Di Cintai Berondong Tampan

Di Cintai Berondong Tampan
DIA SEPUPUKU


__ADS_3

Nelsia masuk ke ruangan nya dengan raut wajah yang murung. Desta heran melihat wajah sahabat nya itu. "Kenapa Nel? Muka lo kusut bener kayak benang layangan. Abis di omelin si bos?" tanya Desta.


"Tadi gue di kenalin sama kolega nya Kak Angga. Dan hari sabtu ini ada makan malem dengan keluarga kolega kak Angga itu. Gue mau di kenalin sama seseorang. Lelah gue kenapa kakak gue harus jodoh-jodohin gue sih. Gue kan bisa cari sendiri yang menurut gue baik" gerutu Nelsia. "Sampai kapan lo bisa nemuin laki-laki yang pas? Gerald saja lo bilang bocil. Padahal terlihat banget dia sayang sama lo" ucap Desta kesal atas gerutu sahabat nya itu.


Nelsia tidak makan siang. Terlalu malas buat dia makan siang. Dia memainkan game yang berada di laptop kantor, ponsel nya bergetar.


Ddrrtt...


Ddrrtt...

__ADS_1


Dddrrttt...


Nelsia malas untuk angkat panggilan itu karena nama yang tertera itu 'Gerald'. Tapi sang penelepon pantang menyerah untuk menghubungi, akhirnya Nelsia angkat panggilan itu dengan nada malas "Hhmm". " Nel... Nelsia... Kamu baik-baik aja kan? Dari semalem aku hubungi tapi gak ada jawaban sama sekali. Kamu sakit? atau ada yang salah dengan aku?" cerocos Gerald membuat Nelsia sedikit menjauhkan ponsel dari telinga nya.


"Sudah belum ngomong nya? Kalau sudah akan ku jawab. Gue lagi males ngomong sama lo. Bbiipp" selesai bicara seperti itu Nelsia langsung menutup panggilan nya. 'Sok peduli. Jangan suka sok peduli sama gue. urus aja cewe lo sendiri' gumam Nelsia dalam hati. Nelsia melanjutkan bermain game kembali sampai ada pesan masuk ke dalam layar ponsel nya.


Pesan balasan di terima oleh Gerald. Tapi dia belum membaca nya karena dia sedang bersiap untuk pulang. Dia meminta paksa dokter untuk memulangkannya hari ini. Karena dia sudah merasa rindu pada Nelsia. Pukul 2 sore Gerald baru membuka pesan di ponsel nya. melihat pesan dari Nelsia membuat Gerald tambah bingung. 'Wanita? wanita yang mana? aku rasa Nelsia salah paham. Karena hanya dia wanita yang aku sayang'.


Gerald pun membalas pesan nya itu "Wanita? Wanita yang mana nel? Tolong jelaskan padaku". Menerima pesan dari Gerald tidak membuat Nelsia langsung membalas nya. Dia sedang tidak mau berdebat jadi lebih baik dia tak menjawab. Sementara Gerald menunggu balasan pesan dari Nelsia dia membuka layar laptop nya untuk memeriksa email. Dan satu email yang mengganggu nya. Foto-foto dirinya yang menggendong Nelsia masuk ke dalam hotel. 'Kasihan Nelsia menghadapi ini semua sendiri di kantor. Maafkan aku ya Nel'.

__ADS_1


Jam pulang kerja dengan sengaja Gerald datang ke kantor untuk menjemput Nelsia tanpa sepengetahuan nya. Gerald melihat Nelsia sudah keluar dari kantor menuju parkiran motor. Gerald mencoba menelepon Nelsia, tapi Nelsia tetap acuh. Nelsia tidak mau angkat telepon dari Gerald.


Ketika Nelsia sudah keluar dari gerbang kantor, Gerald mengikuti dengan perlahan dari kejauhan. 'Kamu salah paham nel. Tidak ada wanita yang dekat dengan ku selain kamu. Tolong kamu dengarkan aku' batin Gerald. Nelsia sadar kalau ada yang mengikuti nya. Dia melihat dari spion seperti mobil Gerald, dan Nelsia pun menambah kecepatan laju motor nya. Nelsia berbelok ke arah Mall. Dia malas untuk pulang pasti Gerald akan mengikuti nya di rumah.


Ternyata Gerald gak kehilangan jejak Nelsia. Dia mendapati Nelsia sedang duduk di bagian luar cafe di mall. Dengan segera Gerald parkir mobil dan menyusul Nelsia.


"Nel" ucap Gerald. Nelsia terkejut melihat Gerald berada di sebelah nya. "Kamu? Ngapain kamu ke sini? Kamu ikutin aku ya?" tuduh Nelsia. "Iya. Memang aku ngikutin kamu. Karena aku perlu bicara sama kamu Nel" jawab Gerald memegang tangan Nelsia. "Lepasin Gerald. Aku gak mau ada yang salah paham saat lihat kita" ucap Nelsia sambil berontak untuk melepaskan genggaman Gerald. "Dengar Nel, tidak akan ada yang salah paham. Justru kamu yang salah paham sama aku. Dengerin dulu penjelasan aku" dengan tegas Gerald berucap dan semakin kuat pegangan tangan nya pada Nelsia. "Semua laki-laki sama" celetuk Nelsia.


"Wanita mana yang kamu maksud? Apa dia wanita yang kamu lihat di ruang perawatan? Kalau memang dia, kamu salah sangka nel. Dia sepupuku. Berlian. ya namanya Berlian. Dia anak paman ku" jelas Gerald lalu melonggarkan genggaman tangan nya. Saat itu Nelsia tekejut. 'Berarti aku yang salah paham' gumam dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2