku tau karena sambungan CCTV kantor bisa di lihat di ponsel atau laptop ku. Jadi mulai sekarang tolong jangan dekati aku lagi. Karena aku gak mau jadi bahan omongan orang jika mereka melihat kita bersama" ucap Nelsia lalu mematikan ponsel nya. Gerald tiba-tiba mematung. Seakan dia tak bisa bergerak setelah mendengar perkataan Nelsia tadi.
__ADS_1
Nelsia menutup telepon nya tapi hati nya merasa dag dig dug setelah mengatakan itu pada Gerald. "Ah... kenapa jadi gini sih. itu kan urusan mereka mau berbuat apa. Aku gak peduli lagi. Capek. Semua pria sama aja gak ada yang beres" gumam Nelsia.
Sementara Gerald tampak frustasi setelah mendengar ucapan Nelsia. Padahal dia tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan Tasya. Tapi kok sakit saat Nelsia meminta dirinya untuk menjauhi Nelsia.
__ADS_1