Di Cintai Berondong Tampan

Di Cintai Berondong Tampan
BUKIT BINTANG


__ADS_3

Gerald mengikuti Nelsia masuk ke dalam restaurant yang berada dekat dengan bukit Bintang. Mereka sama-sama diam setelah memilih menu. Gerald sibuk dengan pikiran nya mengenai ucapan Nelsia, sedangkan Nelsia berkutat dengan masalah nya sendiri. Sampai pelayan datang dan memberikan makanan untuk mereka "Permisi... pesanan nya. Selamat menikmati" ucap sang pelayan lalu pergi meninggalkan meja.


Saat makan pun mereka hanya sibuk sendiri-sendiri. Gerald pura-pura buka ponsel dan membaca pesan nya. Begitu juga dengan Nelsia dia membuka ponsel yang telah di matikan nya tadi dan melihat ada beberapa pesan serta panggilan tak terjawab dari Ardi. Nelsia pamit ke toilet dulu "Gerald aku titip ponsel ku ya. Aku mau ke toilet" pamit Nelsia. "Oke.Tapi kalau ada.. " belum selesai ucapan nya Nelsia sudah menghilang di balik pintu toilet.

__ADS_1


Ponsel Nelsia bergetar kembali, kali ini dari Kak Angga. "Halo kak" jawab Gerald. "Loh kok kamu yang jawab ponsel Nelsia?" tanya kak angga. "Eh iya kak. Nelsia sedang ke toilet. Kami sedang berada di restaurant dekat dengan bukit bintang" ucap Gerald. "Gerald, apakah Ardi menghubungi Nelsia?" tanya kak Angga. "Seperti gitu kak. Makanya Nelsia sempat nangis dan murung. Oh ya kak, ini Nelsia nya sudah balik ke meja. Sebentar saya berikan ponsel nya" ucap Gerald sambil memberikan ponsel nya pada Nelsia. "Iya kak, kenapa?" tanya Nelsia. "Dek, Ardi tadi ke rumah. Dia nyariin kamu kata kak Gita. Tapi kak Gita bilang kamu gak ada di rumah. Terus dia tampak kesal gitu. Dia hubungi kamu ya?" tanya Kak Angga. Nelsia kaget mendengar Kak Angga. "Mau ngapain dia nyari aku lagi kak? Apa dia belum puas buat sakitin aku?" Nelsia bertanya kembali pada Kak Angga. "Sekarang untuk sementara kalian jangan kembali dulu. Seperti nya Ardi akan terus datang ke rumah mencari kamu" perintah kak Angga. "Kak, aku gak apa-apa kalau tidak balik ke Jakarta. Tapi bagaimana dengan Gerald? Dia masih karyawan baru kak" ujar Nelsia.


"Sudah tenang saja. Urusan itu biar kakak yang urus" jawab Kak Angga pada Nelsia. "Ya sudah kakak carikan kalian penginapan di sana, nanti kalian istirahat saja di sana ya" tambah Kak Angga. "Baik kak terimakasih kakak ku sayang" ucap Nelsia lalu menutup telepon nya.

__ADS_1


Seperti sekarang Gerald pun mengikuti kemauan Nelsia yaitu duduk di samping Nelsia. Mereka hanya sama-sama diam. Dan tak lama Nelsia berkata " Gerald, kata kak Angga sementara kita tetap di sini dulu. Kak Angga sudah menyewakan kita hotel. Tapi kalau kamu mau pulang ke Jakarta, gak apa-apa. Aku sendiri saja di sini". Gerald bingung ucapan Nelsia ini benar atau mengada-ngada. "Kamu yakin mau di sini sama aku?" tanya Gerald. Nelsia memberikan notifikasi pesanan hotel yang masuk pada ponsel nya untuk di berikan ke Gerald. "ini dari Kak Angga" ucap nya.


"Ya sudah sekarang kamu habiskan teh nya dulu baru kita ke hotel ya. Sepertinya memang kamu butuh istirahat" ucap Gerald. "Tidak, aku tetap mau ke bukit Bintang. Aku mau bertemu dengan ibu ku" jawab Nelsia membuat Gerald menjadi bingung. "Ibu? Ibu siapa Nel?" tanya Gerald kembali. "Ibu ku telah menjadi bintang. Kata Kak Angga kalau aku sedih aku boleh bicara pada Bintang. karena ibu telah menjadi bintang" terang nya yang berubah menjadi sikap anak kecil. Gerald hanya menuruti kemauan Nelsia saja. Setelah dia membayar makan malam nya, Gerald mengajak Nelsia kembali ke mobil untuk melanjutkan ke bukit yang ingin di datangi nya.

__ADS_1


__ADS_2